Jumat, 10 Januari 2020 - 14:58 WIB

Tidak Cukup Bukti Dugaan OTT Di Dinsos, Tim Saber Pungli Nisel Hentikan Penyelidikan

Nias Selatan, Deliknews –  Dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Sosial Kabupaten Nias Selatan pada 30 Desember 2019 lalu, jalan Arah Lagundri Sorake KM. 7 Fanayama tidak cukup bukti, Tim UPP-Saber Pungli Kabupaten Nias Selatan menghentikan penyelidikan.

 

Hal ini disampaikan Ketua UPP-Saber Pungli Nisel, Kompol Martin Luther Dachi, S.Sos dalam keterangan Persnya yang didampingi oleh wakil ketua II, Inspektur Nisel, Sekretaris M.Lombu l, Kapokja Intelijen Supriyadi, SH., MH, Waka Pokja AKP Edi Sukamto, SH., MH dan tim lain, Kamis (09/01/2020) di Kantor Inspektorat Kabupaten Nias Selatan, jalan Arah Lagundri KM. 7 Fanayama.

 

Kompol Martin Luther Dachi, S.Sos menyampaikan, awalnya pada tanggal 30 Desember 2019, tim Saber/pokja mendapat informasi dari seseorang yang mengatakan bahwa di Dinas Sosial Kabupaten Nias Selatan ada dugaan pemotongan dana insentif operator SIKS-NG. oleh tim/Pokja dalam hal ini tim intelijen dari Polres melakukan penyelidikan.

 

“Saat sedang terjadi keributan antara operator Jaminan  Kesejahteraan Sosial Kecamatan (JKSK)  JJL dengan Pegawai Honorer Dinas Sosial berinisial JM, dan saat sedang ribut itulah tim kita dari Pokja justice berada disitu dan langsung melakukan pengamanan. Saat itu, memang ditemukan ada uang  sebesar Rp.600 rumah ribu berada diatas meja serta 81  buku tabungan,” Jelas Marthin.

 

Kemudian, tim melakukan pengamanan kepada pegawai Honorer Dinas Sosial berinisial JM termasuk juga yang bertengkar dengan dia. Selanjutnya, keduanya diboyong ke Mako Polres Nias Selatan untuk diinterogasi. Selain itu ada beberapa orang lainnya yang diinterogasi termasuk pegawai pada Dinas Sosial.

 

“Perlu diketahui bahwa barang bukti yang disita itu bukan langsung dari yang bersangkutan, akan tetapi berada diatas meja, saat terjadinya keributan itu” jelasnya.

 

Dari interogasi dan gelar perkara yang dilakukan oleh tim pokja terkait kasus tersebut, tidak cukup bukti dan belum memenuhi unsur melakukan tindak pidana, sehingga perkara ini kita hentikan. Kalau kita lihat dari unsur korupsinya, dia harus pegawai negeri sipil.  sementara si terduga ini adalah honorer di Dinas Sosial.

Sambung Marthin mengatakan kalau kita masuk ke pasal 368 KUHP, disitu dijelaskan harus ada pemaksaan atau pemerasan. kasus ini oleh tim Pokja justice mengambil keputusan bahwa belum cukup bukti untuk dilanjutkan ke tingkat penyidikan. Maka, kita hentikan, pungkasnya.

 

Selanjutnya, kasus itu akan diserahkan kembali ke Dinas Sosial. ” Artinya, kembali kepada keputusan beliau (Kadis) apa mau diberhentikan atau tindakan apa yang diambil terhadap yang bersangkutan  bukan lagi kewenangan tim UPP- Saber Pungli Kabupaten Nias Selatan,” ujarnya.

 

Sedangkan barang bukti berupa 81 buku tabungan dan uang tunai sebesar Rp.600 ribu dalam bentuk pecahan lima puluh ribu yang sempat disita tim diatas meja terduga saat OTT, dikembalikan kepada pihak Dinas Sosial Nisel. (Sabar Duha)

Tidak Cukup Bukti Dugaan OTT Di Dinsos, Tim Saber Pungli Nisel Hentikan Penyelidikan

Nias Selatan, Deliknews – Dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Sosial Kabupaten Nias Selatan pada 30 Desember 2019 lalu, jalan Arah Lagundri Sorake KM. 7 Fanayama tidak cukup bukti, Tim UPP-Saber Pungli Kabupaten Nias Selatan menghentikan penyelidikan.

Hal ini dikatakan Ketua UPP-Saber Pungli Nisel, Kompol Martin Luther Dachi, S.Sos dalam keterangan yang didampingi oleh wakil ketua II, Inspektur Nisel, Sekretaris M.Lombu l, Kapokja Intelijen Supriyadi, SH., MH, Waka Pokja AKP Edi Sukamto, SH., MH dan tim lain, Kamis (09/01/2020) di Kantor Inspektorat Kabupaten Nias Selatan, jalan Arah Lagundri KM. 7 Fanayama.

Kompol Martin Luther Dachi, S.Sos menyampaikan, awalnya pada tanggal 30 Desember 2019, tim Saber/pokja mendapat informasi dari seseorang yang mengatakan bahwa di Dinas Sosial Kabupaten Nias Selatan ada dugaan pemotongan dana insentif operator SIKS-NG. oleh tim/Pokja dalam hal ini tim intelijen dari Polres melakukan penyelidikan.

“Saat sedang terjadi keributan antara operator Jaminan Kesejahteraan Sosial Kecamatan (JKSK) JJL dengan Pegawai Honorer Dinas Sosial berinisial JM, dan saat sedang ribut itulah tim kita dari Pokja justice berada disitu dan langsung melakukan pengamanan. Saat itu, memang ditemukan ada uang sebesar Rp.600 rumah ribu berada diatas meja serta 81 buku tabungan,” Jelas Marthin.

Kemudian, tim melakukan pengamanan kepada pegawai Honorer Dinas Sosial berinisial JM termasuk juga yang bertengkar dengan dia. Selanjutnya, keduanya diboyong ke Mako Polres Nias Selatan untuk diinterogasi. Selain itu ada beberapa orang lainnya yang diinterogasi termasuk pegawai pada Dinas Sosial.

“Perlu diketahui bahwa barang bukti yang disita itu bukan langsung dari yang bersangkutan, akan tetapi berada diatas meja, saat terjadinya keributan itu” jelasnya.

Dari interogasi dan gelar perkara yang dilakukan oleh tim pokja terkait kasus tersebut, tidak cukup bukti dan belum memenuhi unsur melakukan tindak pidana, sehingga perkara ini kita hentikan. Kalau kita lihat dari unsur korupsinya, dia harus pegawai negeri sipil. sementara si terduga ini adalah honorer di Dinas Sosial.
Sambung Marthin mengatakan kalau kita masuk ke pasal 368 KUHP, disitu dijelaskan harus ada pemaksaan atau pemerasan. kasus ini oleh tim Pokja justice mengambil keputusan bahwa belum cukup bukti untuk dilanjutkan ke tingkat penyidikan. Maka, kita hentikan, pungkasnya.

Selanjutnya, kasus itu akan diserahkan kembali ke Dinas Sosial. ” Artinya, kembali kepada keputusan beliau (Kadis) apa mau diberhentikan atau tindakan apa yang diambil terhadap yang bersangkutan bukan lagi kewenangan tim UPP- Saber Pungli Kabupaten Nias Selatan,” ujarnya.

Sedangkan barang bukti berupa 81 buku tabungan dan uang tunai sebesar Rp.600 ribu dalam bentuk pecahan lima puluh ribu yang sempat disita tim diatas meja terduga saat OTT, dikembalikan kepada pihak Dinas Sosial Nisel. (Sabar Duha)

Artikel ini telah dibaca 76 kali

loading...
Baca Lainnya

Polresta Tangerang Sabet Penghargaan Penyerapan Anggaran Terbaik Ketiga

TANGERANG – Polresta Tangerang Polda Banten menyabet penghargaan sebagai Satuan Kerja dengan Kinerja Penyerapan Anggaran...

1 Desember 2020, 14:44 WIB

Polsek Balaraja dan Muspika Gelar Operasi Yustisi, Sosialisasikan 4M

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten bersama Muspika Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang,...

1 Desember 2020, 14:36 WIB

Catatan Merah Jalur Istimewa Titipan Siswa di Denpasar

Denpasar – Menjadi catatan merah dalam dunia pendidikan jika dimobilisasi politik. Pakar Hukum Universitas Udayana,...

Iliustrasi

1 Desember 2020, 14:21 WIB

Kapolri Pimpin Upacara Puncak Peringatan HUT Korpolairud ke-70 Secara Virtual

JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Drs Idham Azis MSi, pimpin...

1 Desember 2020, 14:10 WIB

Peduli Warga Covid-19, Kapolres Majalengka Resmikan Program Polsek Cigasong

MAJALENGKA –  Kapolres Majalengka AKBP Dr.Bismo Teguh Prakoso didampingi Kapolsek Cigasong AKP Atik Suswanti meresmikan...

1 Desember 2020, 13:53 WIB

Terkait Sertifikat Ganda BPD Bali, OJK Baru Akan Koordinasi

Denpasar – Dikonfirmasi terpisah, manajemen tata kelola Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terkait munculnya kasus sengketa...

OJK Bali.

1 Desember 2020, 13:17 WIB

loading...