Minggu, 12 Januari 2020 - 20:11 WIB

Bambang Haryo saat bertemu Nelayan Pancer Banyuwangi

Bambang Haryo saat bertemu Nelayan Pancer Banyuwangi

Lihat, Kisah Bambang Haryo temui Nelayan Lobster Yang Kini Kesulitan

Banyuwangi – Pagi buta, Jumat (10/1) sekira pukul 04.00 WIB, Kereta Mutiara Timur yang membawa Bambang Haryo Soekartono dari Surabaya, tiba di stasiun karangasem, Banyuwangi kota.

Usai tiba di Banyuwangi, Bambang Haryo yang menggunakan kemeja putih lengan panjang, langsung menumpangi mobil pribadinya, bos DLU itu menuju ke selatan Banyuwangi.

Ya, agenda anggota DPR-RI periode 2014-2019 ke selatan Banyuwangi itu, lantaran ingin melihat langsung kondisi nelayan lobster daerah itu yang kini kehidupannya terpuruk akibat terkendala perizinan penangkapan dan pengeluaran lobster yang diterbitkan Menteri KKP sebelumnya Susi Pudjiastuti melalui Permen KP 56 Tahun 2016.

Dua jam perjalanan dari Banyuwangi kota menuju dusun Pancer, Desa Sumber Agung, Pesanggaran, Banyuwangi. Bambang Haryo tampak semangat memberikan perhatiannya dengan bertemu Nelayan lobster.

Bambang Haryo turun tepat di dermaga Nelayan Pancer, dia tampak berbincang-bincang dengan beberapa nelayan dan supplier ikan yang berada persis di dekat dermaga.

“Wah, ada ikan apa yang dijual ini ibu”Tanya Bambang Haryo, dengan nada ramah, kepada salah satu penjual. Dijawab, ya ada ikan putihan, cakalang, bakaran, baby tuna dan lainnya pak. Kalau lobster ada tidak? tanya Bambang Haryo, namun penjual tersebut mengatakan, Lobster tidak ada, sulit. Ucap penjual.

Berbincang-bincang sekitar 30 menitan, Bambang haryo kemudian menuju ke utara dermaga dan bertemu Nelayan yang sedang memperbaiki jaring. Bambang Haryo pun langsung menanyakan mengenai kesulitan dan kendala para Nelayan lobster.

“Masyarakat Nelayan ini,bisa sejahtera bisa punya perahu sendiri, dengan penghasilan perharinya sangat memungkinkan pak. Semua warga di Pancer ini, punya perahu tanpa bantuan Pemerintah”Kata salah satu Nelayan asal Pancer kepada Bambang Haryo.

Bambang Haryo kemudian menjawab, Meskipun Nelayan tambah banyak, lobster yang didapat juga banyak. Nelayan tadi kemudian menyebutkan bahwa lobster ini ada 7 macam, namun yang diambil cuman bibitnya 2 macam. Tapi, di laut luas itu tidak bisa kami ambil, cuma didarat. Imbuh Nelayan Lobster.

“Lobster di Indonesia itu, ada riset yang mengatakan jumlahnya 3 Milyar, ada riset juga yang mengatakan jumlahnya 100 Milyar, disini lobsternya tidak terhingga. Jadi inilah, karunia dari yang maha kuasa untuk masyarakat di sekitar sini, dan itu harus dimanfaatkan”Ucap Bambang Haryo.

Simak Videonya disini

Artikel ini telah dibaca 1231 kali

loading...
Baca Lainnya

Komunitas GESIT Akan Gelar Podcast Warganet Ajak Masyarakat Dukung Kebijakan Pemerintah Atasi Pandemi Covid-19

Penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani dan...

23 September 2020, 09:12 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan UMKM

Oleh : Zakaria Omnibus Law Cipta Kerja didesain oleh pemerintah, tidak hanya untuk pekerja tapi...

22 September 2020, 23:58 WIB

Kalangan Media dan Milenial Harus Aktif Dukung Penanganan Covid-19

Oleh : Rahmat Soleh Pemerintah saat ini sedang fokus menangani Covid-19 yang masih terus terjadi....

22 September 2020, 23:50 WIB

Masyarakat Menolak Konsep Usang KAMI

Oleh : Putu Raditya KAMI yang diprakarsai oleh Din Syamsudin dkk berjanji akan menyelamatkan Indonesia....

22 September 2020, 04:20 WIB

Mengutuk Kekejaman KKSB Papua

Oleh : Sabby Kossay Kelompok kriminal separatis bersenjata adalah kumpulan pemberontak yang terus meneror masyarakat...

21 September 2020, 20:53 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Bangkitkan Perekonomian Bangsa

Oleh : Alfisyah Dianasari Pembahasan RUU Cipta Kerja terus dipercepat. Publik pun meyakini bahwa Omnibus...

21 September 2020, 19:53 WIB

loading...