Senin, 27 Januari 2020 - 16:25 WIB

Menarik, Diskusi KMI Kupas “Urgensi Omnibus Law Mempercepat Transformasi Ekonomi Indonesia”

Upaya Pemerintah Indonesia dan DPR yang tengah menggodok RUU Omnibus Law mendapat apresiasi dan dukungan dari Kaukus Muda Indonesia (KMI).

Omnibus Law dinilai KMI sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan iklim investasi di Indonesia yang stagnan.

“Pada 2019 tingkat pertumbuhan investasi di Indonesia dapat dibilang stagnan, yaitu hanya berada pada batas bawah 5%.” ujar Ketua KMI Edi Homaidi kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

“Stagnansi investasi di Indonesia merupakan imbas dari sulitnya iklim investasi dan perizinan di Indonesia,” sambung Edi.

Berdasarkan realitas itulah, kata Edi, Omnibus Law diharapkan menarik investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Hal ini tentu akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan. Apalagi ditahun 2024, Indonesia mempunyai cita-cita keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah karena potensi untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan kelas menengah sangat besar,” tuturnya.

Edi menjelaskan pembentukan Omnibus Law harus menjawab pelbagai persoalan, salah satunya adalah tumpang tindihnya peraturan perundang – undangan yang selama ini kerapkali menghambat iklim investasi.

“Untuk itu, konsep Omnibus Law yang digagas Presiden Jokowi diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mempercepat transformasi ekonomi serta dapat meningkatkan iklim investasi di Indonesia,” tandasnya.

Saat dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Kaukus Muda Indonesia (KMI), Wasil mengatakan, pihaknya pada hari Kamis ini akan mengadakan diskusi terbuka tentang urgensi Omnibus Law.

“Temanya : Urgensi Omnibus Law dalam Mempercepat Transformasi Ekonomi Indonesia. 30 Januari 2020, pukul 13.00 WIBi di Hotel Central, Jl.Pramuka, Jakarta Pusat,” tuturnya.

Menurut Wasil, diskusi nanti akan menghadirkan narasumber penting.

” Ada Prof. Firmansyah (Ekonom dan Rektor Universitas Paramadina), Kamarussamad (Anggota DPR Fraksi Gerindra), Dr. Ahmad Redi (Tim Penyusun RUU Omnibus Law) dan juga Haiyani Rumondang ( Ditjen PHI Kemenaker),” ungkapnya.

Diskusi ini, kata Wasil, bersifat terbuka untuk umum. Mengingat baik dan pentinganya tema diskusi tersebut.

“Jadi, bagi anda semuanya jangan lewatkan diskusi bagus ini. Silahkan datang dan mari berdiskusi bersama,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 81 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dengan Pengaturan Upah Minimum yang Layak

Oleh : Ade Kurniawan Para pekerja deg-degan menunggu peresmian omnibus law RUU Cipta Kerja, karena...

30 September 2020, 05:35 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Laksanakan 3 M

Oleh : Zulfikar Penambahan pasien Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk...

30 September 2020, 05:23 WIB

Waspada Manuver KAMI Politisasi Isu PKI

Oleh : Edi Jatmiko Jelang peringatan peristiwa gerakan 30 september, selalu ada isu kebangkitan PKI...

30 September 2020, 05:17 WIB

Menengok Harta Kekayaan Cabup Sidoarjo, Ternyata Cabup Ini Paling Terkaya

Sidoarjo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah umumkan laporan harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para...

29 September 2020, 21:33 WIB

Mewaspadai Manuver KAMI Bermuatan Politis

Oleh : Ahmad Bustomi Masyarakat dipusingkan dengan ulah anggota KAMI yang mejeng di berita TV...

29 September 2020, 03:55 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus

Oleh : Abner Wanggai Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan Otsus Papua. Otsus tersebut dianggap membawa...

29 September 2020, 03:48 WIB

loading...