Skandal Jiwasraya, SBY : Agar Negara Tidak Salah Mengadili dan Menghukum Seseorang

- Editorial Staff

Rabu, 29 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara terkait kasus PT Asuransi Jiwasraya.

Melalui tulisan panjang bertajuk ‘Penyelesaian Kasus Jiwasraya akan Selamatkan Negara dari Krisis yang Lebih Besar’, SBY menyebut ada 7 Arena Penyelidikan dan Penyelesaian Krisis Jiwasraya.

“Menurut pendapat saya, paling tidak ada 7 arena investigasi yang harus disentuh atau dimasuki,” kata SBY seperti diunggah di Facebook, Senin (27/1/2020).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diantara 7 arena tersebut, SBY mempertanyakan kerugian negara yang sebenarnya, berikut lima tersangka yang kini resmi di tahan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Arena 1: Berapa triliun jebolnya keuangan Jiwasraya? Meskipun sudah banyak beredar jumlah kerugian atau uang yang raib di BUMN ini, antara lain dari sumber BPK, namun investigasi harus bisa menentukan jumlah ini secara akurat.

“Benarkah jumlah kerugian untuk Jiwasraya sebesar 13,7 triliun rupiah? Benar pulakah Asabri juga mengalami kerugian sebesar 10 hingga 16 triliun rupiah?” jelasnya.

Arena 2: Mengapa jebol? Benarkah jebolnya keuangan di BUMN ini karena penempatan (placement) dana investasi perusahaan pada saham-saham yang berkinerja buruk?

Penempatan dana perusahaan yang ceroboh dan keliru ini disengaja atau tidak? Apakah memang penempatan dana korporat yang salah ini disengaja karena ada yang ingin mengambil keuntungan secara pribadi?

Arena 3: Siapa yang bikin jebol? Menurut SBY hal ini perlu dilakukan investigasi siapa saja yang menyebabkan jebolnya keuangan BUMN tersebut.

“Benarkah hanya 5 orang sebagaimana yang diduga oleh kejaksaan agung kita? Adakah aktor intelektual yang bekerja “di belakang”? Hal ini sangat penting agar negara tidak salah mengadili dan menghukum seseorang,” paparnya.

Seperti diketahui, kendati belum merinci alasannya, Kejagung hingga kini telah menetapkan lima tersangka dan menahan mereka terkait dugaan korupsi di Jiwasraya.

Lima tersangka yaitu Benny Tjokrosaputro adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX), Heru Hidayat adalah Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Hary Prasetyo merupakan Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018.

Ada pula Hendrisman Rahim, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018, dan Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya.

Berita Terkait

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak
Tugas Utama AHY Setelah Dilantik Jokowi
Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers
Marissya Icha Lakukan Protes Karena Dapat Suara Sedikit
Pencabutan Subsidi BBM untuk Makan Siang, Ini Respon Gibran
Anggota KPPS Meninggal, KPU Beri Santunan 36 Juta dan Biaya Pemakaman
Suara Prabowo-Gibran di Quick Count Akan Sama dengan Real Count
Selesai Bertugas, Anggota KPPS Palangkaraya Meninggal Dunia

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 08:53 WIB

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Kamis, 22 Februari 2024 - 12:07 WIB

Tugas Utama AHY Setelah Dilantik Jokowi

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:28 WIB

Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:47 WIB

Marissya Icha Lakukan Protes Karena Dapat Suara Sedikit

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:43 WIB

Pencabutan Subsidi BBM untuk Makan Siang, Ini Respon Gibran

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:38 WIB

Anggota KPPS Meninggal, KPU Beri Santunan 36 Juta dan Biaya Pemakaman

Sabtu, 17 Februari 2024 - 18:05 WIB

Suara Prabowo-Gibran di Quick Count Akan Sama dengan Real Count

Sabtu, 17 Februari 2024 - 18:00 WIB

Selesai Bertugas, Anggota KPPS Palangkaraya Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Politik

Syarif Hasan: Hak Angket Pemilu itu Kontraproduktif

Senin, 26 Feb 2024 - 10:10 WIB

Politik

38,1 Persen Pemilih AMIN Setuju Pemilu Banyak Kecurangan!

Senin, 26 Feb 2024 - 10:06 WIB

Politik

TKN Fanta Ingin Kabinet Prabowo Banyak Anak Muda

Senin, 26 Feb 2024 - 10:04 WIB