Pilbup Sidoarjo, Rekom Gerindra Mengerucut ke Bambang Haryo

Bambang Haryo memberikan keterangan Pers di Roemah Djoeang Sidoarjo (Foto : deliknews.com)

Bambang Haryo memberikan keterangan Pers di Roemah Djoeang Sidoarjo (Foto : deliknews.com)

Sidoarjo – Rekom Partai Gerindra di Pemilihan Bupati Sidoarjo 2020, mengerucut ke satu nama. Ini setelah sejumlah mekanisme penjaringan telah dilakukan oleh Partai besutan Prabowo Subianto itu.

Wakil ketua DPD Gerindra Jawa Timur sekaligus koordinator daerah pemilihan (kordapil) Surabaya dan Sidoarjo Abdul Malik, menyebut mekanisme di Gerindra sudah jelas. Rekomendasi yang dikeluarkan oleh partai berdasarkan mekanisme yang ada.

“DPD tidak bisa ikut campur karena itu murni urusan DPC. Nanti yang menentukan rekom itu adalah DPP Gerindra,” katanya.

Partai Gerindra hanya punya tujuh kursi di legislatif Sidoarjo, kurang tiga kursi untuk memenuhi syarat mengusung calon sendiri. Maka dari itu para calon harus bersinergi, berjuang mencari koalisinya. “Yang saya tahu, yang kita baru melihat hanya pak Bambang Haryo Soekartono (BHS, Red),” imbuhnya, Jumat (7/2)

Abdul Malik menegaskan, partai Gerindra otomatis harus memilih kader terlebih dahulu. Gerindra akan memilih calon yang pasti, populer, yang sudah berjuang. Sosok calon bupati ke depan adalah sosok yang bisa membangun dan memajukan Sidoarjo. Sudah berani memasang baliho, berani mendirikan posko pemenangan. “Yang berani lagi, dia mengadakan deklarasi. Itu yang bagus menurut kita. Mau berbakti untuk Sidoarjo,” ungkapnya.

Partai Gerindra tegas memilih. Abdul Malik menambahkan, andai kata yang keluar rekom adalah BHS maka Mimik Idayana harus patuh mengikuti aturan partai. “Tidak boleh dia calon dari calon partai lain. Tidak ada di Gerindra dua matahari,” katanya.

Sementara itu, Suwono, Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo mengatakan sejak dibuka penjaringan calon di Gerindra tanggal 25 Oktober ditutup pada 15 November 2019 hanya ada empat nama daftar untuk calon W1 yakni BHS, Ambudi Putra Laksana, Agung Sudiyono Anfaunnas dan Iwan Sumartono.

Ketua penjaringan sudah melakukan beberapa survei dalam artian kunjungan ke rumah yang bersangkutan. “Siapa yang kita ajukan? Itu yang mengikuti mekanisme dan tahapan-tahapan partai. Dan hanya satu nama yang mengerucut yakni BHS,” ungkapnya.

Kemudian DPC melalui tim penjaringan sudah menyodorkan mengirimkan data ke DPD ataupun ke DPP. Karena ada kunjungan dari tim DPP yang turun ke DPD untuk menanyakan kondisi di Sidoarjo pada bulan Desember 2019 lalu. “Rekom sepenuhnya hak DPP,” tegasnya.

Lebih lanjut, terkait koalisi hal senada diungkapkan Suwono bahwa Gerindra tidak menutup kemungkinan melakukan koalisi lain, termasuk dengan PKB.

Video

Comment