Minggu, 9 Februari 2020 - 13:50 WIB

Aduh! Sudah Ditangkap, Korban Cabul Coli Kini Bertambah

TANGERANG – Unit Reserse Kriminal Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten menangkap Ujang alias Coli (23) karena diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur. Coli mengaku haus seksual karena sering melihat video porno di YouTube.

Penangkapan Coli berawal dari laporan seorang ibu yang menyebut putranya menjadi korban sodomi. Berdasarkan laporan itu, petugas melakukan penyelidikan.

Korban berinisial SR (13) mengaku dirinya dipaksa melayani Coli sekitar bulan lalu.

Dari hasil keterangan SR, terkuak korban lainnya, yaitu AA (15), MHK (13) dan FA (12).

Kepada para korban Coli selalu menjanjikan uang dan mengerjakan PR sekolah para korban. Coli saat SMA dikenal siswa berprestasi di salah satu sekolah negeri di Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Kapolsek Balaraja Kompol Feby Harianto mengatakan, Coli ditangkap di rumahnya pada Kamis 6 Februari 2020, saat sedang bermain game online.

“Ujang alias Coli sempat melarikan diri ke Cianjur selama beberapa minggu. Dan petugas sempat melakukan pencarian ke wilayah tersebut,” kata Feby, Sabtu (8/2/2020).

“Namun tidak berapa lama kami mendapat informasi kalau Coli sudah kembali ke rumahnya di Kampung Haluan Tegal, Desa Tobat, Balaraja,” imbuhnya.

Coli mengaku, dalam melakukan aksi dia mengajak para korban melalui media sosial Facebook, Instagram dan grup WhatsApp yang diberi nama ‘Squad Santuy’ dan ‘Video Viral’.

“Dari grup WA tersebut, pelaku mengajak korban bergabung. Karena pelaku adalah adminnya. Setelah itu, dilihat siapa saja yang aktif di grup Squad Santuy akan disaring dan dimasukkan di grup Video Viral.

Di dalam grup Video Viral tersebut, pelaku mem–posting kegiatan seksual sodomi dan korbannya adalah anak laki–laki di bawah umur,” jelasnya.

Sementara itu korban SR sendiri sempat diberi uang Rp 10 ribu dan diajarkan semua pekerjaan rumah yang diberikan sekolahnya. Namun akibat tindakan asusila yang dilakukan Coli, SR sempat dirawat.

“Tersangka Coli kami jerat Pasal 82 UU No 17/2016 dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara. Kami masih melakukan pengembangan, terkait apakah ada penambahan korban atau tidak,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 19911 kali

loading...
Baca Lainnya

Vaksinasi dan Disiplin Protokol Solusi Cegah Penyebaran Corona

Oleh: Putu Prawira Vaksinasi nasional adalah harapan baru untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Pemberian imunisasi wajib...

5 Desember 2020, 04:37 WIB

UU Cipta Kerja Memperbaiki Iklim Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus

Oleh : Alfisyah Dianasari Omnibus law UU Cipta Kerja begitu dahsyat sehingga digadang-gadang akan mengubah...

4 Desember 2020, 23:14 WIB

Deklarasi Papua Merdeka Benny Wenda Tidak Diakui

Oleh : Sabby Kosay Benny Wenda menjadi sorotan karena tiba-tiba mendeklarasikan negara Papua Barat dan...

4 Desember 2020, 22:22 WIB

Pembubaran Lembaga Nonstruktural Demi Penyederhanaan Birokrasi

Oleh : Zakaria Masyarakat kembali dikejutkan dengan langkah Presiden Jokowi yang membubarkan 10 lembaga negara....

4 Desember 2020, 22:13 WIB

Dukung Pemerintah, Media Kata Indonesia Gelar Live Podcast Ajak Masyarakat Sukseskan Penanganan Covid-19 Lewat Protokol Kesehatan dan Vaksinasi

Dirjen Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkominfo pada Oktober 2020 mencatat ada 1.731 berita hoaks yang...

4 Desember 2020, 19:48 WIB

Kapolri Tegaskan Tindak Tegas Siapapun yang Langgar Ketertiban Umum

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan organisasi...

3 Desember 2020, 23:47 WIB

loading...