Kamis, 13 Februari 2020 - 19:21 WIB

Bambang Haryo Prihatin Tenggelamnya 3 Siswa di Kalipucang Sidoarjo

Sidoarjo – Calon Bupati Sidoarjo, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono mengaku turut prihatin dan ikut berduka atas musibah tenggelamnya tiga siswa di kali pucang Sidoarjo, Rabu (12/2) sore kemarin.

“Saya turut prihatin, dan ikut berbelasungkawa atas musibah tersebut, dan semoga ini tidak terjadi lagi di Sidoarjo”Kata Bambang Haryo, Kamis (13/2).

Dikatakan Bambang Haryo, musibah yang terjadi Ini, bukti bahwa, pengawasan terhadap masyarakat yang ingin memanfaatkan sungai untuk kegiatan atau aktivitas di sungai masih kurang.

“ini, perlu lebih ditingkatkan lagi karena anggaran daripada Kebencanaan akibat alam atau non-alam ini perlu di cukupkan dan tentu kita mengharapkan instansi terkait, bisa memberikan rambu-rambu informasi yang jelas kepada masyarakat bahwa sungai tersebut dalam keadaan bahaya, sehingga ada pelarangan”Katanya

Dia melanjutkan, bahwa informasi mengenai potensi bencana harus di informasikan kepada publik secara terus menerus sebagaimana dalam UU No 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, juga informasi tertulis yang disediakan kepada penduduk di bantaran sungai.

Selanjutnya, kata Politisi Partai Gerindra ini, Disamping sosialisasi mitigasi bencana, penyelamatan dan perlindungan juga perlu di sosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

“Masyarakat di sekitar bantaran sungai, itu harus ada pelatihan pendidikan penanggulangan bencana untuk penyelamatan, dan tugas tersebut diberikan kepada warga yang memiliki kecakapan”Kata BHS

Dikatakan Bambang, mengenai pendidikan dan pelatihan penyelamatan ini, harus dimasukkan dalam anggaran BPBD, anggaran ini untuk melatih masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Ini karena, menurut Bambang Haryo, sungai dan kanal yang ada di wilayah Sidoarjo jumlahnya ratusan, bahkan ribuan, jadi bisa diantisipasi dengan cara itu tadi.

Kemudian, kata Bambang, pengawasan orang tua atau wali murid, maupun guru juga penting dilakukan,terhadap anak murid, jadi para pelajar ini harus terpantau dari sekolah sampai ke rumah.Ungkapnya.

Bambang kembali mengatakan, sebagai anggota DPR-RI periode 2014-2019 yang pernah duduk di komisi V, dalam kejadian tenggelamnya 3 pelajar di Sidoarjo, setelah mendapatkan informasi, dirinya terus menekan kepada BNPB dan BPBD untuk segera melakukan pencarian korban dengan kekuatan maksimal.

Sebelumnya di informasikan, tiga siswa yakni Aan Nuch Hasan (13) siswa SMP N 5 asal Desa Pagerwojo, Buduran, Sidoarjo Moch Rully Kurniawan (13), siswa SMP N 5 Sidoarjo tinggal di Jalan Kartini, Kelurahan Sidokumpul, Sidoarjo dan Dafaldi (13) siswa SMP N 5 tinggal di Jalan Kartini tenggelam di kalipucang saat berenang di kali tersebut,

Ketiganya, tak bisa menahan derasnya arus hingga terseret. Hingga berita ini di tulis, 2 siswa telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 1 siswa masih dinyatakan hilang, namun akhirnya ditemukan di bluru kidul oleh Petugas gabungan dari BPBD.

Artikel ini telah dibaca 822 kali

loading...
Baca Lainnya

Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat Mempercepat Penanganan Covid-19

Oleh : Andi Atgas Pandemi covid-19 telah kita lalui selama berbulan-bulan, namun kita tak boleh...

29 November 2020, 03:13 WIB

Masyarakat Mendukung Penerapan UU Cipta Kerja

Oleh : Dodik Prasetyo UU Cipta Kerja yang diresmikan oktober 2020 lalu baru bisa dijalankan...

29 November 2020, 03:05 WIB

Masyarakat Papua Tolak Provokasi Separatis

Oleh : Agnes Lokbere Kaum separatis terus memprovokasi agar warga asli Papua mau membelot ke...

29 November 2020, 02:49 WIB

Masyarakat di Daerah Menolak Kunjungan Rizieq Shihab

Oleh : Zakaria Rizieq Shihab tiba di Indonesia dan bersemangat untuk melakukan safari ceramah. Namun...

28 November 2020, 22:55 WIB

Penceramah Gunakan Ujaran Kebencian Layak Ditinggalkan

Oleh : Raavi Ramadhan Ceramah Habib Rizieq memiliki ciri khas, yakni penuh kontroversi dan menggemparkan....

28 November 2020, 07:03 WIB

Vaksin Covid-19 Aman dan Efektif Untuk Masyarakat

Oleh : Dodik Prasetyo Pemerintah terus bekerja keras untuk menyediakan obat dan vaksin guna memutus...

28 November 2020, 06:52 WIB

loading...