Wah, Inilah Empat Wilayah Rawan Narkoba di Tangerang

  • Whatsapp

TANGERANG – Mendapat predikat tingkat peredaran narkoba yang tinggi, Kabupaten Tangerang, Banten, terus berupaya menekan angka tersebut.

Dalam dua bulan terakhir satuan Narkoba Polresta Tangerang berhasil menangkap lebih dari 60 tersangka pengedar narkoba. Dua minggu ini juga sudah berhasil menangkap 20 pengedar narkoba.

Muat Lebih

Hal tersebut dikatakan Kapolresta Tangerang, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Senin, 24 February 2020. “Saya mengatakan kalau saat ini Kabupaten Tangerang darurat narkoba dan masuk zona merah dalam peredaran narkotika,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pada tahun 2019 para pengedar serta pengguna narkoba didominasi oleh kaum milenial, yang ternyata kebanyakan masih sekolah. “Namun sekarang malah beralih kebanyakan mereka berasal dari para pekerja pabrik,” kata Ade Ary Syam Indradi.

Hal ini diperkuat dengan hasil data penangkapan Satuan Narkoba Polresta Tangerang. “Dalam dua bulan kami berhasil mengamankan lebih dari 60 pelaku pengedar serta pemakai narkotika, kemudian dua minggu saja kami sudah mengamankan 20 tersangka. Hal ini jelas kalau Kabupaten Tangerang Darurat Narkoba,” tegas Ade Ary.

Ade Ary juga sangat menyayangkan bahwa peredaran narkoba sudah masuk ke pelosok Kabupaten Tangerang. Juga banyak sekali modus yang digunakan oleh para pengedar.

“Saya sangat prihatin, karena sekarang narkoba sudah masuk daerah pedalaman Kabupaten Tangerang. Seperti di Solear, Paku Haji, dan juga Cisoka. Mengingat daerah ini memang sangat jauh dari pusat kota Pemerintah Kabupaten Tangerang,” urainya.

“Upaya terus kami lakukan, mulai sosialisasi bahaya narkoba ke seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Tangerang, juga pemahaman mengenai hukuman kepada para pengedar narkoba,” imbuhnya.

Saat ini pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi ke seluruh pabrik–pabrik yang ada di Kabupaten Tangerang. Mengingat banyaknya buruh pabrik yang kedapatan menjual serta menggunakan narkoba.

Dalam kesempatan ini, Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi juga mengimbau agar masyarakat bisa menjaga lingkungannya dari bahaya narkoba. Karena kejahatan narkoba bukan hanya tugas kepolisian saja, tetapi menjadi tugas bersama.

Ketika ditanya mengenai daerah mana saja yang memang menjadi zona merah peredaran narkoba, Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam menjelaskan ada 4 wilayah yang memang menjadi fokus perhatian.

“Kami sudah memetakan ada 4 wilayah rawan peredaran narkoba, yaitu di Cikupa, Pasar Kemis, Tigaraksa dan Rajeg. Namun bukan berarti kami lengah untuk wilayah yang lainnya,” pungkasnya.

 

Pos terkait

loading...