KDRT Suami Tusuk Kemaluan Istri Pake Kayu Dapur

  • Whatsapp

Nias Selatan, Deliknews – Kapolres Nias Selatan AKBP I Gede Nakti Widhiarta,S.I.K menggelar Konferensi Pers terkait penahanan tersangka kekerasan dalam rumah tangga, berinisial FDH (27 th) warga Desa Amuri Kecamatan Lolowau Kabupaten Nias Selatan, Jumat (27/02/2020) jalan Mohammad Hatta Pasar Telukdalam Nias Selatan.

“Tersangka menuduh istrinya selingkuh, dengan melakukan penganiayaan dan memasukkan sebilah kayu dikemaluan korban berinisial ADB” jelas Nakti.

Kronologis kejadian berawal pada Sabtu, 04/02/2020) Korban AB (26 th) bersama anaknya berada dikamar, datang tersangka berinisial FDH (27 th) sembari bertanya kepada istrinya dengan mengatakan “selingkuh kau”. Kemudian tersangka mengambil sebilah pisau yang ada dekat tempat tidur, dan mengarahkan kepada korban sembari mengatakan kubunuh kau kalau tidak jujur.

Selanjutnya tersangka FDH menarik korban kesamping tempat tidur sambil membuka seluruh pakaian korban dan menendang paha sebelah kiri dan kanan si korban. Saat itu, tersangka menelepon keluarga korban dengan mengatakan “udah selingkuh saudarmu ini” ujar si tersangka.

Kemudian tersangka memberikan Handphone itu kepada sikorban sembari mengatakan”Suruh datang keluargamu, kalau tidak ku ikat kau dituang listrik”. Lalu sikorban mengatakan kepada keluarganya sesuai yang disuruh si tersangka kepadanya. Setelah itu, tersangka membawa si korban kedapur dan kembali menendangnya dibagian kaki dan paha silorban sebanyak 2 (dua) kali.

Kemudian korban melarikan diri, namun tersangka mengejar silorban sampai di depan rumah dan menendangnya yang disaksikan beberapa warga. Pelaku membawa korban kedalam rumah dan mengikatnya didapur. Pada saat itu, pelaku mengambil sebilah kayu yang ada didapur itu, dan menusukkannya si kemaluan sikorban.

Sementara tersangka FDH saat diwawancarai wartawan mengatakan bahwa ianya khilaf dan kejadian itu akibat dibawah pengaruh alkohol. “Saya khilaf, sangat menyesal dan minta maaf kepada keluarga istri saya” ungkapnya.

Terkait hal itu, Kapolres Nias Selatan AKBP I Gede Nakti Widhiarta,S.I.K mengatakan kepada wartawan bahwa, tersangka akan dikenakan pasal 44 ayat (1) Undang – undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara, tandas Nakti. (Sabar Duha)

Pos terkait

loading...