Sabtu, 29 Februari 2020 - 23:39 WIB

Lihat, Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang

TANGERANG – Polisi memeriksa 17 orang saksi dalam penyelidikan terhadap temuan limbah radioaktif jenis Cs 137 di perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono menuturkan, pihak yang diperiksa termasuk pegawai Badan Pengawas Tenaga Nuklir ( Bapeten) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

“Saksi sudah 17 orang yang diperiksa, meliputi (warga di) lingkungan sekitar, pegawai Batan, dan pegawai Bapeten,” kata Argo.

Sebelumnya, polisi baru memeriksa tujuh saksi dalam penyelidikan tersebut. Selain itu, aparat kepolisian juga menyita lima kemasan plastik berisi serpihan zat radioaktif jenis Cs 137 dari rumah milik warga berinisial SM di perumahan tersebut.

Polisi telah menggeledah dan menyegel rumah tersebut pada Senin (24/2/2020) silam. Zat tersebut dimasukan ke dalam wadah dan dititipkan ke Batan. Polisi juga menyita sejumlah data lainnya dari rumah tersebut. “Penyitaan terhadap satu bundel data timah ts 208, satu bundle.

Saat ini, polisi bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam menyelidiki penyebab keberadaan limbah radioaktif di daerah tersebut.

Aparat kepolisian yang turut menyelidiki terdiri dari Polda Metro Jaya, Polresta Tangerang Selatan, Puslabfor Polri, Tim Gegana Brimob, dan Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan, pihak Bareskrim sudah mengambil sejumlah sampel dari lokasi tersebut.

“Direktorat Tindak Pidana Tertentu dari Bareskrim, berdasarkan hasil olah TKP kemarin, sudah mengamankan beberapa sampel, termasuk tanah, untuk dilakukan selanjutnya penyelidikan terhadap bahan-bahan tersebut dan juga penyebab mengapa daerah tersebut terpapar radioaktif jenis Cs 137,” kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Diberitakan, temuan radiasi nuklir itu bermula pada akhir Januari lalu saat Bapeten mencoba alat pendeteksi radiasi yang baru dibeli.

Saat alat itu dibawa ke kompleks Perumahan Batan Indah, muncul indikasi adanya radiasi di lokasi itu. Di kawasan Serpong memang ada reaktor nuklir skala kecil.

Anehnya, di sekitar reaktor itu tidak ada indikasi radiasi. Indikasi radiasi justru muncul di perumahan warga yang letaknya 3 kilometer dari reaktor.

Bapeten akhirnya menemukan benda-benda yang pernah berhubungan dengan produk nuklir terkubur di sebuah tanah kosong di sela-sela rumah penduduk di Perumahan Batan Indah itu.

Artikel ini telah dibaca 36190 kali

loading...
Baca Lainnya

105 Desa di Papua Teraliri Listrik

Oleh : Timotius Gobay Walau terjadi pandemi Covid-19, program Papua Terang yang dicanangkan pemerintah pusat...

27 Januari 2021, 15:28 WIB

Kalangan Santri Siap Jadi Garda Terdepan Dalam Mensukseskan Program Vaksinasi

Pemerintah berusaha mewujudkan Indonesia Sehat mulai Tahun 2021 dengan mewajibkan semua orang yang memenuhi ketentuan...

26 Januari 2021, 16:34 WIB

Aturan Turunan UU Cipta Kerja Berpihak Pada Industri Rakyat

Oleh : Indra Kurniawan Saat ini Pemerintah terus mengoptimalkan pembahasan penyusunan aturan turunan UU Cipta...

26 Januari 2021, 04:04 WIB

Peran Aktif Generasi Muda Menjaga Identitas Bangsa Indonesia dari Bahaya Radikalisme dan Intoleransi

Oleh: Johan Syahbudin (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Kota Bandung) Diksi “radikalisme” sedang...

26 Januari 2021, 03:50 WIB

Puncak Cemara Sawahlunto Pukau Decak Kagum Bundo Kanduang Sumbar Rezka Oktoberia

Anggota DPR-RI dari fraksi Demokrat dapil II Sumatera Barat Rezka Oktoberia didampingi Runner Up Puteri...

25 Januari 2021, 14:17 WIB

Warganet dan Milenial Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19 Melalui Vaksinasi Nasional

Oleh : Putu Prawira Program Vaksinasi akan segera di gelar di Indonesia. Warganet dan milenial...

25 Januari 2021, 06:59 WIB

loading...