Rabu, 4 Maret 2020 - 19:55 WIB

Duh, Kapolresta Tangerang Sayangkan Aksi Anarkis Oknum Buruh

TANGERANG – Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Polda Banten mengamankan sepuluh buruh yang diduga melakukan penganiayaan serta pengrusakan saat aksi demo buruh Banten menolak Omnibus Law, Selasa (3/3/2020).

Korban yang merupakan salah satu karyawan pabrik mengalami pecah pada bibir atas, serta kedua gigi depannya copot.

Sementara pihak pabrik juga merasa dirugikan dengan aksi oknum buruh tersebut, karena terjadi penghentian produksi dan mengakibatkan kerugian materi.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade ary Syam Indradi mengatakan, kepolisian melakukan penangkapan oknum buruh berdasarkan laporan korban.

“Kami melakukan penangkapan, dan sebelumnya memang ada laporan dari korban penganiayaan juga disertai dengan rekaman cctv yang sempat viral di media sosial. Kami langsung melakukan penelusuran dan menangkap 10 oknum buruh tersebut semalam,” kata Ade Ary Syam Indradi, Rabu (4/3/2020).

Ade Ary sangat menyesalkan aksi anarkis yang dilakukan oknum buruh saat melakukan penyampaian pendapat.

“Sebelumnya kami dari pihak kepolisian selalu menekankan agar aksi penyampaian pendapat bisa dilaksanakan dengan damai. Tidak merusak apalagi membuat bahaya bagi masyarakat lainnya,”jelasnya.

Menurut Ade Ary Syam Indradi, ke 10 oknum buruh tersebut masih menjalani pemeriksaan.

“Kami masih melakukan pendalaman peran dari masing–masing oknum buruh yang saat ini diamankan di Polresta Tangerang,” jelasnya.

Sebelumnya, video penganiayaan serta pengrusakan yang dilakukan oknum buruh sempat viral di media sosial. Banyak warganet menyayangkan aksi tersebut, karena merugikan banyak warga. Lebih adri itu juga ada pemblokiran jalan serta pembakaran ban yang dilakukan di tengah jalan.

“Jadi para oknum buruh ini datang ke pabrik dan meminta agar para karyawan ikut dalam aksi yang pada saat itu berlangsung. Sedangkan berdasarkan keterangan bahwa pihak pabrik sudah mengirimkan perwakilan karyawannya untuk mengikuti penyampaian pendapat,” urai Kapolres.

Namun, lanjut Ade, okum buruh tersebut terus melakukan pengrusakan bahkan melakukan penganiayaan terhadap salah satu karyawan.

Seperti diketahui, para buruh menggelar demo besar–besaran ke gedung DPRD Provinsi Banten untuk menolak Rancangan Undang–Undang Ketenagakerjaan atau Omnibus Law Cipta Kerja. Sebelum berangkat ke Serang, masa buruh di kawasan industri Palem Manis, Jatiuwung, Kota Tangerang membakar sejumlah ban untuk memblokir jalanan.

Artikel ini telah dibaca 28788 kali

loading...
Baca Lainnya

UU Cipta Kerja Mendorong Kesejahteraan Rakyat

Oleh : Lisa Pamungkas Pemerintah berusaha membangkitkan kembali ekonomi Indonesia, dengan meresmikan UU Cipta Kerja....

29 November 2020, 17:21 WIB

Kerumunan Rizieq Shihab Timbulkan Klaster Baru Corona Perlu Ditindak Tegas

Oleh : Dodik Prasetyo Rizieq Shihab membuat ulah dengan sengaja mengundang 10.000 orang dalam pesta...

29 November 2020, 15:52 WIB

Masyarakat Papua Menolak Provokasi Benny Wenda

Oleh : Yusaac Wakum Salah satu pentolan gerakan separatis Papua, Benny Wenda terus memprovokasi masyarakat...

29 November 2020, 12:57 WIB

Masyarakat Sambut Positif Program Vaksinasi Covid-19

Oleh : Deka Prawira Ketika pandemi sudah kita lewati selama lebih dari 8 bulan, ada...

29 November 2020, 12:51 WIB

Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat Mempercepat Penanganan Covid-19

Oleh : Andi Atgas Pandemi covid-19 telah kita lalui selama berbulan-bulan, namun kita tak boleh...

29 November 2020, 03:13 WIB

Masyarakat Mendukung Penerapan UU Cipta Kerja

Oleh : Dodik Prasetyo UU Cipta Kerja yang diresmikan oktober 2020 lalu baru bisa dijalankan...

29 November 2020, 03:05 WIB

loading...