Rabu, 4 Maret 2020 - 21:51 WIB

Penanganan Virus Corona Sesuai Standar Internasional

Oleh : Aditya Ramadhan

RI dinyatakan Positif Corona menyusul pernyataan resmi 2 WNI terjangkit virus ini. Namun, warga diimbau untuk tetap tenang karena langkah antisipasi sudah sesuai prosedur WHO

Indonesia geger, pasca dikeluarkannya pernyataan resmi 2 WNI yang terdampak virus Corona atau Covid – 19. Virus yang diduga mematikan ini memang meresahkan. Kekhawatiran-kekhawatiran akan terjangkit virus ini begitu besar. Padahal, faktanya jika kita dalam keadaan sehat walafiat tidak akan terkena virus atau berbagai macam penyakit.

Pasalnya, virus ini memang menyerang imunitas atau kekebalan tubuh. Prinsipnya jika kondisi kesehatan kita bagus tentunya tidak akan terpapar virus ini. Sehingga upaya pertama ialah menjaga kesehatan tubuh. Baru kemudian langkah selanjutnya, menjaga kebersihan termasuk mencuci tangan ketika habis bepergian atau keluar rumah hingga pemakaian masker.

Virus yang memanaskan kota Wuhan beberapa waktu lalu ini bahkan sempat dituding sebagai virus buatan. Namun, nyatanya berita tersebut hanya hoax semata. Sebagai langkah antisipasi, Indonesia sendiri telah menerapkan segala langkah sesuai prosedur WHO.

Mulai dari penerapan travel ban hingga pembatasan eskpor impor. Dari pengiriman masker untuk para WNI yang berada di luar negeri hingga pemulangan ratusan WNI dari kota Wuhan yang sebelumnya mendarat di pulau Natuna sebagai langkah observasi dan karantina. Sehingga penanganan virus ini memang sudah dirasa optimal.

Sebelumnya, Pemerintah secara resmi menyampaikan Indonesia terkena dampak COVID-19 atau virus corona. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang kemudian dijelaskan secara rinci oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Terawan menyatakan, ini merupakan kasus pertama virus corona di Indonesia yang dialami oleh 2 WNI dan tinggal di wilayah Depok, Jawa Barat. Dia merincikan jika suspect ini telah terdeteksi sejak 1 maret lalu. Yang disusul upaya karantina kepada korban.

Berdasarkan pernyataan MenKes ini, 2 WNI tersebut terkena corona, setelah melakukan kontak dengan Warga Jepang yang diketahui positif corona. Terawan yakin jika 2 WNI tersebut merupakan teman dekat. Namun, sama sekali tidak ada riwayat melakukan kunjungan ke luar negeri. Karena warga Jepang tersebut yang menyambangi rumah sang korban.

Sebelum dinyatakan positif virus corona, 2 WNI tersebut telah dinyatakan sebagai orang dalam pengawasan [ODP]. Sehingga langsung ada upaya karantina sebagai langkah antisipasi.

Dirinya juga mengklaim telah membesuk 2 pasien tersebut di ruang isolasi, yang berlokasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof dr Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara. Dan telah dinyatakan dalam kondisi sehat, bahkan sudah melakukan aktivitas melalui ponselnya.
Terawan menambahkan, sudah mengecek semuanya. Pasien dalam keadaan baik, tidak sedang demam, atau sesak napas hingga makan dan komunikasi dengan pasienpun berjalan sangat baik.

Saat merespon pertanyaan para wartawanpun Terawan tampak penuh senyum. Dirinya menegaskan bahwa pemerintah hingga saat ini telah melakukan langkah antisipatif yang rasional dalam menanggulangi wabah ini.

Dirinya juga mengatakan bahwa yang terpenting ialah pihak laboratorium benar, jika hasilnya positif pastinya positif, serta pemerintah sudah benar melakukan langkah surveillance tracking, yakni langkah demi langkah sesuai prosedur. Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Terawan pun mengharap kepada seluruh warga agar tetap tenang dalam menghadapi virus ini.

Terkait WN Jepang yang menularkan virus ini bisa lolos dari Bandara diduga karena minum obat. Sehingga ketika mendarat melalui Malaysia, tidak ditemukan adanya tanda-tanda semacam demam atau lainnya. Dan kemudian WN tersebut melakukan kontak dengan WNI. Namun, terawan menuturkan tidak semua kontak langsung dengan penderita kemudian akan tertular. Kemungkinan WNI tersebut sedang dalam kondisi imun yang lemah.

Sementara itu, Pemerintah menyangkal tudingan yang menyebut pemerintah telah kecolongan akan hal ini. Terawan menyebutkan seluruh pintu masuk turis asing menuju Indonesia telah dilengkapi alat pendeteksi suhu tubuh, bahkan alat ini sudah sesuai standar keamanan yang telah ditetapkan oleh lembaga kesehatan dunia yakni WHO.

Berkaca dari pengalaman jika pemerintah kecolongan tentunya ketika memulangkan ratusan WNI dari Wuhan harusnya telah terpapar. Faktanya jika imunitas terjaga tidak akan mungkin terjangkit virus ini. Ini dari Wuhan lho yang notabene merupakan sarang Corona. Maka dari itu, imbauan demi imbauan kepada masyarakat masih terus digencarkan.

Terutama dalam hal menjaga kesehatan dan kebersihan. Pasalnya dua hal inilah yang wajib diperhatikan. Selain itu segala langkah antisipasi Pemerintah terhadap virus ini juga telah optimal. Bahkan juga bekerja sama dengan pihak WHO. Maka, warga masyarakat diharap tidak perlu khawatir.

Penulis adalah pengamat sosial politik

Artikel ini telah dibaca 51 kali

loading...
Baca Lainnya

Mengapresiasi Pemerintah Susun Rencana Vaksinasi Covid-19

Oleh : Edi Jatmiko Pemerintah sedang menyusun skema vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Masyarakat pun mengapresiasi...

30 September 2020, 23:19 WIB

Program Pemulihan Ekonomi Nasional Terus Dilaksanakan

Oleh : Aditya Akbar Pemerintah terus berusaha memulihkan sektor perekonomian, meskipun saat ini fokus untuk...

30 September 2020, 22:55 WIB

RUU Cipta Kerja Menambah Kesejahteraan Pekerja Kontrak

Oleh : Rita Efendi Pemerintah telah menginisiasi RUU Cipta Kerja melalui konsep Omnibus Law. Peraturan...

30 September 2020, 22:05 WIB

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dengan Pengaturan Upah Minimum yang Layak

Oleh : Ade Kurniawan Para pekerja deg-degan menunggu peresmian omnibus law RUU Cipta Kerja, karena...

30 September 2020, 05:35 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Laksanakan 3 M

Oleh : Zulfikar Penambahan pasien Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk...

30 September 2020, 05:23 WIB

Waspada Manuver KAMI Politisasi Isu PKI

Oleh : Edi Jatmiko Jelang peringatan peristiwa gerakan 30 september, selalu ada isu kebangkitan PKI...

30 September 2020, 05:17 WIB

loading...