Ketika Artis Syifa Hadju Cabut Laporan Polisi di Tangerang

- Editorial Staff

Jumat, 6 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG – Artis Syifa Hadju dipertemukan dengan tersangka HA yang mengancam membunuh dan memperkosannya. Usai bertemu, Syifa memutuskan untuk mencabut laporan yang dibuatnya karena menilai HA mempunyai iktikad baik.

“Saya tidak pernah sangka-sangka, mungkin rekan-rekan media tidak tahu anak saya. Anak saya adalah berkebutuhan khusus. Saya ibunya yang melahirkan sampai 25 tahun ujian saya belum selesai,” kata Sri Suwarni, ibunda HA sambil menangis pada Syifa saat ditemui Polres Metro Tangerang Selatan pada Jumat (6/3/2010).

“Tapi saya harus terima, Insya Allah itu jalan saya ke surga, kenyataan sepertinya itu. Mungkin mba Syifa tahu persis anaknya seperti apa. Tidak sesuai yang dituliskan di sosial media,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sri Suwarni berterima kasih pada Syifa karena telah memaafkan putranya. Ia juga tak lupa mendoakan Syifa selalu sukses.

“Saya sebagai ibu tidak kuat mau berkata apa. Saya hanya mau bilang terima kasih dari pihak keluarga pelapor,” sambung Sri Suwarni.

Menanggapi pernyataan dari ibunda HA, Syifa terlihat menyeka air matanya. Ia juga menegaskan telah mencabut laporan polisi pada HA dan menganggap permasalahannya ini telah selesai.

“Semuanya salah paham. Beliau ini adalah orangtua yang luar biasa. Jadi kita nggak perlu membesar-besarkan masalah ini sebenarnya. Semua sudah clear insya Allah,” kata Syifa.

Dia juga meminta masyarakat tidak melakukan perundungan pada HA. “Itu bakalan kayak roda yang terus berjalan, bully itu akan terus seperti itu,” lanjut Syifa. “Ini di-bully itu di-bully, terlapor itu di-bully, itu akan menjadi hal yang nggak pernah putus hal itu.”

Syifa memastikan bahwa HA bukanlah orang jahat. Dara cantik berusia 19 tahun ini ingin tidak ada lagi tindak bully seperti yang dialaminya.

“Justru yang kita pengin hentikan di sini adalah bully itu sendiri, bukan berarti orang ini bersalah terus disudutkan, bukan seperti itu hukumnya,” tutur Syifa. “Dan dengan pertemuan tadi, yang terjadi antara aku dan terlapor, dan juga orangtuanya, bukan berarti terlapor juga orang yang jahat, bukan seperti itu.”

Berita Terkait

Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis
Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah
Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025
Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara
Bupati Nisel Monitoring Pleno PPK Fanayama Dan Toma
Nurul Huda Merasa Ditelikung, Tiba-Tiba Sertifikat Rumahnya Sudah Dibalik Nama Oleh The Tomy
Polsek Lolowau Patroli Dan Pengaturan Lalin Di Pekan
Pleno Terbuka Tingkat PPK Sidua’ori Berjalan Sukses

Berita Terkait

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:08 WIB

Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:04 WIB

Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah

Kamis, 29 Februari 2024 - 22:56 WIB

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:27 WIB

Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Kamis, 29 Februari 2024 - 10:45 WIB

Bupati Nisel Monitoring Pleno PPK Fanayama Dan Toma

Kamis, 29 Februari 2024 - 00:36 WIB

Nurul Huda Merasa Ditelikung, Tiba-Tiba Sertifikat Rumahnya Sudah Dibalik Nama Oleh The Tomy

Rabu, 28 Februari 2024 - 23:23 WIB

Polsek Lolowau Patroli Dan Pengaturan Lalin Di Pekan

Rabu, 28 Februari 2024 - 20:43 WIB

Pleno Terbuka Tingkat PPK Sidua’ori Berjalan Sukses

Berita Terbaru

Regional

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Feb 2024 - 22:56 WIB