Jumat, 6 Maret 2020 - 23:07 WIB

Ketika Artis Syifa Hadju Cabut Laporan Polisi di Tangerang

TANGERANG – Artis Syifa Hadju dipertemukan dengan tersangka HA yang mengancam membunuh dan memperkosannya. Usai bertemu, Syifa memutuskan untuk mencabut laporan yang dibuatnya karena menilai HA mempunyai iktikad baik.

“Saya tidak pernah sangka-sangka, mungkin rekan-rekan media tidak tahu anak saya. Anak saya adalah berkebutuhan khusus. Saya ibunya yang melahirkan sampai 25 tahun ujian saya belum selesai,” kata Sri Suwarni, ibunda HA sambil menangis pada Syifa saat ditemui Polres Metro Tangerang Selatan pada Jumat (6/3/2010).

“Tapi saya harus terima, Insya Allah itu jalan saya ke surga, kenyataan sepertinya itu. Mungkin mba Syifa tahu persis anaknya seperti apa. Tidak sesuai yang dituliskan di sosial media,” tambahnya.

Sri Suwarni berterima kasih pada Syifa karena telah memaafkan putranya. Ia juga tak lupa mendoakan Syifa selalu sukses.

“Saya sebagai ibu tidak kuat mau berkata apa. Saya hanya mau bilang terima kasih dari pihak keluarga pelapor,” sambung Sri Suwarni.

Menanggapi pernyataan dari ibunda HA, Syifa terlihat menyeka air matanya. Ia juga menegaskan telah mencabut laporan polisi pada HA dan menganggap permasalahannya ini telah selesai.

“Semuanya salah paham. Beliau ini adalah orangtua yang luar biasa. Jadi kita nggak perlu membesar-besarkan masalah ini sebenarnya. Semua sudah clear insya Allah,” kata Syifa.

Dia juga meminta masyarakat tidak melakukan perundungan pada HA. “Itu bakalan kayak roda yang terus berjalan, bully itu akan terus seperti itu,” lanjut Syifa. “Ini di-bully itu di-bully, terlapor itu di-bully, itu akan menjadi hal yang nggak pernah putus hal itu.”

Syifa memastikan bahwa HA bukanlah orang jahat. Dara cantik berusia 19 tahun ini ingin tidak ada lagi tindak bully seperti yang dialaminya.

“Justru yang kita pengin hentikan di sini adalah bully itu sendiri, bukan berarti orang ini bersalah terus disudutkan, bukan seperti itu hukumnya,” tutur Syifa. “Dan dengan pertemuan tadi, yang terjadi antara aku dan terlapor, dan juga orangtuanya, bukan berarti terlapor juga orang yang jahat, bukan seperti itu.”

Artikel ini telah dibaca 980 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law Cipta Kerja Memberikan Kemudahan Peluang Usaha

Oleh : Intan Prameswari Makin banyak orang yang ingin membuka bisnis baru, namun sayangnya tebentur...

19 September 2020, 23:32 WIB

Strategi ‘Rem dan Gas’ Seimbangkan Fokus Kesehatan dan Ekonomi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh: Muhammad Sidiq (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Kota Bandung) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan...

19 September 2020, 22:44 WIB

KAMI Ancam Persatuan Bangsa

Oleh : Ahmad Kurniawan Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditolak mentah-mentah oleh masyarakat, karena dianggap...

19 September 2020, 21:41 WIB

Restoratif Justice Rezka Oktoberia Di Setujui Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, Tokoh Luak 50 Kota: Alhamdulillah

Keluarnya Peraturan Kejagung RI nomor 15 tahun 2020 di sambut baik oleh masyarakat. Apresiasi untuk...

19 September 2020, 15:29 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan Para Pencari Kerja

Oleh : Adiarso Wibowo Peresmian omnibus law Cipta Kerja dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia, terutama para...

18 September 2020, 22:22 WIB

PERAN TOKOH MASYARAKAT DAN MEDIA PENTING DALAM UPAYA MENANGGULANGI PANDEMI COVID-19

Oleh : Alfisyah Kumalasari Wabah pandemi Covid 19 di Indonesia tidak terasa telah memasuki bulan...

18 September 2020, 21:48 WIB

loading...