Jumat, 6 Maret 2020 - 22:32 WIB

Komjen Pol Agus Andrianto

Komjen Pol Agus Andrianto

Laporan Komjen Pol Agus Andrianto ke KPK, Sahabat Polisi Sebut Terlalu Dini Menuduh

Jakarta – Ketua Umum Sahabat Polisi, Fonda Tangguh menyebutkan pelaporan dugaan gratifikasi yang dialamatkan ke Komjen Pol Agus Andrianto terlalu dini.

Disebutkan dia, tuduhan itu harus di dasari bukti dan data yang lengkap, jadi tidak sekedar membawa tuduhan yang belum tentu itu salah.

“Boleh-boleh saja membuat pelaporan ke aparat penegak hukum (APH) atau ke Lembaga Anti Rasuah (KPK) sekali pun, dan itu hak setiap warga masyarakat”Kata Fonda di Jakarta, Jumat (6/3).

Namun, kata dia, laporan itu harus dibarengi dengan data-data yang akurat,jadi jangan terlalu dini menuduh,didalam menyampaikan permasalahan tersebut di publik dikarenakan sudah mencemarkan nama baik Komjen Pol Agus Andrianto dan tentunya dapat berimbas kepada diri pribadi beliau maupun institusi Polri.Ungkap Fonda.

Sebelumnya, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri itu dilaporkan oleh Joko Pranata Situmeang. Menurut Joko, gratifikasi diterima Agus pada saat menghadiri acara pernikahan adik ipar Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bachtiar Ahmad Sibarani, pada 22 Juni 2019.

“Dalam acara tersebut, beliau didaulat sebagai saksi dari pernikahan adik ipar Bupati Tapteng tersebut,” katanya di Gedung KPK, Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2020.

Diungkapkan juga oleh Kuasa hukum Ametro Adiputra Pandiangan, bahwa saat menghadiri pesta pernikahan tersebut, Agus Andrianto menerima fasilitas penggunaan pesawat khusus (carter), yang diyakini bahwa biaya penggunaan pesawat tersebut cukup mahal.

Menurut Joko, pihak pelapor, bahwa apa yang dilakukan Agus Andrianto telah menyalahi aturan, sesuai UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

” Dalam hal ini kita mengkualifisir tiket perjalanan yang diterima oleh Agus Andrianto itu adalah gratifikasi yang melanggar UU Tipikor Pasal 12 Huruf (a) dan (b) dan Pasal 12B,” ucapnya.

Patut diduga, tiket perjalanan naik pesawat khusus (carter) yang diterima Agus Andrianto dapat dikualifisir sebagai penerima gratifikasi, katanya.

Artikel ini telah dibaca 141 kali

loading...
Baca Lainnya

Wasapda Manuver KKSB Jelang Kelanjutan Otsus Papua Jilid 2

Oleh : Rebecca Marian Jelang otonomi khusus jilid 2, kewaspadaan di Papua makin ditingkatkan untuk...

24 September 2020, 01:26 WIB

Mewaspadai Provokasi KAMI Manfaatkan Situasi Pandemi Covid-19

Oleh : Raavi Ramadhan Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah tersebar di berbagai daerah,...

24 September 2020, 00:40 WIB

Komunitas GESIT Akan Gelar Podcast Warganet Ajak Masyarakat Dukung Kebijakan Pemerintah Atasi Pandemi Covid-19

Penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani dan...

23 September 2020, 09:12 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan UMKM

Oleh : Zakaria Omnibus Law Cipta Kerja didesain oleh pemerintah, tidak hanya untuk pekerja tapi...

22 September 2020, 23:58 WIB

Kalangan Media dan Milenial Harus Aktif Dukung Penanganan Covid-19

Oleh : Rahmat Soleh Pemerintah saat ini sedang fokus menangani Covid-19 yang masih terus terjadi....

22 September 2020, 23:50 WIB

Masyarakat Menolak Konsep Usang KAMI

Oleh : Putu Raditya KAMI yang diprakarsai oleh Din Syamsudin dkk berjanji akan menyelamatkan Indonesia....

22 September 2020, 04:20 WIB

loading...