Senin, 9 Maret 2020 - 15:28 WIB

Bambang Haryo saat berada di kompleks TPI Sidoarjo

Bambang Haryo saat berada di kompleks TPI Sidoarjo

Bambang Haryo Sebut Budaya Gemar Makan Ikan Cetak Generasi Cerdas

Sidoarjo – Melihat potensi nelayan tangkap ataupun nelayan budidaya di Sidoarjo yang luar biasa, Bakal Calon Bupati Sidoarjo (Bacabup) Sidoarjo Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS) ingin memaksimalkan potensi ini. Terutama pada produk ikan budidaya seperti mujair, udang windu dan bandeng.

Untuk itu menurut mantan anggota DPR RI 2014-2019 ini, perlu adanya perbaikan kualitas air tambak agar lebih memenuhi standar mutu budidaya. “Ini harus di cek untuk diberdayakan lagi. Ikon Sidoarjo, udang windu dan bandeng bisa kembali eksis,” katanya.

Sehingga dengan kualitas budidaya yang baik, masyarakat terutama anak-anak di Sidoarjo bisa mendapatkan kualitas ikan sebagai sumber omega 3 yang baik pula. Dimana konsumsi ikan memiliki segudang manfaat seperti dapat meningkatkan kecerdasan, mempercepat tumbuh kembang anak dan menurunkan angka stunting yang saat ini masih banyak dijumpai.

Lebih lanjut, BHS ingin budaya makan ikan bisa menggema di Sidoarjo. Terutama gemar makan ikan bandeng karena mengandung omega 3 lebih banyak daripada salmon. “Agar anak-anak jadi cerdas dan harus lebih cerdas daripada anak-anak dari daerah lain,” harapnya.

Minggu (8/3) BHS memberi contoh dengan mengajak pengunjung hingga pembeli di Depo Pemasaran Ikan di Lingkar Timur untuk makan ikan bersama. Jika program budaya gemar makan ikan dijalankan maka Sidoarjo akan memiliki generasi kuat, produktif, sehat dan cerdas. “Ketika gelora gemar makan ikan sudah membudaya maka Sidoarjo memiliki generasi yang siap bersaing,” tegasnya.

Dewan penasihat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) tersebut juga menginginkan adanya integrasi wisata air, sungai dan laut dengan Depo Pemasaran ikan seperti ini. “Pasar ikan ini mempunyai ratusan pedagang. Ekonomi kerakyatan ada disini. Selain tempat pelelangan ikan, sekaligus mejadi pasar rakyat,” jelas BHS.
Apalagi belum ada transportasi publik yang menuju ke Depo Pemasaran Ikan di Lingkar Timur itu. Sehingga masyarakat hanya bisa mengandalkan transportasi pribadi. “Harus diubah. Pasar ikan ini bisa dilengkapi dengan transportasi publik,” katanya lagi.

Dikesempatan yang sama, BHS kembali menggadakan cek kesehatan gratis bagi pedagang dan pengunjung Depo Pemasaran Ikan. Di awal giat kemarin, BHS sempat menyapa pedagang dan pembeli Pasar Bluru. Seperti giat di pasar sebelumnya, BHS selalu menyempatkan berdialog dengan warga dan mendengar aspirasi mereka. BHS mengatakan, pasar harus aman, baik dari kejahatan atau kebakaran untuk melindungi aset pedagang. Salah satunya dilengkapi alat pemadam api ringan.

Dijelaskannya, ekonomi kerakyatan memberikan kontribusi terbesar dari pendapatan Produk Domestik Bruto sebanyak 65, yakni dari UMKM dan koperasi. ”Ini adalah usaha mikro yang harus kita lindungi,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 563 kali

loading...
Baca Lainnya

Hadiri Launching Wakepo, Kapolresta Tangerang Dukung Penguatan Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menghadiri launching program Wakepo besutan...

26 November 2020, 23:46 WIB

Kerumunan Habib Rizieq Timbulkan Cluster Baru Covid-19

Oleh : Deka Prawira Cluster covid-19 di Jakarta terbentuk lagi, dari 2 acara yang dihadiri...

26 November 2020, 23:32 WIB

RUU BPIP Memperkuat Pancasila

Oleh : Putu Raditya Kehadiran RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) memang sempat menuai kritik. Regulasi...

26 November 2020, 23:23 WIB

Masyarakat Apresiasi Pembangunan Jalan Trans Papua

Oleh : Rebecca Marian Pembangunan di Papua sangat diapresiasi oleh masyarakat. Mereka merasa lebih maju...

25 November 2020, 20:04 WIB

Masyarakat Menolak Safari Habib Rizieq di Daerah

Oleh : Abdul Rahman Terjadi banyak penolakan terhadap safari ceramah yang akan dihadiri oleh Habib...

25 November 2020, 15:09 WIB

Hoax UU Cipta Kerja Hambat Pemulihan Ekonomi

Oleh : Alfisyah Dianasari UU Cipta Kerja lahir dengan banyak penolakan dari buruh dan masyarakat...

25 November 2020, 14:57 WIB

loading...