Yes, Polisi Selidiki Raibnya Uang BOS Rp 112 Juta SD Ketapang

- Editorial Staff

Selasa, 10 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG – Polisi hingga kini masih menyelidiki raibnya uang BOS sebesar Rp 112 juta milik Sekolah Dasar Negeri Ketapang, Mauk.

”Jadi untuk kasusnya saat ini masih didalami,” ujar Kapolsek Mauk AKP Kresna Ajie Pangestu, Selasa (10/3/2020).

Menurut Adjie, kasus tersebut kini ditangani Polresta Tangerang Polda Banten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelidikan dilakukan setelah polisi menerima laporan dan pengakuan Kepala SDN Ketapang, Tano yang mengaku jika uang BOS yang tersimpan di dalam mobilnya tiba tiba hilang pada Senin 9/3/2020.

Dia mengaku jika uang itu dicuri. “Saya memang mendengar suara pintu mobil ditutup dengan keras, tapi tidak melihat wajah maling yang mengambil tas berisikan uang BOS itu,” katanya.

Menurut Tano, uang itu diketahui raib ketika ia sampai di rumahnya di Kampung Lahat RT 02 RW 04, Desa Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri.

Saat sampai didepan rumah, ia langsung turun untuk membuka garasi rumah. ”Saat itu, tas yang berisi uang masih didalam mobil, karena merasa sudah sampai rumah dan hanya turun sebentar untuk membuka garasi,” kata Tano.

Tano menambahkan, aksi maling tersebut disaksikan oleh tukang ojek dekat rumahnya. “Dua maling yang menggunakan sepeda motor itu kabur ke arah Kecamatan Rajeg. Namun sayang, tukang ojek itu tidak memperhatikan nomor polisi motornya,” kata dia.

Dana BOS sebesar Rp 112 juta itu baru diambil Tano di Bank BJB Cabang Balaraja. Dia didampingi bendahara SD Ketapang.

“Saya menduga, maling itu sudah membuntuti sejak saya dan bendahara pulang mengambil uang dari Bank BJB Balaraja,” tutupnya.

Berita Terkait

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir
Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar
Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU
Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan
Saksi Sempat Protes Saat Notaris Membuat PPJB, The Tomy Hanya Bilang Untuk Pegangan
Demi Memantau Keamanan Di PPK, Kapolres Nisel Rela Mandi Lumpur Saat Patroli
Pulang Kerja, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil
Status Pelajar Sudah Bobol Mesin ATM Sendirian!

Berita Terkait

Minggu, 25 Februari 2024 - 15:12 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:45 WIB

Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar

Sabtu, 24 Februari 2024 - 14:57 WIB

Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:30 WIB

Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:53 WIB

Saksi Sempat Protes Saat Notaris Membuat PPJB, The Tomy Hanya Bilang Untuk Pegangan

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:59 WIB

Demi Memantau Keamanan Di PPK, Kapolres Nisel Rela Mandi Lumpur Saat Patroli

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:35 WIB

Pulang Kerja, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:00 WIB

Status Pelajar Sudah Bobol Mesin ATM Sendirian!

Berita Terbaru

Politik

Syarif Hasan: Hak Angket Pemilu itu Kontraproduktif

Senin, 26 Feb 2024 - 10:10 WIB

Politik

38,1 Persen Pemilih AMIN Setuju Pemilu Banyak Kecurangan!

Senin, 26 Feb 2024 - 10:06 WIB

Politik

TKN Fanta Ingin Kabinet Prabowo Banyak Anak Muda

Senin, 26 Feb 2024 - 10:04 WIB