Rabu, 11 Maret 2020 - 13:47 WIB

Catat, Debt Collector Jadi Target Khusus Razia Polisi 2020

TANGERANG – Keberadaan debt collector bikin resah masyarakat. Mereka kerap tarik paksa kendaraan kredit tanpa melalui proses pengadilan terlebih dulu. Itu yang membuat polisi turun tangan untuk menangkap para debt collector.

Beberapa hari lalu kapolsek Sleman bersama ribuan driver ojek online menyatakan debt collector jadi musuh bersama.

Ruang gerak debt collector makin sempit karena di beberapa daerah polisi menggelar khusus razia dengan target utama debt collector.

Beberapa waktu silam Polresta Tangerang Kota menggelar razia dan debt collector jadi target utamanya.  Bahkan kemarin, Senin (10/03/20) Polda Lampung mengumumkan hasil razia Operasi Cempaka Krakatau 2020.

Menurut Komisaris Besar M Barly Ramadhani Ditkrimum Polda Lampung, kasus debt collector jadi salah satu kasus menonjol dalam Operasi Cempaka Krakatau 2020.

Senada disampaikan Kabid Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad (Pandra). Pada gelaran Operasi Cempaka Krakatau 2020 kali ini, jajaran Polda Lampung telah menangkap 966 pelaku kejahatan nontarget operasi.

“Target operasi 41 orang. “41 TO (target operasi) berhasil diungkap 100 persen, atau tertangkap semua,” kata Pandra.

Operasi Cempaka Krakatau 2020 berlangsung selama 12 hari, dari 12 Februari 2020 hingga 24 Februari 2020.  Dari sebanyak itu enam orang debt collector terjaring Operasi Cempaka Krakatau 2020.

Para debt collector ini ditangkap karena main tarik kendaraan secara paksa dan menggunakan kekerasan.

“Ada enam debt collector yang kami amankan. Kasus ini menonjol karena meresahkan masyarakat,” kata Barly saat ekspos di Mapolda Lampung, Selasa (10/3/2020).

Saksi Barly menjelaskan, keenam debt collector itu ditangkap karena tidak menggunakan aturan resmi yang berlaku dalam menarik kendaraan debitur. “Mereka menarik kendaraan secara paksa. Ini yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Barly.

Sebenarnya, kata Barly, penarikan kendaraan oleh pihak kreditur diperbolehkan selama masih dalam koridor aturan hukum.

Menurut Barly, penarikan kendaraan yang mengalami wanprestasi (menunggak) harus sesuai dengan hukum fidusia dan dilakukan oleh juru sita pengadilan.

Artikel ini telah dibaca 282 kali

loading...
Baca Lainnya

Lihat, Polsek Rajeg Sambangi Acara Akad Nikah Warga

TANGERANG – Empat anggota Polsek Rajeg Polresta Tangerang Polda Banten mendatangi rumah warga Perumahan Puri...

5 April 2020, 20:28 WIB

Top, Giliran Polsek Kresek Sosialisasi Maklumat Kapolri Ke Warga

TANGERANG – Sosialisasi Maklumat Kapolri No.Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran virus...

5 April 2020, 20:22 WIB

Untuk Agenda Rutin, Polsek Pasar Kemis Semprotkan Disinfektan

TANGERANG – Penyemprotan disinfektan telah menjadi agenda rutin yang nyaris saban hari dilakukan Polresta Tangerang...

5 April 2020, 20:09 WIB

Saat Pandemi Corona, Polsek Mauk Bubarkan Kumpulan Anak Muda

TANGERANG – Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona Covid-19, Polsek Mauk Polresta Tangerang...

5 April 2020, 19:59 WIB

Cerita Polsek Cisoka Edukasi Phsycal Distancing Ke Karyawan Minimarket

TANGERANG – Sosialisasi Maklumat Kapolri No.Mak/2/III/2020 tentang kepatuhan terhadap Kebijakan pemerintah dalam Penanganan Covid-19 tidak...

5 April 2020, 19:49 WIB

Ketika Polsek Balaraja Sosialisasi Sosial Distancing di Agen Bis

TANGERANG – Dalam upaya menekan penyebaran virus corona (Covid–19), Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten...

5 April 2020, 19:41 WIB

loading...