Rabu, 11 Maret 2020 - 22:43 WIB

Tangkal Virus Corona Dengan Pola Hidup Sehat

Oleh : Fajar Kelana

Virus corona tampaknya menjadi wabah yang dianggap mengerikan bagi semua orang, pemberitaan di berbagai media seakan berdampak pada kepanikan berjamaah.

Hal ini terbukti dari langkanya dan mahalnya masker yang sempat menyeruak. Padahal Virus Corona dapat ditangkal dengan menjalani pola hidup sehat, sehingga masyarakat diharapkan untuk tidak panik menyikapi wabah tersebut.

Tanpa disadari, virus corona telah berdampak pada 7,3 miliar manusia di dunia. Di Indonesia kita bisa mengambil contoh simpel, dimana ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ada 2 orang yang positif corona di Indonesia, lantas apa yang terjadi, panic buying seakan dunia akan kiamat sebentar lagi.

Sedangkan ketakutan inilah yang lebih berbahaya, apabila barang-barang di pusat perbelanjaan menipis, maka hal tersebut bisa menyebabkan kelangkaan barang secara mendadak dan berdampak pada kenaikan harga.

Hal ini telah terbukti dari sulitnya mencari masker, hal tersebut mendapatkan tanggapan dari Aming. Ia mengatakan bahwa bukan corona yang akan membunuhmu melainkan saudaramu sendiri (mereka yang menghabiskan stok makanan dan masker di pasar).

Hal tersebut pun menuai perhatian besar masyarakat, khususnya Indonesia. Kalau seperti ini maka hanya orang yang mampu saja yang akan selamat. Sedangkan orang miskin mati karena tidak adanya rasa kemanusiaan.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian (MPPK), PB IDI, Dyah Agustina Waluyo menyebutkan bahwa salah satu hal yang penting dalam penanganan penyebaran virus corona di Indonesia adalah mengatasi kepanikan masyarakat serta meningkatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan serta kebersihan daripada pemakaian masker.

Masyarakat di Indonesia banyak yang tidak tahu, bahwa ketika kita masih sehat, maka sebenarnya kita tidak perlu memakai masker. Karena yang wajib memakai masker hanya mereka yang sedang sakit seperti batuk-batuk dan petugas kesehatan.

Selain itu, kita juga harus membiasakan diri untuk melakukan cuci tangan setelah melakukan aktifitas ditempat umum. Hal tersebut merupakan langkah preventif yang ampuh dalam membunuh virus yang menempel di telapak tangan.
Tentunya masyarakat Indonesia harus paham mengenai cara cuci tangan yang baik dan benar, yaitu cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Selain itu menerapkan hidup sehat juga penting, seperti menjaga gizi makanan agar tetap seimbang, olahraga teratur dan istirahat yang cukup.

Selain itu berkat covid-19, masyarakat juga berburu empon-empon seperti jahe, hal ini lantas berdampak pada langkanya jahe sehingga harga empon-empon tersebut naik. Meski dipertanyakan bahwa corona bisa ditangkal oleh empon-empon, Ikatan Dokter Indonesia menyatakan bahwa phaknya tidak melarang sekaligus tidak menganjurkannya.

Ketua PB IDI dr Daeng M Faqih mengatakan, Empon-empon hukumnya mubah, tidak dilarang dan tidak pula diwajibkan. Namun apabila didalilkan untuk Covid-19 hal itulah yang tidak disetujuinya.

Anggota Satgas COVID-19 dr Erlina Burhan Sp.P(K) tidak memungkiri bahwa obat tradisional seperti jahe, kunyit, temulawak, dan lainnya memiliki kandungan antioksidan yang sangat baik untuk tubuh.

Namun, dia mengingatkan agar masyarakat tidak meracik empon-empon secara sembarangan tanpa memiliki pengetahuan dalam membuat minuman berkhasiat dari rimpang-rimpangan tersebut.

Dokter spesiali Paru tersebut justru menganjurkan agar masyarakat mengonsumsi obat-obatan tradisional yang sudah terstandar daripada mengolahnya sendiri.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Satgas Covid-19 Prof dr Zubairi Djoerban Sp.PD(K) menyampaikan terdapat 5 hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Lima hal tersebut diantaranya olehraga minimal 150 menit seminggu, makan sayur, istirahat cukup, stop merokok dan stop alkohol.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga berpesan kepada warganya agar terhindar dari virus corona, ia juga menganjurkan masyarakatnya agar mengonsumsi zat yang mengandung kurkuma seperti jahe, serai, temulawak dan kunyit.

Ia pun mengaku bahwa beberapa bulan ini minum ramuan tersebut, dirinya juga menawarkan masyarakatnya apabila ingin dibuatkan, dikediamannya ada banyak.

Risma berujar, cara tersebut ditemukan oleh seorang profesor dari Univesitas Airlangga (Unair). Risma menilai kebenaran dari temuan pencegahan virus tersebut karena terbukti ada 7 orang India di Kota Wuhan, Tiongkok sampai hari ini mereka selamat dan tidak terjangkit virus.

Langkah preventif terhadap corona haruslah dimulai dari diri kita sendiri, seperti rajin berolahraga, menerapkan gizi seimbang dan menjaga diri untuk tidak berkerumun dalam keramaian.

Penulis adalah warganet, aktif sebagai kontributor di Ikatan Pers dan Mahasiswa Jakarta (IPMJ)

Artikel ini telah dibaca 112 kali

loading...
Baca Lainnya

Masyarakat Apresiasi Pembangunan Jalan Trans Papua

Oleh : Rebecca Marian Pembangunan di Papua sangat diapresiasi oleh masyarakat. Mereka merasa lebih maju...

25 November 2020, 20:04 WIB

Masyarakat Menolak Safari Habib Rizieq di Daerah

Oleh : Abdul Rahman Terjadi banyak penolakan terhadap safari ceramah yang akan dihadiri oleh Habib...

25 November 2020, 15:09 WIB

Hoax UU Cipta Kerja Hambat Pemulihan Ekonomi

Oleh : Alfisyah Dianasari UU Cipta Kerja lahir dengan banyak penolakan dari buruh dan masyarakat...

25 November 2020, 14:57 WIB

Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 Halal

Oleh : Edi Jatmiko Sebentar lagi vaksin covid-19 akan diluncurkan di indonesia. Masyarakat tak perlu...

25 November 2020, 14:43 WIB

UU Cipta Kerja Bantu Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Oleh : Alfisyah Dianasari Pemulihan ekonomi menjadi fokus pemerintah di masa pandemi. Memang tak hanya...

24 November 2020, 23:25 WIB

PT LIB Bertemu Kabaharkam Polri, Liga 1 dan 2 Siap Digelar Februari 2021

JAKARTA – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menerima audiensi dari...

24 November 2020, 22:42 WIB

loading...