Jumat, 13 Maret 2020 - 20:00 WIB

Ibu Kota Negara Baru Menggunakan Konsep Modern

Oleh : Alfisyah Kumalasari

Ibu Kota Negara baru di kalimantan timur menjadi sebuah langkah bagi pemerintah untuk mentransformasi beragam konsep yang modern, seperti smart city yang akan diterapkan di Penajam Paser Utara, penerapan konsep tersebut sejalan dengan penetapan sebagai calon Ibu Kota Negara baru.

Wakil Bupati Penajam Paser Utara Hamdan mengatakan, kota pintar sudah menjadi sebuah keharusan terutama kebutuhan akan akses internet. Guna membangun smart city, Pemerintah daerah Penajam Paser Utara bakal memulai pembangunan di satu desa.

Menurutnya, bantuan dari media lokal di Kalimantan Timur pun sangatlah membantu untuk memberikan informasi dan literasi digital kepada masyarakat di Penajam Paser Utara demi mewujudkan konsep smart city.
Hamdan menyebutkan, saat ini telah membangun wifi corner di beberapa titik di wilayahnya meskipun jaringannya terkadang kurang baik.

Pada kesempatan berbeda, Direktur perkotaan, Perumahan dan Permukiman Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Tri Dewi Virgiyanti menjelaskan, Smart city dalam ibu kota baru akan membuat segala hal menjadi lebih mudah, terkontrol dan terbuka untuk publik.

Virgiyanti mencontohkan. Adanya Mass Rapid Transit (MRT) dan bus di Ibu Kota Negara baru bisa terlihat apakah kendaraan ada masalah, dimana kendaraan berada, hingga bisa tercatat jumlah penumpang yang naik, hal ini tentu saja salah satu penerapan dari smart mobility yang bisa diakses masyarakat.

Selain itu, Virgiyanti juga mengatakan bahwa di Ibu Kota Negara baru akan ada sejumlah cctv di berbagai titik yang sekiranya rawan kejahatan. Hal ini dilakukan agar penanganan kasus kejahatan bisa lebih cepat diatasi.

Ibu Kota Negara baru juga akan menerapkan smart health, atau layanan ksehatan yang berteknologi. Jumlah rumah sakit akan disediakan sesuai dengan jumlah penduduk yang tercatat. Sehingga, masyarakat tidak perlu mencari rumah sakit yang jaraknya jauh dari rumah.

Nantinya masyarakat bisa menghubungi rumah sakit terdekat, sehingga sebelum pasien menuju Rumah Sakit, maka rumah sakit sudah bisa menyiapkan apa yang diperlukan guna memberikan pertolongan kepada pasien.
Salah satu rencana Pemerintah dalam mewujudkan Smart Security, smart governance hingga smart industry adalah dengan memanfaatkan teknologi 5G di Ibu Kota Negara baru tersebut.

Menurut Johny G. Plate, pemindahan Ibu Kota Negara baru ini nantinya bukan sekedar fisik, melainkan juga transformasi Indonesia, juga termasuk di dalamnya bidang ekonomi.

Pemanfaatan 5G agar nantin Ibu Kota Negara baru bisa menjadi Ibu Kota Negara cerdas. Ibu Kota Negara dimana di dalamnya akan terdapat kendaraan tanpa awak. Sistem di dalamnya juga dipadati teknologi digital. Pihaknya juga berharap agar Ibu Kota Negara ini menjadi digital hub di Indonesia.

Tak hanya itu, Johny juga mengatakan ada implementasi 5G di bidang industri untuk menopang konsep smart industry. Nantinya kluster industri yang akan menerapkan 5G diharapkan telah memiliki ekosistem yang siap.
Sehingga nantinya artificial inteligence bisa berperan baik dan bisa bermanfaat. Investasi 5G cukup mahal, sehingga ekosistemnya perlu juga siap.

Selain itu, pemerintah juga memiliki mimpi besar untuk memiliki kendaraan umum tanpa awak, kendaraan tanpa awak (autonomus vehicle) dan mobil listrik.

Mantan walikota Surakarta tersebut mengungkapkan, pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur tidak hanya sekadar memindahkan gedung pemerintahan. Tetapi harus juga membawa perubahan pada pola kultur kerja.

Impian tersebut ternyata akan dikembangkan mulai tahun depan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Penggunaan autonomus vehicle di Ibu Kota Negara baru bertujuan agar sistem transportasi Indonesia lebih modern, lebih murah, cepat dan bebas macet.

Budi Karya menjelaskan proses pembangunan proyek uji coba akan dimulai melalui kajian penerapan sistem transportasi di berbagai negara. Pasalnya, di Indonesia terbilang baru pada sistem tersebut.

Uji coba sistem transportasi listrik tanpa supir akan dilakukan di jalan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan kawasan Ibu Kota Negara baru yang terletak di kecamatan Samboja, Kabuoaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Kutai Kertanegara.

Segala upaya dalam penerapan konsep tersebut tentu saja bertuujuan untuk kejayaan bangsa Indonesia, sudah waktunya Indonesia berani melangkah untuk lebih dekat menuju kasta negara maju.

Penulis adalah pengamat sosial politik

Artikel ini telah dibaca 42 kali

loading...
Baca Lainnya

Waspada provokasi KAMI Menebar Hoax

Oleh : Raavi Ramadhan KAMI adalah organisasi yang banyak dibicarakan orang, namun sayang bukan karena...

23 Oktober 2020, 03:13 WIB

UU Cipta Kerja, Upaya Pemerintah Antisipasi Bonus Demografi

Oleh : Hanafi Adnan UU Cipta Kerja yang baru disahkan Pemerintah merupakan upaya untuk mempermudah...

22 Oktober 2020, 20:57 WIB

Lewat Gerakan Sebar Konten Positif, FPMSI Ajak Warganet Milenial Bersatu Dukung Kebijakan Pemerintah Demi Kemajuan Bangsa

Generasi muda kerap dengan mudah menyebarkan sebuah informasi tanpa melakukan validasi, bahkan tanpa dibaca sekali...

22 Oktober 2020, 16:24 WIB

PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Tbk Dukung Penuh Upaya Pemerintah Mengembangkan Industri Sagu Nasional

Tepat pada Pekan Sagu Nusantara 2020 (20/10), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) dan PT....

22 Oktober 2020, 14:03 WIB

Mengapresiasi Percepatan Penelitian Vaksin Covid-19

Oleh : Edi JAtmiko Pemerintah terus bekerja keras dalam meneliti dan mengembangkan Vaksin Covid-19. Kerja...

22 Oktober 2020, 02:50 WIB

Manuver KAMI Ganggu Stabilitas Politik

Oleh : Zakaria Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantyo memang terkesan...

22 Oktober 2020, 02:37 WIB

loading...