Menapatilas Perjuangan 56 Tahun IMM

- Editorial Staff

Sabtu, 14 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

                    OPINI

Oleh: Fathur Dopong, S.Pd
Ketua Umum DPD IMM NTT Periode 2017-2019

Terlepas dari kerancuan makna tentang nama kelahiran atau Milad, sepatutnya kita menjadikan tahun yang berlalu dari usia Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menjadi bahan introspeksi dan refleksi bertambahnya usia IMM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bertambahnya usia IMM haruslah kita jadikan sebagai neraca mengukur kualitas diri. Moment peringatan tanggal kelahiran bukanlah momen hura-hura. Moment peringatan kelahiran adalah moment evaluasi kualitas kemanfaatan kader selama berproses dalam Ikatan.

Umar bin Khatab pernah mengingatkan, “hasibuu qabla an tuhaasabu”, hitunglah (amal perbuatan/ibadah) dirimu sebelum tuhan (Allah Swt) yang menghitungnya. Ralph Waldo Emerson (1803 – 1882) penulis Amerika mengatakan, “hidup ini bukan persoalan berapa lama, tetapi berapa dalam”. Kata-kata itu memang sungguh memiliki arti yang mendalam. Kedalaman hidup itu terwujud ketika hidup kita memberi  kontribusi nyata bagi ikatan, persyarikatan, umat dan bangsa.

Momentum Milad IMM Ke 56 tahun, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mesti memaknai perjalanan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) selama ini berada di tengah liku-liku kehidupan kebangsaan dan keummatan universal. Tanggal 14 Maret 2020, tepat IMM milad ke-56, tepat dihari kelahirannya pada tanggal 14 Maret 1964 silam.  IMM lahir menegaskan dirinya sebagai “Cendekiawan Berpribadi” yang tidak malu-malu menampilkan keanggunan akhlaknya, keunggulan intelektualnya, dan transformasi gerakannya di tengah masyarakat.

Manifesto IMM yang menunjukkan “kecendekiaan” dapat dilihat ketika IMM mendeklarasikan “enam penegasan” di Kotabarat, Solo pada 5 Mei 1965 yang kemudian dikenal “Deklarasi  Kotabarat”, antara lain: 1) IMM, adalah gerakan mahasiswa Islam; 2) Kepribadian Muhammadiyah, adalah landasan perjuangan IMM; 3) Fungsi IMM, adalah sebagai eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah (stabilisator dan dinamisator); 4) Ilmu adalah amaliyah IMM dan amal adalah ilmiyah IMM; 5) IMM, adalah organisasi yang sah mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan dan falsafah negara yang berlaku; 6) Amal IMM, dilahirkan dan diabadikan untuk kepentingan agama, nusa dan bangsa.

Lantas di usia sedemikian itu, apa yang sudah diperbuat kader IMM?
Tentu jawabannya dikembalikan kepada kader – kader IMM.

Menurut saya kader IMM harus menapatilaks kembali sejarah yang pernah ditorehkan oleh para pendiri, saya tidak mau mengutara bahasa pesimis tentang IMM yang masih tertinggal dari yang lain. Karena saya percaya bahwa ketika perjuangan IMM  masi berasaskan Islam, maka IMM tetap kokoh sepanjang masa, tetap optimis melahirkan kader – kader excellent, clean, yang tidak terkontaminasi oleh arus pembusukan moral bangsa, walaupun secara kuantitatif relatif belum banyak, tetapi yakinlah bahwa kita pasti akan menjadi mainstream dari organisasi yang ada sekarang ini.

Tentu itu semua memerlukan flo up/ evaluasi secara kontinyu, perlu melakukan kajian ulang secara cerdas terhadap dinamika organisasi, demi kesinambungan dalam membangun spirit gerakan IMM, sehingga tidak lapuk terkena hujan dan tidak lekang terkena panas.

IMM harus bersungguh sungguh malakukan kaderisasi demi melahirkan kader-kader intelektual strategi, yang tentu dengan tidak malu-malu menampilkan keanggunan moralitas (akhlakul karimah).

Selain melakukan kaderisasi, kader IMM perlu memdorong alumni-alumni IMM menjadi aktor-aktor bangsa ini yang paling tidak bergerak pada tiga aras yaitu politik, ekonomi, dan budaya.

Berita Terkait

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir
Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar
Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU
Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan
Saksi Sempat Protes Saat Notaris Membuat PPJB, The Tomy Hanya Bilang Untuk Pegangan
Demi Memantau Keamanan Di PPK, Kapolres Nisel Rela Mandi Lumpur Saat Patroli
Pulang Kerja, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil
Status Pelajar Sudah Bobol Mesin ATM Sendirian!

Berita Terkait

Minggu, 25 Februari 2024 - 15:12 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:45 WIB

Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar

Sabtu, 24 Februari 2024 - 14:57 WIB

Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:30 WIB

Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:53 WIB

Saksi Sempat Protes Saat Notaris Membuat PPJB, The Tomy Hanya Bilang Untuk Pegangan

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:59 WIB

Demi Memantau Keamanan Di PPK, Kapolres Nisel Rela Mandi Lumpur Saat Patroli

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:35 WIB

Pulang Kerja, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:00 WIB

Status Pelajar Sudah Bobol Mesin ATM Sendirian!

Berita Terbaru

Politik

Syarif Hasan: Hak Angket Pemilu itu Kontraproduktif

Senin, 26 Feb 2024 - 10:10 WIB

Politik

38,1 Persen Pemilih AMIN Setuju Pemilu Banyak Kecurangan!

Senin, 26 Feb 2024 - 10:06 WIB

Politik

TKN Fanta Ingin Kabinet Prabowo Banyak Anak Muda

Senin, 26 Feb 2024 - 10:04 WIB