Jumat, 27 Maret 2020 - 10:02 WIB

Fonda tangguh saat menggelar acara dengan anak yatim.

Fonda tangguh saat menggelar acara dengan anak yatim.

Ketum Sahabat Polisi Sebut TNI-Polri harus dilibatkan dalam Sosial Distancing

Jakarta – Dalam tugas membantu penanggulangan COVID-19 untuk tidak menyebar ke daerah daerah, TNI bersama Polri perlu dilibatkan dalam pengaturan menjaga jarak sosial (social distancing), yang menjadi imbauan pemerintah.

Menurut Ketua Umum ‘Sahabat Polisi’ Fonda Tangguh menyatakan ke awak media di jakarta kamis (26/3) bahwa Pengaturan social distancing sangat diperlukan mengingat dalam kondisi tertentu masyarakat bisa lupa atau bahkan lalai dengan cara memperlambat penyebaran virus ini,saat ini virus sudah semakib menyebar dan sangat memprihatinkan.

Lanjut Fonda, Dengan jumlah personel TNI dan Polri yang sangat besar dapat menyebar di semua daerah, dan pengaturan social distancing bisa lebih efektif. Sebab, sekarang sudah bukan saatnya sosialisasi atau sekadar mengimbau penerapan social distancing, tetapi harus implementasi di lapangan.

“Agar himbauan social distancing menjadi action dan tidak sekadar imbauan, TNI bersama Polri hendaknya bisa hadir di tempat tempat umum untuk memastikan warga menerapkan social distancing dengan jarak minimal 1 meter,” kata Fonda.

Sementara itu menurut Pembina LPKAN (Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) Wibisono,SH,MH mengungkapkan Alasannya

TNI bersama Polri bisa secara persuasif dan humanis mengatur antrean dan jarak warga di transportasi umum, pusat perbelanjaan, dan tempat tempat umum lainnya.

“Selain mengatur social distancing, Babinsa bersama Binmas di tingkat desa/kelurahan, juga bisa mencegah adanya kerumunan warga sambil memberikan laporan terkait penyebaran COVID-19 di wilayah masing masing. Ujung tombak TNI dan Polri ini juga bisa dipakai untuk distribusi kebutuhan bahan pokok, nantinya apabila diperlukan,” jelas Wibi

Sebelumnya, TNI-Polri juga terlibat dalam penjemputan WNI yang dari Wuhan china dan masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Pengaturan social distancing sangat diperlukan mengingat pemerintah belum mengambil opsi lockdown, karena kebijakan lockdown sangat berat untuk perekonomian indonesia, kita belum siap,” ulas wibi.

Keterlibatan TNI mulai dari penjemputan WNI sampai perannya dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, adalah bagian dari tugas pokoknya dalam melindungi keselamatan rakyat dan bangsa dari berbagai ancaman, termasuk ancaman virus Corona yang sudah menjadi pandemi global. Keterlibatan TNI-Polri membantu penanggulangan bencana ini sudah diatur dalam UU TNI sebagai tugas pokok Operasi Militer Selain Perang (OMSP), “saya dukung Gugus tugas yang diemban oleh BNPB, namun perlu diperkuat dengan sarana yang memadai terutama yang di miliki oleh TNI-Polri,” pungkasnya

Artikel ini telah dibaca 462 kali

loading...
Baca Lainnya

Masyarakat Menolak Konsep Usang KAMI

Oleh : Putu Raditya KAMI yang diprakarsai oleh Din Syamsudin dkk berjanji akan menyelamatkan Indonesia....

22 September 2020, 04:20 WIB

Mengutuk Kekejaman KKSB Papua

Oleh : Sabby Kossay Kelompok kriminal separatis bersenjata adalah kumpulan pemberontak yang terus meneror masyarakat...

21 September 2020, 20:53 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Bangkitkan Perekonomian Bangsa

Oleh : Alfisyah Dianasari Pembahasan RUU Cipta Kerja terus dipercepat. Publik pun meyakini bahwa Omnibus...

21 September 2020, 19:53 WIB

Otsus Jilid 2 Dorong Kemajuan Milenial Papua

Oleh : Sabby Kossay Otonomi khusus jilid 2 didukung penuh oleh mahasiswa dan pemuda Papua,...

21 September 2020, 14:28 WIB

RUU Cipta Kerja Jadi Penyelamat Ekonomi

Oleh : Edi Jatmiko Pandemi covid-19 menghantam perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Agar tak terjadi krisis,...

21 September 2020, 00:51 WIB

Bahaya Covid-19 masih Mengintai, Perketat Protokol Kesehatan

Oleh : Reza Pahlevi Pandemi Covid-19 belum berakhir meski sebelumnya Indonesia sempat mengalami pelandaian kasus....

21 September 2020, 00:37 WIB

loading...