Ini Kata Kadis Kominfo Pasaman soal Pasien Meninggal Dunia bukan Corona

- Editorial Staff

Selasa, 31 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Kominfo Pasaman Williyam Hutabarat

Kadis Kominfo Pasaman Williyam Hutabarat

Pasaman, – Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasaman William Hutabarat menyampaikan kronologis meninggalnya pasien yang merupakan ODP telah melewati 14 hari.

Pasien datang ke RSUD Lubuk Sikaping pada hari Senin 30 Maret  2020 pada jam 12.40 WIB, rujukan dari Puskesmas Ladang Pajang.

Baca juga: Seorang Warga Pasaman Masuk ODP Corona Meninggal Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasien sudah diskreening di puskesmas dan dari hasil wawancara dengan keluarga, pasien memiliki riwayat pulang dari Malaysia pada tanggal 9 Maret 2020 dan telah merasakan demam pada tanggal tersebut.

Demam pasien dikatakan naik turun, batuk sejak tujuh hari yang lalu, BAB encer dengan frekuensi lebih dari 5 kali sehari sejak 3 hari terakhir, badan pasien sangat lemah, lidah tampak kotor dan pasien tidak sesak nafas.

Hasil pemeriksaan tanda vital : tekanan darah 105/61 mmhg, nadi 92kali/menit, nafas 24kali/permenit, suhu 38,1 derjat C, kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan darah dan notrogen thorax, selanjutnya konsul ke Dokter spesialis Paru. Hasil pemeriksaan penunjang tidak mendukung untuk ditegakkan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Pasien dioverkan ke shif sore dan pasien diobservasi diruang isolasi, sekitar jam 17.20 Wib pasien mengalami perburukan dan dinyatakan meninggal dunia pada jam 17.30 Wib.

Baca juga: Anggaran Corona di Pasaman Disoroti, Pemda Diminta Terbuka

Pasien telah melewati masa 14 hari sejak pulang dari Malaysia dan pemeriksaan penunjang tidak mendukung untuk ditegakkan status PDP maka jenazah ditalaksanaan seperti penatalaksanaan jenazah biasa dan semuanya telah di informasikan kepada keluarga pasien.

“Demikianlah kronologis ini kami sampaikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” tutup Kadis Kominfo itu.

(Darlin)

Berita Terkait

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan
Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame
Mahasiswa ITS Ini Modifikasi Aspal dari Limbah Lumpur
Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.
Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis
Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah
Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025
Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Berita Terkait

Sabtu, 2 Maret 2024 - 18:28 WIB

Bahas Legalitas P3SRS, Warga Apartemen Pakuwon Jati Group di Tunjungan Plaza Gelar Sarasehan

Sabtu, 2 Maret 2024 - 09:04 WIB

Dirasa Mencekik, Pengusaha Periklanan Tolak Kenaikan Pajak Reklame

Jumat, 1 Maret 2024 - 09:59 WIB

Diakui BTN Sebagai Aset Pailit Sipoa, Area Drug Race di Tambak Oso Sepakat Ditutup.

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:08 WIB

Kerugian Akibat Dugaan Mafia Tanah Bos PT GFI Sangat Fantastis

Jumat, 1 Maret 2024 - 01:04 WIB

Rumah Bos PT GFI Digeledah Kejati Babel Atas Dugaan Mafia Tanah

Kamis, 29 Februari 2024 - 22:56 WIB

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:27 WIB

Terbukti Gelapkan Uang Teguh Kinarto Rp 336 Juta, Hakim Vonis Dwi Shanti 2 Tahun Penjara

Kamis, 29 Februari 2024 - 10:45 WIB

Bupati Nisel Monitoring Pleno PPK Fanayama Dan Toma

Berita Terbaru