Selasa, 31 Maret 2020 - 15:28 WIB

Top! Empat Hari, 117 Lokasi Kerumanan Massa Dibubarkan Polresta Tangerang

TANGERANG – Realisasi instruksi Pemerintah dan Maklumat Kapolri Nomor : Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) secara tegas diterapkan Polresta Tangerang Polda Banten.

Tidak main-main. Dari data yang dihimpun awak media, ada 117 lokasi kerumunan massa di Kabupaten Tangerang yang telah dibubarkan Polresta Tangerang.

Menariknya, 117 lokasi pembubaran kerumunan massa tersebut dilakukan dalam waktu empat hari, terhitung sejak 27 – 30 Maret 2020.

Pembubaran kerumunan massa tersebar di beberapa wilayah, antara lain di wilayah Kecamatan Balaraja, Tigaraksa, Cisoka, Rajeg, Panongan, Pasar Kemis, Kresek, Kronjo, Mauk dan Cikupa.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol H. Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, kumpulan massa yang dibubarkan berupa resepsi pernikahan, cafe/warung kopi, Rental PS dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang lainnya.

“Dalam Maklumat Kapolri dijelaskan, agar seluruh masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri,” tegas Ade, Selasa (31/3/2020).

Menurutnya, Maklumat Kapolri tersebut telah disosialisasikan ke masyarakat jauh-jauh hari sebelum ada tindakan pembubaran. “Bahkan kita sudah sosialisasikan dengan Door to Door System (DDS). Kita datangi satu-satu ke rumah warga,” urainya.

Lebih dari itu, instansi-instansi baik pemerintah atau pun swasta juga disasar dalam sosialisasi Maklumat Kapolri. Area publik atau tempat-tempat umum juga sudah ditempel Maklumat Kapolri.

Karenanya, Ade menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mentaati kebijakan pemerintah dan Maklumat Kapolri.

“Sehingga kita bisa bersama-sama menghentikan penyebaran Covid-19, khususnya di Kabupaten Tangerang,” ucap Ade.

Menurutnya, Polresta Tangerang akan terus melakukan kegiatan preventif dengan terus berpatroli menghimbau masyarakat. Pasalnya masih ada saja masyarakat yang menggelar resepsi pernikahan, khitanan atau kegiatan perkumpulan massa lainnya.

“Mari bersatu lawan corona, warga tinggal di rumah saja, kami akan bekerja untuk masyarakat. Masyarakat berada di rumah untuk keselamatan mereka dan itu telah membantu pemerintah,” tutupnya.

 

Artikel ini telah dibaca 21043 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law Cipta Kerja Memberikan Kemudahan Peluang Usaha

Oleh : Intan Prameswari Makin banyak orang yang ingin membuka bisnis baru, namun sayangnya tebentur...

19 September 2020, 23:32 WIB

Strategi ‘Rem dan Gas’ Seimbangkan Fokus Kesehatan dan Ekonomi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh: Muhammad Sidiq (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Kota Bandung) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan...

19 September 2020, 22:44 WIB

KAMI Ancam Persatuan Bangsa

Oleh : Ahmad Kurniawan Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditolak mentah-mentah oleh masyarakat, karena dianggap...

19 September 2020, 21:41 WIB

Restoratif Justice Rezka Oktoberia Di Setujui Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, Tokoh Luak 50 Kota: Alhamdulillah

Keluarnya Peraturan Kejagung RI nomor 15 tahun 2020 di sambut baik oleh masyarakat. Apresiasi untuk...

19 September 2020, 15:29 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan Para Pencari Kerja

Oleh : Adiarso Wibowo Peresmian omnibus law Cipta Kerja dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia, terutama para...

18 September 2020, 22:22 WIB

PERAN TOKOH MASYARAKAT DAN MEDIA PENTING DALAM UPAYA MENANGGULANGI PANDEMI COVID-19

Oleh : Alfisyah Kumalasari Wabah pandemi Covid 19 di Indonesia tidak terasa telah memasuki bulan...

18 September 2020, 21:48 WIB

loading...