Rabu, 1 April 2020 - 23:23 WIB

Begini Kronologi Pengendara Brio Maut Aniaya Istri Korban

TANGERANG – Aurellia Margaretha Yulia (26), perempuan cantik sopir Biro maut yang menabrak Andrea Njotohusodo hingga tewas di Karawaci terbilang kejam.

Alih-alih menolong orang yang ditabraknya, tapi dia malah melakukan penganiayaan pada istri korban.

Dearyani Eka Dharma, keponakan korban mengatakan, saat itu pamannya sedang jogging sore di kawasan Perumahan Lippo Karawaci bersama anak dan hewan peliharaannya.

Namun, baru berjarak empat rumah dari rumah korban, tiba–tiba mobil yang dikendarai pelaku hampir menabrak anak korban.

Setelah menolong anaknya, korban tak bisa menghindar benturan keras mobil. “Tapi om saya melihat itu langsung ditarik anaknya, ditarik karena mau nyerempet dia (anak korban). Akhirnya yang kena om saya dan anjing peliharaannya,” kata Dearyani saat dihubungi wartawan, Rabu (1/4/2020).

“Kuat sekali nabrak, sangat kuat karena bekas rambut om saya tertempel di kaca mobil tersangka, kacanya pecah,” tambahnya.

Tidak berselang lama, istri korban mendatangi lokasi. Istri korban histeris melihat suaminya sudah tak bernyawa.

Saat itu, kata Dearyani, pelaku sempat menganiaya tantenya. Pasalnya, pelaku tidak terima dengan amarah istri korban.

“Suaminya meninggal geletak depan rumah, lalu pelaku tidak terima dia (dimarahi), malah mukul, tarik rambut tante saya, diseret di jalanan, lalu dia pukul, dia tendang ulang–ulang terus sampai orang–orang misahin,” kata dia.

Dearyani belum tahu pasti luka yang dialami tantenya akibat amukan pelaku. “Tante masih depresi karena kematian om saya. Masih nangis, masih belum bisa ditanya juga,” kata dia.

Dearyani mengatakan keluarga berharap penegakan hukum terhadap tersangka.”Keluarga ingin yang seadil–adilnya, setimpal karena ini nyawa. Ini kan dia nabrak bukan malah (merasa) bersalah malah pukulin tante saya, apa perlu orang kayak begitu dikasihani?” paparnya.

Tersangka kini sudah diamankan di Polresta Tangerang Kota dan dijerat dengan pasal 311 ayat 7 Juncto 310 ayat 4 Undang–undang Lalu Lintas dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara dan denda Rp 12 miliar.

Artikel ini telah dibaca 342 kali

loading...
Baca Lainnya

Sertifikat Ganda ! BPD Bali Bantah Serobot Tanah Tapi Tidak Tahu Muasal

Denpasar – Sebidang tanah luas 3,85 are di Jalan Gadung, Desa Dangin Puri Kangin, Kec....

Kepala Divisi Umum dan Kesekretariatan BPD Bali, IB Gede Ary Wijaya Guntur.

21 September 2020, 21:05 WIB

Polsek Balaraja Gencarkan Operasi Yustisi, Beri Efek Jera Kepada Masyarakat

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten gencar melaksanakan Operasi Yustisi Pendisiplinan dan...

21 September 2020, 16:11 WIB

Polsek Balaraja Tindak Puluhan Pengendara yang Langgar Protokol Kesehatan

TANGERANG – Setidaknya 51 orang pengendara disanksi lantaran mengabaikan Protokol Kesehatan saat beraktivitas di luar...

21 September 2020, 15:58 WIB

Gandeng Komunitas di Balaraja, Polresta Tangerang Himbau Patuhi Prokes

TANGERANG – Polresta Tangerang Polda Banten menggandeng Komunitas sepeda, vespa, ojek online,dan GMDM dalam rangka...

21 September 2020, 15:49 WIB

Polresta Tangerang, Pemkab, dan Kodim Tigaraksa Gelar Operasi Yustisi di Pasir Jaya Cikupa

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten memaksimalkan operasi yustisi pendisiplinan dan penegakan hukum Protokol...

21 September 2020, 15:40 WIB

Demi Disiplinkan Masyarakat, Kapolresta Tangerang Pimpin Operasi Yustisi

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memimpin langsung pelaksanaan Operasi Yustisi...

21 September 2020, 15:34 WIB

loading...