Sabtu, 4 April 2020 - 17:03 WIB

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Sumber: Tempo.co

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Sumber: Tempo.co

Di Pasbar, Kepjor Ini Sebut Kesalahan Bunga Mengarah ke Asusila

Pasaman Barat, – Irfan Firdaus adalah seorang Kepala Jorong (Kepjor) di Kabupaten Pasaman Barat yang ikut menandatangani perjanjian denda 30 Zak Semen terhadap Bunga (nama samaran) dengan S yang diduga dituduh berbuat kesalahan, Februari 2020 lalu.

Kepjor Irfan menyebut denda 30 Zak Semen untuk biaya pemuda berjaga malam, karena adanya kesalahan Bunga dengan S. Kepjor ini membenarkan bahwa S telah membayar, lain dengan Bunga belum membayar denda tersebut.

Baca berita terkait: Di Sumbar, Anak Ini Banyak Terima Ancaman Hingga Putus Sekolah?

“Pada malam itu masyarakat banyak, orang tidak bertanggungjawab banyak, dari berbagai pemuda diambil keputusan untuk biaya berjaga malam, yang pihak laki-laki membayar untuk biaya air (minum) berjaga malam,” terang Irfan dikonfirmasi via seluler, Sabtu (4/4/20).

Menurut Irfan, kesalahan Bunga dengan S secara penuh mengarah ke perbuatan asusila. Bunga membuka jendela, namun ketika S mau masuk kedapatan sama masyarakat.

“Secara penuh mengarah ke asusila, tentang kejadian malam itu saya memberikan perlindungan kepada anak dari massa yang tidak bertanggungjawab serta konfirmasi keberadaan orangtuanya, namun anak itu tidak ada memberi informasi dimana orangtuanya,” kata Irfan Kepjor.

Dikatakan Irfan, mereka tidak pernah memaksa pembayaran denda. “Masalah denda tidak perlu dipermasalahkan, sudah saya sampaikan kepada anak itu,” ungkapnya.

Kepala Jorong ini membantah adanya intimidasi dan melakukan pendekapan hingga siang hari.

“Pemuda hanya bertanya mereka (Bunga dan S) itu mengapa,” ujarnya.

Baca juga: Wako Padang Sebut Lion Air Ambil Keuntungan dalam Kesempitan

Jendral Urang Awak Fakhrizal Bagikan Puluhan Ribu Masker di Sumbar

Kemudian soal surat perjanjian disangkutkan ke sekolah, dikatakan Irfan agar ada pegangan masyarakat.

“Kami dapat titik terang terhadap masyarakat, jadi menurut masyarakat harus ada pegangan. Pihak sekolah tidak terlalu memberatkan anak, sekolah hanya sekedar mengetahui,” jelasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, dalam surat perjanjian orang tua Bunga harus membayar denda 30 Zak Semen selambat-lambatnya tanggal 29 Februari 2020. Apabila melanggar kesepakatan tersebut konsekuensi yang akan diterima Bunga, maka tidak dapat mengikuti ujian akhir sekolah, dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan kepada orangtua.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 470 kali

loading...
Baca Lainnya

Jaga Kondusifitas Wilayah, Kapolres Majalengka Sambangi Tokoh Agama

MAJALENGKA- Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso gencar terus melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh....

30 November 2020, 22:39 WIB

Polda Aceh Diminta Segera Gelar Perkara Dugaan Kasus Korupsi Makan Minum Karantina Hafiz

BANDA ACEH-M Purba,SH Praktisi Hukum dikabupaten Gayo Lues mengapresiasi penanganan Penyelidikan dugaan korupsi Makan minum...

30 November 2020, 21:50 WIB

Haul di Ponpes Abuya Uci Dipantau Satgas Penanggulangan Covid-19

TANGERANG – Kegiatan Haul Syeh Abdul Qadir Jailani di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyyah, Kampung Cilongok, Desa...

30 November 2020, 21:48 WIB

Kapolresta Tangerang Bersama Dandim dan Pemkab Bubarkan Kerumunan Acara Haul

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi bersama Dandim 0510 Tigaraksa Letkol...

30 November 2020, 21:43 WIB

Kapolresta Tangerang dan Dandim Tigaraksa Imbau Jema’ah Haul Tetap Laksanakan Prokes

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi bersama Dandim 0510 Tigaraksa Letkol...

30 November 2020, 21:36 WIB

Polda Aceh Akhirnya Limpahkan Tahap II Perkara Pertambangan Tanpa Izin ke Jaksa

DelikNews(Banda Aceh) Hari ini penyidik telah menyerahkan tugas dan tanggungjawab penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum...

30 November 2020, 21:13 WIB

loading...