Dukung Pemerintah Berantas Radikalisme dan Intoleransi Demi Indonesia Maju

- Editorial Staff

Kamis, 9 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Martin Ksitana (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Solo)

Radikalisme merupakan pikiran sesat penuh kebencian terhadap siapapun yang berbeda pemahaman dengan dirinya. Pemahaman radikal bisa diidap oleh siapa saja, bukan penganut salah satu agama saja. Oleh karena itu, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin diminta untuk tetap bersikap tegas terhadap ancaman radikalisme.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangn Terorisme (BNPT), Irjen (Purn) Ansyaad Mbai mengatakan, Virus paham radikal yang disebarkan oleh ISIS lebih berbahaya ketimbang Virus Corona yang saat ini sedang mewabah di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ansyaad mengatakan, Virus Corona yang sedang merebak saat ini masih bisa terpantau angka korbannya. Sementara virus radikalisme yang disebarkan oleh ISIS, tidak jelas siapa korban yang sudah terpapar.

Saat ini Masyarakat dan Pemerintah diminta untuk tidak lengah dalam mewaspadai penyebaran radikalisme utamanya di media sosial.

Penggunaan internet sebagai media untuk mengakses informasi sepertinya menjadi hal yang banyak ditemukan saat ini. Transfer informasi yang begitu cepat seakan melenyapkan urgensi atas validitas berita yang disajikan.

Bisa jadi, proses diskusi di media sosial tersebut tidak terlepas dari pantauan kelompok radikal. Mereka yang konsisten terlibat dalam diskusi akan diundang dalam grup yang lebih eksklusif melalui aplikasi WhatsApp atau Telegram sehingga membuat penyebaran paham radikal menjadi lebih intensif.

Maka dari itu, pentingnya pemahaman terkait bahaya radikalisme ini perlu digencarkan, termasuk menyebar konten-konten yang positif dan edukatif. Jika penyebaran paham radikal bisa ditekan bukan tak mungkin angka kejahatan dapat diturunkan secara drastis. Yang mana nantinya bakal berimbas pada kondisi keamanan yang stabil. Jadi, masihkah mau jadi budak radikalisme yang terselubung oleh embel-embel agama? Merugikan dan menyengsarakan keluarga hingga negara? Atau menjadi manusia yang bertoleransi tinggi dan menjaga persatuan dengan lebih bijak menyaring segala informasi yang ada. Untuk itu, masyarakat wajib mendukung upaya program deradikalisasi dan memberantas paham intoleransi agar tidak tumbuh subur di negara yang kita cintai ini.

Berita Terkait

Gerindra: Anies Gagal Paham soal Jalan Tol
BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem sampai 8 Maret
Rayakan 17 Agustus di IKN, Jokowi Sampaikan Progressnya
Pengamat Sebut Pemerintahan Prabowo Didominasi Parpol
Rektor UP Bantah Tak Ada Bukti dan Saksi Soal Pelecehan Seksual
Bea Cukai Gandeng Satpol PP, Sita 25 Ribu Batang Rokok Ilegal di Kebumen
Bukan Hanya Prabowo, Ini 5 Jenderal yang Peroleh Kenaikan Pangkat Usai Pensiun
5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Berita Terkait

Jumat, 1 Maret 2024 - 13:38 WIB

Gerindra: Anies Gagal Paham soal Jalan Tol

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:12 WIB

BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem sampai 8 Maret

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:04 WIB

Rayakan 17 Agustus di IKN, Jokowi Sampaikan Progressnya

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:01 WIB

Pengamat Sebut Pemerintahan Prabowo Didominasi Parpol

Kamis, 29 Februari 2024 - 09:45 WIB

Rektor UP Bantah Tak Ada Bukti dan Saksi Soal Pelecehan Seksual

Kamis, 29 Februari 2024 - 09:44 WIB

Bea Cukai Gandeng Satpol PP, Sita 25 Ribu Batang Rokok Ilegal di Kebumen

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:09 WIB

Bukan Hanya Prabowo, Ini 5 Jenderal yang Peroleh Kenaikan Pangkat Usai Pensiun

Senin, 26 Februari 2024 - 08:53 WIB

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Berita Terbaru