Kamis, 9 April 2020 - 11:25 WIB

Dukung Pemerintah Berantas Radikalisme dan Intoleransi Demi Indonesia Maju

Oleh: Martin Ksitana (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Solo)

Radikalisme merupakan pikiran sesat penuh kebencian terhadap siapapun yang berbeda pemahaman dengan dirinya. Pemahaman radikal bisa diidap oleh siapa saja, bukan penganut salah satu agama saja. Oleh karena itu, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin diminta untuk tetap bersikap tegas terhadap ancaman radikalisme.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangn Terorisme (BNPT), Irjen (Purn) Ansyaad Mbai mengatakan, Virus paham radikal yang disebarkan oleh ISIS lebih berbahaya ketimbang Virus Corona yang saat ini sedang mewabah di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Ansyaad mengatakan, Virus Corona yang sedang merebak saat ini masih bisa terpantau angka korbannya. Sementara virus radikalisme yang disebarkan oleh ISIS, tidak jelas siapa korban yang sudah terpapar.

Saat ini Masyarakat dan Pemerintah diminta untuk tidak lengah dalam mewaspadai penyebaran radikalisme utamanya di media sosial.

Penggunaan internet sebagai media untuk mengakses informasi sepertinya menjadi hal yang banyak ditemukan saat ini. Transfer informasi yang begitu cepat seakan melenyapkan urgensi atas validitas berita yang disajikan.

Bisa jadi, proses diskusi di media sosial tersebut tidak terlepas dari pantauan kelompok radikal. Mereka yang konsisten terlibat dalam diskusi akan diundang dalam grup yang lebih eksklusif melalui aplikasi WhatsApp atau Telegram sehingga membuat penyebaran paham radikal menjadi lebih intensif.

Maka dari itu, pentingnya pemahaman terkait bahaya radikalisme ini perlu digencarkan, termasuk menyebar konten-konten yang positif dan edukatif. Jika penyebaran paham radikal bisa ditekan bukan tak mungkin angka kejahatan dapat diturunkan secara drastis. Yang mana nantinya bakal berimbas pada kondisi keamanan yang stabil. Jadi, masihkah mau jadi budak radikalisme yang terselubung oleh embel-embel agama? Merugikan dan menyengsarakan keluarga hingga negara? Atau menjadi manusia yang bertoleransi tinggi dan menjaga persatuan dengan lebih bijak menyaring segala informasi yang ada. Untuk itu, masyarakat wajib mendukung upaya program deradikalisasi dan memberantas paham intoleransi agar tidak tumbuh subur di negara yang kita cintai ini.

Artikel ini telah dibaca 660 kali

loading...
Baca Lainnya

Lihat, Sikap Resmi Sahabat Polisi Indonesia Soal Propaganda OPM

Jakarta – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Sahabat Polisi Indonesia melalui Ketua OKK menghimbau kepada seluruh...

1 Desember 2020, 08:49 WIB

Rizieq Shihab Harus Ikuti Protokol Kesehatan

Oleh : Zakaria Rizieq Shihab dikabarkan pernah dirawat di sebuah RS swasta di Bogor. Desas-desus...

1 Desember 2020, 00:58 WIB

Aksi Keji KKB Papua Jelang 1 Desember Melanggar HAM

Oleh : Sabby Kosay Terjadi lagi peristiwa berdarah yang membawa korban di Papua. Sebanyak 3...

1 Desember 2020, 00:38 WIB

SIG dan KAI Jalin Kerja Sama Optimalisasi Angkutan Semen

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Kereta...

30 November 2020, 19:33 WIB

UU Cipta Kerja Atasi Masalah Sektor Pertambangan

Oleh : Lisa Pamungkas Omnibus law UU Cipta Kerja tak hanya mengubah iklim ketenagakerjaan dan...

30 November 2020, 16:41 WIB

Bansos Terdampak Corona Berlanjut Hingga 2021

Oleh : Alfisyah Kumalasari Banyak masyarakat yang tertolong oleh bansos pemerintah, karena mendapatkan uang tunai...

30 November 2020, 14:26 WIB

loading...