Masa Covid-19, Oknum Pendamping PKH di Pasaman Sumbar Mengutip Dana?

- Editorial Staff

Jumat, 17 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, – Masa Pandemi Covid-19 ini masih ada-ada saja yang berulah, fakta atau hoax?. Kali ini ada informasi yang menyebutkan oknum Pendamping PKH di Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman meminta kartu ATM penerima PKH, meminta nomor Pin ATM, dan menahan kartu ATM tersebut.

Informasi itu merupakan tudingan dari akun Facebook Ernawati dalam postingannya pada 16 April 2020.

Baca juga: Kapolda Sumbar Toni Hermanto Tinjau Personel Latihan Membuat Masker

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya soal ATM, akun Ernawati juga menyebutkan bahwa Pendamping PKH atas nama Lukman Rambe terindikasi menerima uang Rp10 ribu/KK pada setiap penarikan oleh penerima PKH.



Postingan akun Facebook Ernawati pada 16 April 2020.

Memperjalas informasi tersebut, Lukman Rambe ketika dikonfirmasi membantah tudingan itu. Ia menyebutkan Pendamping PKH tidak ada menahan kartu ATM, meminta Pin ATM, apalagi memungut uang.

“Informasi yang bapak dapatkan itu tidak benar adanya seperti itu. Pendamping tidak ada menahan kartu ATM dan Pin PKH apalagi memungut uang,” ujarnya via WA.

Postingan akun Facebook Ernawati itu fakta atau termasuk hoax, hingga saat ini belum bisa dihubungi siapa pemilik akun tersebut.

Baca juga: Waspada! Ada Penumpang Gelap Bermain di Isu Pandemi Covid-19

Untuk diketahui, menurut Kemensos Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial No.01/LJS/08/2018 tentang Kode Etik SDM PKH, larangan dijelaskan dalam pasal 10.

Pada poin (e) menyebutkan larangan melakukan penggelapan dan penyalahgunaan uang serta mengutip, mengurangi, membawa, menyimpan, dan/atau menarik uang bantuan program.

Kemudian pada poin (h) menyebutkan larangan menerima hadiah dan/atau imbalan yang dapat mempengaruhi
independensi dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas PKH.

(Darlin)

Berita Terkait

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir
Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar
Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU
Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan
Saksi Sempat Protes Saat Notaris Membuat PPJB, The Tomy Hanya Bilang Untuk Pegangan
Demi Memantau Keamanan Di PPK, Kapolres Nisel Rela Mandi Lumpur Saat Patroli
Pulang Kerja, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil
Status Pelajar Sudah Bobol Mesin ATM Sendirian!

Berita Terkait

Minggu, 25 Februari 2024 - 15:12 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:45 WIB

Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar

Sabtu, 24 Februari 2024 - 14:57 WIB

Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:30 WIB

Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:53 WIB

Saksi Sempat Protes Saat Notaris Membuat PPJB, The Tomy Hanya Bilang Untuk Pegangan

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:59 WIB

Demi Memantau Keamanan Di PPK, Kapolres Nisel Rela Mandi Lumpur Saat Patroli

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:35 WIB

Pulang Kerja, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:00 WIB

Status Pelajar Sudah Bobol Mesin ATM Sendirian!

Berita Terbaru

Politik

Syarif Hasan: Hak Angket Pemilu itu Kontraproduktif

Senin, 26 Feb 2024 - 10:10 WIB

Politik

38,1 Persen Pemilih AMIN Setuju Pemilu Banyak Kecurangan!

Senin, 26 Feb 2024 - 10:06 WIB

Politik

TKN Fanta Ingin Kabinet Prabowo Banyak Anak Muda

Senin, 26 Feb 2024 - 10:04 WIB