Kamis, 23 April 2020 - 16:17 WIB

Pemerintah Bagikan Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Oleh : Aldia Putra

Pemerintah mulai menyalurkan bantuan Sembako kepada masyarakat di DKI Jakarta pada 20 April 2020. Program ini adalah langkah pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, terutama akibat pandemi corona. Kepedulian Pemerintah ini merupakan upaya hadirnya negara di masyarakat.

Di tengah situasi genting karena Pandemi Corona, rakyat tentu sangat menderita karena harus berdiam diri di rumah. Mereka yang menggantungkan diri dari hasil berjualan di jalanan hanya bisa pasrah dan menghabiskan tabungan untuk sekadar bertahan hidup. Ketika persediaan beras mulai menipis, masyarakat makin kebingungan akan nasib mereka dan tidak mau terancam kelaparan.

Pemerintah langsung cepat tanggap dalam mengatasi masalah ketimpangan sosial akibat pandemi ini. Langkah kongkret berupa memberi bantuan paket sembako senilai 600.000 rupiah, dibagikan kepada 1,2 juta keluarga di wilayah Jakarta. Pemberian paket secara simbolis dipimpin oleh Menteri Sosial Juliari Batubara di Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (20/4).

Tak hanya warga kurang mampu di wilayah DKI Jakarta, namun rakyat di kawasan Bogor, Tangerang, dan Bekasi juga akan mendapatkan bantuan sembako. Sudah tersedia 600.000 paket berisi beras dan lain-lain yang akan didistribusikan ke sana. Penerimanya juga sudah dipastikan benar-benar membutuhkannya, jadi bantuan ini dijamin tepat sasaran.

Pemerintah sadar bahwa di tengah pandemi ini, ada banyak hal negatif yang terjadi sebagai efek domino dari kurang stabilnya ekonomi. Pengangguran bertambah karena pabrik berhenti beroperasi. Para sopir ojek kehilangan penumpang. Jumlah orang miskin bertambah dan mereka bingung bagaimana lagi cara mencari uang.

Bantuan sembako ini diharapkan mampu menjadikan mereka yang kurang mampu, jadi bisa bernapas lega. Setidaknya selama beberapa bulan tidak usah pusing harus mencari uang dengan cara apa, karena beras dan kawan-kawannya sudah tersedia. Mereka jadi tenang karena anak dan istri di rumah bisa makan nasi. Lalu terus berusaha lagi agar bisa bebas dari lingkar kemiskinan.

Ada saja orang yang mencela, mengapa bantuannya berupa sembako, bukan uang. Memang lebih praktis untuk memberi uang seperti program BLT di era yang lalu. Namun bantuan sembako dinilai lebih tepat, karena masyarakat bisa langsung memakannya. Jika hanya uang yang diberikan maka kuatir malah akan disalahgunakan untuk membeli barang konsumtif.

Bantuan sembako juga disambut baik karena diberikan tidak hanya sekali, tapi selama beberapa bulan ke depan. Pandemi ini masih berlangsung dan tidak tahu kapan berakhirnya, karena virus COVID-19 belum ada vaksinnya. Jangan sampai masyarakat miskin malah bingung karena bulan april bisa makan nasi sementara mei kelaparan karena berasnya sudah habis.

Masyarakat diharapkan untuk menerima bantuan sembako dan mengolahnya agar bisa dimakan sekeluarga. Jangan malah dijual dengan harga murah. Cobalah untuk menghargai perhatian pemerintah yang memikirkan nasib rakyatnya.

Penerima bantuan sembako juga sudah disurvei terlebih dahulu. Jadi sudah dipastikan bahwa mereka benar-benar membutuhkannya karena termasuk golongan ekonomi lemah. Jadi tidak ada orang yang ketahuan menerima beras dan sembako bantuan, padahal ia termasuk mampu dan masih memiliki penghasilan yang cukup.

Mereka yang masih tergolong mampu juga diharap sadar diri dan memiliki rasa sungkan. Bantuan sembako itu hanya untuk masyarakat yang miskin, jadi tidak boleh ikut-ikutan mengantri untuk mendapatkannya. Jangan sampai menyerobot dan mengambil hak dari mereka yang lebih membutuhkan.

Bantuan sembako diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu di wilayah Jabodetabek. Paket senilai 600.000 rupiah itu dibagikan kepada mereka yang terdampak akibat pandemi corona. Masyarakat menyambut baik bantuan dari pemerintah tersebut, dan merasa lega karena paket diberikan lagi selama beberapa bulan ke depan.

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor

Artikel ini telah dibaca 831 kali

loading...
Baca Lainnya

Menengok Harta Kekayaan Cabup Sidoarjo, Ternyata Cabup Ini Paling Terkaya

Sidoarjo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah umumkan laporan harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para...

29 September 2020, 21:33 WIB

Mewaspadai Manuver KAMI Bermuatan Politis

Oleh : Ahmad Bustomi Masyarakat dipusingkan dengan ulah anggota KAMI yang mejeng di berita TV...

29 September 2020, 03:55 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus

Oleh : Abner Wanggai Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan Otsus Papua. Otsus tersebut dianggap membawa...

29 September 2020, 03:48 WIB

Lihat, Ketum BPI KPNPA Sebut KPK Lamban

Jakarta – Pernyataan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bahtiar Najamudin, menyebut dan mengapresiasi atas kinerja...

Ketua BPI KPNPA RI TB Rahmad Sukendar, Rabu (4/3)

28 September 2020, 17:52 WIB

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Oleh : Ade Istianah Angka penambahan pasien positif Covid-19 masih terus terjadi yang menandakan masih...

28 September 2020, 17:00 WIB

Tak Ada Penambahan Jam Kerja dan Lembur Pada RUU Cipta Kerja

Oleh : Abdul Razak Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang sapu jagat yang akan...

28 September 2020, 13:43 WIB

loading...