Jumat, 24 April 2020 - 16:11 WIB

Kartu Prakerja Mendapat Respon Positif Masyarakat

Oleh : Indah Ansori

Kartu Prakerja mendapat respons positif masyarakat sejak pertama kali diluncurkan pada awal April 2020. Program ini bertujuan untuk mengurangi pengangguran yang semakin banyak akibat pandemi corona. Masyarakat pun menyambut baik kartu Prakerja dan sangat antusias menyambut program pemerintah ini.

Peluncuran kartu Prakerja awal bulan April 2020 sangat disambut baik oleh masyarakat. Program ini sudah lama direncanakan oleh Presiden Joko Widodo, dan baru bisa diresmikan akhir-akhir ini. Ketika sudah diluncurkan, maka masyarakat sangat antusias. Sampai-sampai websitenya diserbu oleh jutaan orang yang penasaran.

Tercatat setidaknya ada 5,96 juta orang yang mendaftar pada gelombang pertama kartu Prakerja
Kartu Prakerja adalah sebuah gebrakan pemerintah, agar rakyat Indonesia lebih makmur dan terlepas dari belenggu kemiskinan. Rencananya, sebanyak 5.600.000 lembar kartu akan diberikan kepada rakyat Indonesia yang membutuhkannya. Tentunya ada seleksi sebelum menikmati fasilitasnya.

Masyarakat tentu bahagia dengan adanya kartu Prakerja. Mereka menganggap program ini sangat baik, karena mampu mengentas pengangguran. Kartu ini juga diharapkan dibagi rata kepada semua orang yang membutuhkan. Jadi makin banyak orang yang merasakan manfaatnya.

Kartu Prakerja diminati terutama di saat kondisi genting seperti pandemi akibat menyebarnya virus COVID-19. Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan meningkat tajam karena perusahaannya rugi dan terpaksa ditutup. Para pedagang kaki lima juga merasakan omzet yang menurun drastis. Mereka adalah sasaran kartu Prakerja yang tepat.

Jika sudah menerima kartu Prakerja, maka akan mendapat uang sebanyak 3.550.000 rupiah. Rinciannya, akan diberi sebanyak 600.000 rupiah selama 4 bulan. Ke mana sisanya? Sisa uang sebanyak ini ditujukan sebagai biaya pelatihan. Bagusnya, masyarakat bisa memilih untuk mengikuti pelatihan secara online atau offline. Jadi tidak selalu harus datang ke suatu gedung untuk mendapatkan keterampilan baru.

Keberadaan kartu Prakerja juga sangat disyukuri oleh masyarakat, karena mereka dilatih untuk mendapat skill baru. Ada banyak pilihan pelatihan, seperti merias wajah, IT, dan lain-lain. Jadi mereka bisa memilih mana yang diminati sehingga mendapatkan ilmu yang bisa digunakan sebagai modal berbisnis.

Masyarakat juga menyenangi kartu Prakerja karena sangat praktis, bisa mendaftar via online. Mereka tinggal mengisi data lengkap, lalu mendapat kabar apakah berhak menerima atau tidak. Jadi dengan cara ini akan sangat praktis dan hemat waktu. Juga akan terhindar dari hal-hal seperti birokrasi yang ruwet, kemunculan calo, penyalahgunaan kartu, dan lain-lain.

Karena penerima kartu sudah disurvei dan benar-benar membutuhkannya.
Di tengah pandemi corona, pendaftaran dan pelatihan secara online ini tentu sangat dianjurkan, karena sesuai dengan anjuran untuk stay at home dan PSBB. Jadi, masyarakat tetap bisa berada di rumah tapi mendapat banyak ilmu.

Mereka bisa memilih untuk belajar dari beberapa perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah, misalnya Pintaria.
Durasi pemberian bantuan kartu Prakerja yang cukup singkat juga mampu menjadikan penerimanya mandiri lebih cepat. Jadi mereka tidak menggantungkan diri dari bantuan uang itu. Melainkan langsung mempraktekkan hasil pelatihan dan terus semangat dalam mencari uang dengan berwirausaha.

Kartu Prakerja bukan hanya sekadar wacana namun sudah diluncurkan untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan status masyarakat, dari yang awalnya miskin menjadi mampu.

Kartu ini bukan hanya berisi bantuan uang dari pemerintah, melainkan pemegangnya diberi fasilitas pelatihan untuk meningkatkan skill. Jadi yang ditekankan adalah meningkatnya ilmu dan keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat. Jadi mereka bisa membuka usaha dengan modal skill tersebut. Rakyat sangat mendukung langkah pemerintah ini dan merasa bahagia karena diperhatikan oleh presiden.

Penulis adalah warganet, aktif dalam Milenial Muslim Bersatu

Artikel ini telah dibaca 742 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dengan Pengaturan Upah Minimum yang Layak

Oleh : Ade Kurniawan Para pekerja deg-degan menunggu peresmian omnibus law RUU Cipta Kerja, karena...

30 September 2020, 05:35 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Laksanakan 3 M

Oleh : Zulfikar Penambahan pasien Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk...

30 September 2020, 05:23 WIB

Waspada Manuver KAMI Politisasi Isu PKI

Oleh : Edi Jatmiko Jelang peringatan peristiwa gerakan 30 september, selalu ada isu kebangkitan PKI...

30 September 2020, 05:17 WIB

Menengok Harta Kekayaan Cabup Sidoarjo, Ternyata Cabup Ini Paling Terkaya

Sidoarjo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah umumkan laporan harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para...

29 September 2020, 21:33 WIB

Mewaspadai Manuver KAMI Bermuatan Politis

Oleh : Ahmad Bustomi Masyarakat dipusingkan dengan ulah anggota KAMI yang mejeng di berita TV...

29 September 2020, 03:55 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus

Oleh : Abner Wanggai Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan Otsus Papua. Otsus tersebut dianggap membawa...

29 September 2020, 03:48 WIB

loading...