Senin, 27 April 2020 - 15:10 WIB

Nasabah BRI Hasan Darwinsyah didampingi Ketua DPD LSM Fopbindo Ahmad Husein, akan mengadu ke OJK Perwakilan Sumbar.

Nasabah BRI Hasan Darwinsyah didampingi Ketua DPD LSM Fopbindo Ahmad Husein, akan mengadu ke OJK Perwakilan Sumbar.

Tak Puas, Fopbindo Dampingi Nasabah BRI Mengadu ke OJK Sumbar

Sumbar, – Nasabah Bank BRI atas nama Hasan Darwinsyah merasa tidak puas dari jawaban diberikan BRI Unit Tapus Cabang Lubuk Sikaping atas surat komplain yang ia berikan, Maret 2020 lalu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hasan Darwinsyah menduga adanya penggelapan yang dilakukan petugas BRI terhadap angsuran kreditnya.

Baca juga: BRI di Sumbar Akui Penggelapan Angsuran Kredit Nasabah?

Diduga Penggelapan, Nasabah BRI di Sumbar Merasa Dirugikan

Tak hanya itu, banyak kejanggalan lain seperti buku rekening pertama yang dikatakan tidak aktif, ternyata masih ada transaksi.

Kemudian, bukti di print out buku rekening, ketika ia membayar kredit sesuai jumlah yang harus disetorkan perbulan, pada tanggal yang sama ada transaksi pembayaran Bunga dalam bentuk Debit dan itu berulang-ulang dalam jumlah yang berbeda-beda dibulan-bulan berikutnya.

Menjawab komplain Nasabah Hasan Darwinsyah, BRI Unit Tapus memberikan surat No.B 62 KC.III-04/BUN/BUN/5456/04/2010 pada 17 April 2020 kemarin.

Surat yang ditanda tangani oleh Kepala Unit Indah Maya Sari dan Cs Nurmalia Lubis, dalam lampirannya menjelaskan bahwa terjadi kesalahan dari petugas BRI Unit, kekurangan pembukuan angsuran telah dilakukan penambahan.

BRI unit juga membantah bahwa rekening pertama Hasan Darwinsyah sudah tidak aktif. Menurutnya, rekening yang dimaksud nasabah tidak pernah dilakukan penutupan.

Menanggapi jawaban BRI itu, Hasan Darwinsyah merasa tidak puas dengan penjelasan tersebut.

“Ini berarti mereka mengakui awalnya benar adanya penggelapan terhadap angsuran kredit saya, dan dikatakan telah dilakukan penambahan?. Seenaknya saja, kapan dilakukan penambahan, mana buktinya?. Apa boleh petugas BRI suka-suka saja melakukan seperti itu, ambil uang nasabah, kemudian kalau ketahuan dikembalikan lagi?,” kata Hasan Darwinsyah sambil bertanya dengan nada kecewa.

“Sebelumnya saya sudah berulang kali mendatangi pimpinan BRI Unit Tapus sejak tahun 2016 (awal kejadian dugaan penggelapan) hingga awal 2020, namun tidak kunjung ada penjelasan, apalagi penyelesaian. Hingga akhirnya saya memberikan surat kepada BRI Unit Tapus pada bulan Maret 2020 lalu,” tegasnya.

Hasan Darwinsyah mengaku kekecawaannya bertambah akibat dari jawaban surat dari BRI tersebut. Sebab menurutnya, balasan surat itu tidak punya bukti, dan tak sesuai dengan sebenarnya.

“Saya tidak puas, secara lisan berulangkali tidak ada penjelasan dan disurati menurut saya malah tidak sesuai dengan fakta, saya akan melakukan pengaduan kepada OJK untuk mengembalikan hak saya,” ujarnya.

Menurut Hasan Darwinsyah, akibat dari permasalahan itu, ia mengalami kerugian karena tidak bisa melanjutkan usahanya bertahun-tahun.

“Saya hanya masyarakat biasa, dari awal berharap agar BRI bisa kooperatif dalam menyelesaikan masalah, nyatanya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” ungkap Nasabah BRI Hasan Darwinsyah didampingi Ketua DPD LSM Fopbindo Ahmad Husein, Senin (27/4/20).

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Husein bahwa pihaknya akan segera melakukan pengaduan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumatera Barat selaku pengawas perbankan.

“Hasan Darwinsyah diawal telah melakukan pengaduan kepada LSM Fopbindo. Ia selaku Nasabah tidak puas dengan jawaban BRI Unit Tapus, sesuai dengan prosedur, maka kita akan melakukan pengaduan ke OJK,” tambahnya.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 1110 kali

loading...
Baca Lainnya

Rancangan KUA Dan PPAS APBD Nisel T.A 2021 Ditandatangani Bupati Nisel Menyampaikan Apresiasi Dan Terima...

12 Agustus 2020, 20:04 WIB

Ulun Tanoh ikuti Lokmin Kegiatan Tentang Pencegahan Covid-19

Gayo Lues-untuk mencegah Covid-19 Kampung Ulun Tanoh mengikuti kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin). Kegiatan itu sendiri...

12 Agustus 2020, 16:17 WIB

Warga Pasaman Mengadu ke Polda Sumbar

Bertahun – tahun laporan pengaduan belum ada kepastian hukum, seorang warga Pasaman mengadu ke Polda...

Kantor Polda Sumbar

10 Agustus 2020, 19:10 WIB

Mengaku Sakit Hati Abdullah Bakar Tower Telkomsel

Gayo Lues-Mengaku sakit hati akibat gajinya diturunkan dari 900 ribu rupiah menjadi 300 ribu rupih,...

10 Agustus 2020, 18:48 WIB

Pakai Daster, Tersangka Cabuli Korban Dibawah Jembatan

Gayo Lues-Dengan modus menyamar sebagai perempuan seorang laki-laki berinisial SK yang beralamat sementara di Dusun...

10 Agustus 2020, 18:44 WIB

PKN Pertanyakan Obat-Obatan yang Diduga Belum Disalurkan Dinkes Sejak Januari 2020 ke Sejumlah Puskesmas

Gayo Lues-Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Gayo Lues mempertanyakan pengadaan obat-obatan yang hingga kini belum...

8 Agustus 2020, 15:33 WIB

loading...