Rabu, 29 April 2020 - 11:54 WIB

Kerja Prejuru Desa Adat Atas Corona Disorot Karna Tak digaji

Denpasar – Luar biasa, kerja ditunjukan Prejuru Desa Adat bersama Pecalang pasca pandemi Covid-19 layaknya kinerja seperti anggota dewan dan pemerintah di Bali.

Bahu-membahu melakukan pengawasan serta menyalurkan bantuan pemerintah dan sumbangan donatur kepada warga. Selain itu, mereka setia melayani keluhan warga saat ekonomi morat-marit dan juga mengawal pekerja migran yang baru datang untuk lakukan isolasi diri. Apakah mereka digaji ? Tidak.

Meski tanpa gaji, kesetiaan menjaga wilayahnya duduk di garda terdepan saat sekarang ini tidak perlu diragukan. Kata ‘tulus ngayah’ yang sering disampaikan wakil rakyat terhormat dalam kampanye benar-benar dilaksanakan mereka.

Sama dengan anggota dewan dan pejabat negara, Prejuru Banjar juga sering melakukan rapat alias ‘sangkep’. Namun dilakukan di Bale Banjar, tidak dalam gedung ber ac penuh dengan pelayanan.

Hebatnya, ketika pejabat daerah dan anggota dewan lakukan telekonferensi dalam komunikasi dan pengecekan saat kondisi Covid 19, sementara pasukan Prejuru Desa Adat ini bagaikan super hero, terjun langsung ke lapangan. Terkesan tanpa rasa takut akan terpapar virus corona.

“Setiap ‘sangkep’ atau rapat kita lakukan di Balai Banjar. Sekarang kerja kita ekstra padat. Selain memberi himbauan kepada warga tentang social distancing juga mendata ‘krama’. Kita harus cek dan turun ke rumah-rumah dan juga tempat kost. Tidak bisa kita cek melalui handphone saja,” terang sumber seorang Kelian Adat tidak ingin disebut, Selasa (28/4)

Sementara seorang Ketua Pecalang inisial MA dari salah satu lingkungan Banjar Adat di Kota Denpasar mengatakan, bahwa sekarang ini merupakan kegiatan kemanusiaan. Mau tidak mau ketika ada informasi dari warga pihaknya harus turun mengecek.

“Kita harus cek informasi yang ada. Dan juga kita dari jam 12 malam lakukan patroli. Jika lihat orang kumpul-kumpul langsung kita beri pengertian dan bubarkan. Apalagi tidak pakai masker. Selain itu sekarang ini juga rawan. Kemarin saja ada toko yang dibobol maling,” terangnya.

Disinggung terkait gaji ia mengaku sepenuhnya ‘ngayah’. Selain itu dikatakan sebagai manusia wajib saling membantu. Namun sisi lain dikatakan dapat insentif dan juga ketika Hari Raya Galungan diungkap sebagai Pecalang mendapatkan bagian daging. “Kita patut bersyukur penting ada dan terimakasih” ucapnya.

Artikel ini telah dibaca 6609 kali

loading...
Baca Lainnya

Sertifikat Ganda ! BPD Bali Bantah Serobot Tanah Tapi Tidak Tahu Muasal

Denpasar – Sebidang tanah luas 3,85 are di Jalan Gadung, Desa Dangin Puri Kangin, Kec....

Kepala Divisi Umum dan Kesekretariatan BPD Bali, IB Gede Ary Wijaya Guntur.

21 September 2020, 21:05 WIB

114 Tahun Pekik Semangat Perang Puputan Badung

Denpasar – ┬áKidung atau ‘kakawin babad’ cikal bakal pekik semangat perang ‘puputan’ diperdengarkan, bersaut dalam...

Ilustrasi

21 September 2020, 13:16 WIB

Terima Mandat Ketua Umum, Pengacara Wayan “Tang” Adimawan Nahkodai HAPI Bali

Denpasar – Pengacara millennial Bali, I Wayan Adimawan, SH., MH., mendapat mandat dari Ketua Umum...

I Wayan Adimawan, SH., MH.

15 September 2020, 17:41 WIB

Tolak Bali Jadi Surga yang Hilang, BIN Kawal Wujudkan Wisata Aman Berdasarkan Protokol Kesehatan

Bali merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak ekonomi paling parah di Indonesia akibat Pandemi...

10 September 2020, 13:16 WIB

Wujud Edukasi Prokes, Forkom Antar Media Bali Bangkit Bagikan 5000 Masker

Forum Komunikasi (Forkom) Antar Media Bali Bangkit bagikan 5000 masker di Bali secara gratis. Pembagian...

9 September 2020, 13:39 WIB

Babak Baru, Sidang Lanjutan Almarhum Frans BS dengan I Made Sumantra

Denpasar – Babak baru sidang lanjutan sengketa lahan antara almarhum Frans Bambang Siswanto (Frans BS)...

I Made Sumantra (kanan) didampingi kuasa hukumnya, I Wayan

8 September 2020, 18:32 WIB

loading...