Kerja Prejuru Desa Adat Atas Corona Disorot Karna Tak digaji

Denpasar – Luar biasa, kerja ditunjukan Prejuru Desa Adat bersama Pecalang pasca pandemi Covid-19 layaknya kinerja seperti anggota dewan dan pemerintah di Bali.

Bahu-membahu melakukan pengawasan serta menyalurkan bantuan pemerintah dan sumbangan donatur kepada warga. Selain itu, mereka setia melayani keluhan warga saat ekonomi morat-marit dan juga mengawal pekerja migran yang baru datang untuk lakukan isolasi diri. Apakah mereka digaji ? Tidak.

Meski tanpa gaji, kesetiaan menjaga wilayahnya duduk di garda terdepan saat sekarang ini tidak perlu diragukan. Kata ‘tulus ngayah’ yang sering disampaikan wakil rakyat terhormat dalam kampanye benar-benar dilaksanakan mereka.

Sama dengan anggota dewan dan pejabat negara, Prejuru Banjar juga sering melakukan rapat alias ‘sangkep’. Namun dilakukan di Bale Banjar, tidak dalam gedung ber ac penuh dengan pelayanan.

Hebatnya, ketika pejabat daerah dan anggota dewan lakukan telekonferensi dalam komunikasi dan pengecekan saat kondisi Covid 19, sementara pasukan Prejuru Desa Adat ini bagaikan super hero, terjun langsung ke lapangan. Terkesan tanpa rasa takut akan terpapar virus corona.

“Setiap ‘sangkep’ atau rapat kita lakukan di Balai Banjar. Sekarang kerja kita ekstra padat. Selain memberi himbauan kepada warga tentang social distancing juga mendata ‘krama’. Kita harus cek dan turun ke rumah-rumah dan juga tempat kost. Tidak bisa kita cek melalui handphone saja,” terang sumber seorang Kelian Adat tidak ingin disebut, Selasa (28/4)

Sementara seorang Ketua Pecalang inisial MA dari salah satu lingkungan Banjar Adat di Kota Denpasar mengatakan, bahwa sekarang ini merupakan kegiatan kemanusiaan. Mau tidak mau ketika ada informasi dari warga pihaknya harus turun mengecek.

“Kita harus cek informasi yang ada. Dan juga kita dari jam 12 malam lakukan patroli. Jika lihat orang kumpul-kumpul langsung kita beri pengertian dan bubarkan. Apalagi tidak pakai masker. Selain itu sekarang ini juga rawan. Kemarin saja ada toko yang dibobol maling,” terangnya.

Disinggung terkait gaji ia mengaku sepenuhnya ‘ngayah’. Selain itu dikatakan sebagai manusia wajib saling membantu. Namun sisi lain dikatakan dapat insentif dan juga ketika Hari Raya Galungan diungkap sebagai Pecalang mendapatkan bagian daging. “Kita patut bersyukur penting ada dan terimakasih” ucapnya.

Video

Comment