Sabtu, 9 Mei 2020 - 05:05 WIB

Menjadi Warganet yang Bijak dan Moderat Demi Melawan Paham Radikalisme di Media Sosial

Oleh: Yogi Gustaman (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Yogyakarta)

Radikalisme itu bagian tak terpisahkan dari realitas manusia. Ia adalah akumulasi dari kegelisahan, keputusasaan, permusuhan, ketidakpuasan, dan ketidakadilan yang dialami oleh manusia.

Adanya radikalisme tidak lepas dari ketidakadilan. Ketidakadilan dalam kebijakan negara, dan geopolitik internasional yang membuat kelompok tertentu menjadi tersingkirkan, tereksploitasi, dianaktirikan, dan termarjinalkan, yang pada puncaknya terakumulasi sehingga menimbulkan aksi-aksi terror dan tindakan-tindakan anarkis dan radikal.

Melawan Radikal Dengan Bermoderasi

Dalam KBBI, istilah moderasi atau moderat diartikan sebagai sikap yang selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem dan cenderung ke arah dimensi atau jalan tengah. Dalam bingkai pengertian semacam ini, maka tidak heran apabila orang-orang moderat biasanya selalu berusaha mengakomodir pandangan atau pendapat orang lain dan tidak berusaha memihak pada satu sisi saja.

Mereka memiliki sikap toleransi tinggi terhadap yang lain termasuk dengan keberagaman. Tentu saja, sikap moderat amat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Inilah 3 ciri-ciri warganet smart dan moderat.

1. Warganet yang mengamalkan nilai-nilai kasih dari keagamaannya

“In every religion there is love”. Sepenggal kata-kata indah dari pujangga Muslim, Jalaludin Rumi ini menjadi pengingat bagi kita bahwa di setiap agama, kasih pasti ada. Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Semua agama ini mengajarkan kebaikan dan kasih. Oleh sebab itu, sebagai warganet yang smart dan moderat, sudah seharusnya kita mengekspresikan nilai-nilai religiusitas tentang kasih itu dalam cara kita bermedia sosial.

2. Warganet yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan

Harus kita akui bahwa selain bermanfaat sebagai media komunikasi yang instan, media sosial juga banyak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu. Akibatnya, sudah banyak korban, bukan hanya teror politik, teror agama, tetapi juga terkait rasisme yang dilancarkan via media sosial.

Sebagai warganet smart dan moderat, nilai-nilai kemanusiaan harus kita junjung tinggi di dalam menggunakan media sosial. Setiap hal-hal yang sifatnya membully, menghina, memprovokasi dan menginjak-injak hak asasi seseorang, bukan hanya kita hindari, tetapi juga harus kita perangi dengan hal-hal positif yang pro kemanusiaan.

3. Warganet yang mau berjuang untuk menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa

Menjadi warganet moderat berarti menjadi netizen yang anti terhadap gerakan ekstremisme dan radikalisme. Pilihan menjadi moderat membuat seseorang lebih berfokus untuk menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa ini, sehingga segala sesuatu yang berusaha merusak dan menganggu keutuhan pasti akan ditentangnya. Mengapa? Karena bagi warganet moderat, Persatuan Indonesia adalah hal yang diutamakan. Oleh sebab itu, warganet smart dan moderat juga dapat disebut sebagai “Warganet yang Pancasilais”.

Sekarang saatnya hindari provokasi dan propaganda radikalisme dengan meningkatkan rasa patriotisme dan nasionslisme demi Indonesia yang damai dengan mendukung dan sukseskan program pemerintah melalui upaya deradikalisasi dengan membumikan serta menjalankan nilai-nilai Pancasila sekaligus sucikan diri di Bulan Ramadan demi sambut hari raya kemenangan Idul Fitri.

Artikel ini telah dibaca 176 kali

loading...
Baca Lainnya

Mengapresiasi Pemerintah Susun Rencana Vaksinasi Covid-19

Oleh : Edi Jatmiko Pemerintah sedang menyusun skema vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Masyarakat pun mengapresiasi...

30 September 2020, 23:19 WIB

Program Pemulihan Ekonomi Nasional Terus Dilaksanakan

Oleh : Aditya Akbar Pemerintah terus berusaha memulihkan sektor perekonomian, meskipun saat ini fokus untuk...

30 September 2020, 22:55 WIB

RUU Cipta Kerja Menambah Kesejahteraan Pekerja Kontrak

Oleh : Rita Efendi Pemerintah telah menginisiasi RUU Cipta Kerja melalui konsep Omnibus Law. Peraturan...

30 September 2020, 22:05 WIB

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dengan Pengaturan Upah Minimum yang Layak

Oleh : Ade Kurniawan Para pekerja deg-degan menunggu peresmian omnibus law RUU Cipta Kerja, karena...

30 September 2020, 05:35 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Laksanakan 3 M

Oleh : Zulfikar Penambahan pasien Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk...

30 September 2020, 05:23 WIB

Waspada Manuver KAMI Politisasi Isu PKI

Oleh : Edi Jatmiko Jelang peringatan peristiwa gerakan 30 september, selalu ada isu kebangkitan PKI...

30 September 2020, 05:17 WIB

loading...