Rabu, 13 Mei 2020 - 19:00 WIB

Buntut Penyegelan Rumah Warga Desa Naimana, Malaka Berujung Ke Polisi

Malaka – laporan kasus pemerasan, merujuk pada penyegelan rumah miliknya  Helena Seuk Bria alias Mama Kauk, warga Dusun Nataraen B, RT.013/RW.06. Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tenggah, Kabupaten Malaka NTT berujung ke kantor Polisi.

Akibat tindakan pemerasan, secara bersama- sama oleh 24 orang, hingga berujung penyegelan Rumah milik  Korban pada jumat 01/05/2020 lalu. Dengan kejadian tersebut Helena Seuk Bria merasa keberatan atas penyegelan rumahnya, akirnya melaporkan kasus penyegelan rumah ke Reskrim Mapolres Malaka.

Korban penyegelan rumah, Helena Seuk Bria bersama kuasa Hukumnya, Melkianus Kontrius mendatangi ke Mapolres Malaka, Selasa 12/5, untuk melaporkan tindakan kekerasan yang menimpa dirinya.

Kuasa Hukum Melkianus Kontrius saat di temui deliknews di depan Mapolres Malaka. Saya selaku kuasa hukum dari Helena Seuk Bria telah melaporan kasus ini  ke Mapolres Malaka dan sudah  dilanjutkan di unit reskrim. Atas tindakan kurang lebih 24 orang, warga desa Naimana, kerumah Korban, melakukan perbuatan melawan Hukum dan melawan Hak.

“Kehadiran ke 24 orang pelaku, dengan tindakan semena- mena melakukan pemerasan dan secara paksa, sehingga berujung pada penyegelan rumah korban” ujar Melkianus Kontrius, Selasa. 12/5 didepan unit Reskrim Malaka.

Lanjutnya, bahwa kasus yang dilaporkan kepihak Mapolres itu, karena perbuatan para pelaku, mempunyai peranan masing- masing, memasuki rumah milik korban, dan secara paksa mengeluarkan barang- barang milik korban. Kemudian ke  24 orang pelaku tersebut membawa barang-barang milik korban pergi, dengan nilai taksiran sekitar 20 juta.

Masih menurut nya, Modus tindakan kejahatan yang dilakukan 24 orang pelaku, sudah terorganisir. Karena, dari 24 orang datang secara bersama-sama dan melakukan tindak secara bersama- sama juga. Lalu, perbuatan pelaku, lebih dari 1 orang. jadi penerapan Hukum dengan delik penyertaan. Dalam kategori penyertaan, sebab: ada pelaku utama, ada aktor, ada yang menyuruh, ada turut membantu.

Untuk nama- nama 24 orang pelaku, sudah diajukan ke pihak penyedik reskrim Malaka. Diantara nama ke 24 orang pelaku termasuk Ketua RT wilayah dusun setempat, turut serta melakukan tindakan pidana. Apalagi sebagai aparat Desa tidak boleh melakukan perbuatan melawan hukum atau pertentangan dengan hukum.

Penerapan dalam hukum para pelaku sudah melawan pasal 368 KUHP, pemerasan dengan paksaan, jo. Pasal 55, KUHP. turut serta melakukan tindakan Pidana lebih dari 1 orang.

Harapan pada pihak penyidik, dalam penyelidikan kasus ini sesuai koridor hukum yang ditetapkan kitap UU KUHP yang berlaku, pungkasnya (Dami Atok/jat)

Artikel ini telah dibaca 198 kali

loading...
Baca Lainnya

Kampanyekan Protokol Kesehatan, Kapolresta Tangerang Gandeng Komunitas NMAX

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengunjungi komunitas NMAX Rider Tangerang...

18 September 2020, 10:23 WIB

Perangkat Desa Maktihan Belum Terima Tunjangan 9 Bulan, Melapor Ke DPRD Malaka

Malaka – selama 9 bulan perangkat desa Maktihan belum diterima tunjangan, akhirnya 8 orang perangkat...

18 September 2020, 00:14 WIB

Kapolsek Cikupa Pimpin Operasi Yustisi, Belasan Warga Disanksi

TANGERANG – Setidaknya 16 masyarakat yang melintas di Jalan Raya Serang, Cikupa, Kabupaten Tangerang pada...

17 September 2020, 21:38 WIB

Polsek Kronjo Gelar Operasi Yustisi, Puluhan Masyarakat Disanksi

TANGERANG – Jajaran Polsek Kronjo Polresta Tangerang menggelar operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Pertigaan Klutuk...

17 September 2020, 21:32 WIB

Polsek Balaraja Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Disanksi

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten kembali menggelar operasi yustisi pendisiplinan dan...

17 September 2020, 21:23 WIB

Disiplinkan Masyarakat, Polresta Tangerang, Pemkab, dan Kodim Tigaraksa Gelar Operasi Yustisi

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten bersama Pemkab Tangerang dan Kodim 0510 Tigaraksa kembali...

17 September 2020, 21:10 WIB

loading...