Senin, 18 Mei 2020 - 22:37 WIB

Masyarakat Diimbau Tetap Produktif Selama Pandemi Covid-19

Oleh : Alfisyah Kumalasari

Kita masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, namun bukan berarti harus malas-malasan. Produktivitas kerja bisa ditingkatkan, walau di rumah saja. Manfaatkan saja teknologi yang ada.

Corona masih belum mau minggat dari Indonesia. Masyarakat ada yang resah karena bosan, semua aktivitas mulai dari bekerja hingga belajar dilakukan di rumah saja. Mau ke luar rumah pun harus waspada karena takut akan tertular virus Covid-19. Mau tak mau mereka menaati peraturan untuk stay at home dan Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB).

Ketika seseorang berada di dalam rumah selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu, maka selain rasa bosan, muncul rasa malas akibat kegiatan yang monoton setiap hari. Tiap pagi bangun, mandi, ibadah, lalu beraktivitas yang lain. Semua dilakukan di dalam rumah, bahkan belanja sayur pun dilakukan dari rumah dengan menghubungi tukang sayur online.

Aktivitas yang menjemukan ini menimbulkan rasa lelah psikis dan akibatnya memilih untuk rebahan saja.
Padahal ketika stay at home, kita juga tetap work from home. Pekerjaan dilakukan via online, dan bebannya memang tidak seberat ketika dilakukan di kantor.

Sehingga sisa waktu di rumah lebih panjang, karena tidak usah melakukan perjalanan jauh ke kantor tiap pagi dan sore. Namun , keberadaan para pekerja yang melakukan aktivitas di rumah tidak seharusnya digunakan untuk bermalas-malasan.

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengimbau agar masyarakat tetap produktif bekerja walau tengah berada di pandemi Covid-19. Beliau sendiri walau berada di rumah, tetap bekerja secara daring (online). Jadi, masyarakat diharap untuk tetap rajin bekerja dan mengikuti langkah pak wapres tercinta.

Anda bisa produktif dengan menyalakan HP atau laptop yang tersambung ke internet. Ketika sudah tidak ada lagi pekerjaan dari kantor, bukankah lebih baik diisi dengan belajar daripada malas-malasan? Ada banyak sekali tutorial di youtube yang bisa ditonton lalu dipraktekkan. Mulai dari cara memasak, membuat kue, merajut, mengutak-atik mesin sepeda motor, dan lain-lain.

Manfatkan kuota di smartphone untuk menimba ilmu, agar jadi orang yang lebih pintar sekaligus terampil. Jangan digunakan untuk menggalau atau chatting saja. Bukankah sebuah telepon pintar seharusnya membuat pemiliknya jadi makin pintar? Lagipula tutorial yang ada di internet bisa ditonton secara gratis.

Setelah menonton tutorial dan membaca artikel tentang bidang yang Anda senangi, saatnya untuk dipraktekkan. Misalnya lebaran ini Anda ingin membuat kue kering sendiri, maka tinggal membeli margarin, gula, dan bahan-bahan lain, lalu mencari resep di Google atau Youtube.

Anda harus berpikir untuk tetap produktif walau di rumah saja, dengan belajar hal baru atau mempraktekkan keterampilan baru. Pun skill baru ini juga bisa dibuat untuk mencari uang tambahan, selain gaji dari kantor.

Manfaat dari tetap produktif di rumah adalah bisa mengasah otak, sehingga menjadi orang yang semakin pintar dan tangkas. Selain untuk membunuh waktu setelah bekerja, ternyata jika tetap produktif, maka juga terbebas dari obesitas.

Tubuh bergarak terus ketika mempraktekkan keterampilan. Jika Anda terus tiduran saja setelah work from home, maka jangan kaget ketika jarum timbangan selalu mengarah ke kanan, karena memang hanya pasif dan kurang gerak ketika berada di rumah.

Pandemi Corona bukan berarti membuat kita jadi mati kutu dan jadinya rebahan saja di kamar. Setelah selesai bekerja secara online, manfaatkan waktu untuk belajar sesuatu yang baru. Ketika Anda jadi lebih produktif, maka hati akan bahagia dan lupa akan rasa bosan yang muncul ketika harus beraktivitas di rumah saja.

Penulis aktif dalam Lingkar Pers Mahasiswa Jakarta

Artikel ini telah dibaca 146 kali

loading...
Baca Lainnya

Strategi ‘Rem dan Gas’ Seimbangkan Fokus Kesehatan dan Ekonomi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh: Muhammad Sidiq (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Kota Bandung) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan...

19 September 2020, 22:44 WIB

KAMI Ancam Persatuan Bangsa

Oleh : Ahmad Kurniawan Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditolak mentah-mentah oleh masyarakat, karena dianggap...

19 September 2020, 21:41 WIB

Restoratif Justice Rezka Oktoberia Di Setujui Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, Tokoh Luak 50 Kota: Alhamdulillah

Keluarnya Peraturan Kejagung RI nomor 15 tahun 2020 di sambut baik oleh masyarakat. Apresiasi untuk...

19 September 2020, 15:29 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan Para Pencari Kerja

Oleh : Adiarso Wibowo Peresmian omnibus law Cipta Kerja dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia, terutama para...

18 September 2020, 22:22 WIB

PERAN TOKOH MASYARAKAT DAN MEDIA PENTING DALAM UPAYA MENANGGULANGI PANDEMI COVID-19

Oleh : Alfisyah Kumalasari Wabah pandemi Covid 19 di Indonesia tidak terasa telah memasuki bulan...

18 September 2020, 21:48 WIB

Menarik, Alumni AKABRI 89 Bagikan 2.500 Paket Sembako dan 35.000 Masker di Kaltim

KALTIM  – Personel TNI-Polri alumni AKABRI tahun 1989, yang menamakan diri Altar 89, kembali menggelar...

18 September 2020, 10:40 WIB

loading...