Selasa, 19 Mei 2020 - 00:05 WIB

Minimnya Sarana – Prasarana Di SMPN 2 Malaka Barat, KBM Tidak Bisa Melalui Daring

Malaka – pelaksanan kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMN 2 Malaka Barat di saat pandemi covid-19 sekarang ini, kegiatan belajar mengajar tidak bisa melalui daring (online) akan tetapi para guru SMPN2 Malaka Barat bergantian mengunjungi  para siswanya menerapkan antar materi setiap pelajaran ke rumah siswa.

Selama Pandemi covid-19 pembatasan social distancing tak terkecuali di untuk para pelajar di Indonesia. Dengan kebijakan dari Mentri Pendidikan Nasional, Proses Belajar Mengajar (KBM) tidak lagi tatap muka langsung di sekolah akan tapi diganti para guru memberi tugas dengan jarak jauh dengan media HP ke siswanya melalui daring (online).

Kepala Sekolah SMPN 2 Malaka Barat, Yonatas Seran, S.Pd saat ditemui di ruangan Kepala Sekolah, Senin, 18/5, mengatakan, ditengah wabah pandemi covid-19 ini, kami didaerah antara perbatasan Kabupaten Malaka dengan TTS. Kami tidak melaksanakan proses belajar mengajar jarak jauh melalui barang daring. Karena kurangnya srana- prasarana yang sangat vital sekali, seperti : jaringan listrik padam setiap saat, jaringan sinyal untuk HP, kurang begitu bagus dan perekomian orang- tua murid pada umumnya ekonomi lemah.

“Walaupun kurangnya srana-prasara yang kami miliki, saya bersama rekan guru-guru, terus berupaya semaksimal mungkin dengan kemampuan kami. Demi meningkatkan mutu pendidikan anak-anak sebagai penerus bangsa dan negara demi mewujudkan tenaga yang berguna dan bermamfaat. Oleh karena itu, para guru mengantar soal materi setiap mata pelajaran berupa tugas pada siswa-siswi dirumah masing- masing. kemudian, soal materi yang diantar guru. Setelah tugas sudah dikerjakan oleh murid lalu kembalikan ke sekolah” ujar Yonatas Seran, S.Pd.

Lanjutnya, sebelum melakukan pemrosesan pelajaran disetiap rumah siswa, kami memberikan surat edaran kepada orang tua murid. Bagi siswa- siswi yang rumahnya berjauhan atau didesa tetangga, manakala berkenan didampingi orang tua, untuk mengambil materi tugas di sekolah sesuai jadwal. Sebab: ada 290 anak didik dari kelas 7- 9. Dan kelas 9 terdapat 79 anak didik.

Dari pantauan deliknews, di salah satu ruangan tengah ada salah satu guru, Drs. Ferdinandus Jon lagi melayani puluhan siswa-siswi nya sedang mengumpulkan lembaran materi tugas.

Setelah melayani siswa-siswi nya, Drs. Ferdinandus Jon ditemui deliknews. “Demi tugas dan fungsi sebagai tenaga pendidik, patut bertangug jawab terhadap anak didik. Walaupun dengan kondisi seperti apa pun, kita tetap menghadapi. Di SMPN2 ada 30 tenaga pendidik dan 2 orang pegawai, menjalan amanah dari kementrian melalui Dinas PKPO Kabupaten Malaka” ujar Ferdinandus Jon

Kepsek menindak lanjuti pemelajaran jarak jauh, melalui electronik namun terhambat dengan jaringan Listrik PLN yang sering padam dan siknyal jaringan HP yang kurang memadai. Sehingga kami menerapkan sistem pemroses belajar mengajar kepada Anak didik, secara langsung.

Masih menurutnya, KBM melalui pembagian materi permata pelajaran berupa tugas untuk siswa-siswi siswi. Penerapan yang dilakukan melalui kelompok atara 5-6 anak siswa. Sehingga medapat waktu yang cukup dalam menjangkau pembagian materi tugas pada siswa.

Salah satu Siswi kelas 7, Emilenta Yantriana Bria mengutarakan dengan malu- malu, di ruang tengah SMPN2. Kegiatan proses KBM, ditengah pandemi Covid-19 sepertinya, mereka tidak libur sekolah. Karena, para guru datang bergantian ke tempat yang sudah ditentukan oleh Guru. Kemudian, soal yang kami terima sebagai tugas setelah dikerjakan kemudian tugas itu dikumpul kembali ke sekolah. Setelah mengumpulkan tugas kami langsung dapat lagi materi tugas untuk berikatnya.

“Untuk belajar jarak jauh melalui daring (online) lewat HP selama ini tidak pernah dilakukan. Karena harga HP mahal sekali. Jadi orang tua saya tidak mampu belinya. Apa lagi kita isi pulsa untuk mengikuti proses belajar mengajar, dari mana uang isi pulsa ?. Sedangkan orang tua saya sebagai petani murni. Penghasilan setiap harinya orang tua tidak kondusif” ungkap Emilenta Yantriana Bria.( Dami Atok/jat)

Artikel ini telah dibaca 278 kali

loading...
Baca Lainnya

Kampanyekan Protokol Kesehatan, Kapolresta Tangerang Gandeng Komunitas NMAX

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengunjungi komunitas NMAX Rider Tangerang...

18 September 2020, 10:23 WIB

Perangkat Desa Maktihan Belum Terima Tunjangan 9 Bulan, Melapor Ke DPRD Malaka

Malaka – selama 9 bulan perangkat desa Maktihan belum diterima tunjangan, akhirnya 8 orang perangkat...

18 September 2020, 00:14 WIB

Kapolsek Cikupa Pimpin Operasi Yustisi, Belasan Warga Disanksi

TANGERANG – Setidaknya 16 masyarakat yang melintas di Jalan Raya Serang, Cikupa, Kabupaten Tangerang pada...

17 September 2020, 21:38 WIB

Polsek Kronjo Gelar Operasi Yustisi, Puluhan Masyarakat Disanksi

TANGERANG – Jajaran Polsek Kronjo Polresta Tangerang menggelar operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Pertigaan Klutuk...

17 September 2020, 21:32 WIB

Polsek Balaraja Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Disanksi

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten kembali menggelar operasi yustisi pendisiplinan dan...

17 September 2020, 21:23 WIB

Disiplinkan Masyarakat, Polresta Tangerang, Pemkab, dan Kodim Tigaraksa Gelar Operasi Yustisi

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten bersama Pemkab Tangerang dan Kodim 0510 Tigaraksa kembali...

17 September 2020, 21:10 WIB

loading...