Kades Padangsambian Kaja: Dari Awal Kami Tegas Tidak Ajukan PKM

- Tim

Rabu, 20 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denpasar – Kepala Desa Padangsambian Kaja, I Made Wijaya, S.Pt., M.Si mengatakan pihaknya memilih tidak mengusulkan atau menerapkan PKM sebagaimana dimaksud dalam Perwali 32 tahun 2020.

Sikap ini menurut Made Wijaya diambil lantaran secara substansi pembatasan-pembatasan di masyarakat dikatakan sudah dilakukan sejak 3 bulan lalu. Bahkan diungkap sehari sebelum pelaksanaan PKM tanggal 15 Mei 2020 pihaknya mengaku sudah mengadakan rapat desa. Dengan tegas dikatakan berdasarkan hasil rapat desa tidak mengajukan PKM.

“Apa yang menjadi substansi dari PKM kan sudah dilakukan. Kami melakukannya bahkan sejak bulan Maret. Di Perwali itu kan bahasanya Desa, Desa Adat dan Kelurahan dapat mengusulkan PKM, sementara substansinya, seperti, edukasi pakai masker, jaga jarak, pola hidup sehat, desinfektan, pembatasan sosial, sosialisasi dan pembatasan jam berusaha, dan lain-lain itu kan sudah kami lakukan,” ungkap Kepala Desa Padangsambian Kaja di Jalan Kebo Iwa Utara Denpasar, Rabu (20/5)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa tiga periode ini bahkan berharap agar Perwali Denpasar No. 32 tahun 2020 tentang PKM ini dapat dievaluasi dan ditinjau ulang penerapannya. Ia mengatakan yang dibutuhkan saat ini adalah dukungan dan penguatan apa telah dilakukan di tingkat Desa dan Desa Adat.

Penerapan status PKM ini menurutnya justru hanya akan menimbulkan kesan seram dan mencekam di masyarakat. Belum lagi, ketentuannya tidak jelas dapat membingungkan masyarakat. Karena itu ia berharap agar Perwali tentang penerapan PKM ini agar dievaluasi dan ditinjau ulang saja.

“Saya berharap Perwali sebaiknya ditinjau ulang saja. Sebaiknya, beri saja penguatan pada apa yang telah dilakukan oleh kami di Desa maupun Kelurahan selama ini, yang telah 3 bulan ini, bersinergi dengan Desa Adat dan juga masyarakat berjuang menghadapi penyebaran Covid-19 ini,” tandasnya.

Berita Terkait

Sindikat, 2 Terdakwa Founder PT DOK Kembali akan Dilaporkan Polisi
Dana Besar? 5 Founder PT DOK Diseret ke Meja Hijau
Dilaporkan Polisi! Akte Diduga Palsu Hambat Hak Tanah di Badak Agung
Polemik Tanah Badak Agung, AJB Diduga Cacat Hukum
Polisi Dalami Ribut-Ribut Penembokan Tanah di Badak Agung
Kejam, Tak Pakai Uang Negara JPU Tuntut Prof Antara 6 Tahun Penjara
Penembokan Tanah Badak Agung Berpotensi Terjadi Gesekan
Warga Bali Tumpah Melihat Konser Rakyat Dihadiri Gibran
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 3 Mei 2024 - 16:34 WIB

Sindikat, 2 Terdakwa Founder PT DOK Kembali akan Dilaporkan Polisi

Jumat, 15 Maret 2024 - 15:52 WIB

Dana Besar? 5 Founder PT DOK Diseret ke Meja Hijau

Selasa, 5 Maret 2024 - 19:43 WIB

Dilaporkan Polisi! Akte Diduga Palsu Hambat Hak Tanah di Badak Agung

Senin, 29 Januari 2024 - 09:32 WIB

Polemik Tanah Badak Agung, AJB Diduga Cacat Hukum

Rabu, 24 Januari 2024 - 18:32 WIB

Polisi Dalami Ribut-Ribut Penembokan Tanah di Badak Agung

Rabu, 24 Januari 2024 - 08:33 WIB

Kejam, Tak Pakai Uang Negara JPU Tuntut Prof Antara 6 Tahun Penjara

Kamis, 18 Januari 2024 - 06:57 WIB

Penembokan Tanah Badak Agung Berpotensi Terjadi Gesekan

Rabu, 10 Januari 2024 - 20:49 WIB

Warga Bali Tumpah Melihat Konser Rakyat Dihadiri Gibran

Berita Terbaru

Regional

Kabag Ren Polres Nisel Dan Kapolsek Sertijab

Senin, 20 Mei 2024 - 13:53 WIB

Regional

Firman Giawa Hadiri Perayaan HUT BKPN Ke – 30 Tahun

Minggu, 19 Mei 2024 - 22:26 WIB