Bali  

CSR PT. Pelindo III dan BUMN di Bali Belum Sentuh Pecalang

Denpasar – Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Pelindo III bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lain beroperasi di Bali diharapkan bisa menyentuh Pecalang sebagai garda terdepan di tengah pandemi COVID-19.

Menurut Ketua Pecalang se-Bali atau Manggala Agung Pasikian Pecalang Bali, I Made Mudra mengatakan, selain tidak digaji, diungkap selama ini perusahaan plat merah belum ada sama sekali terdengar mengucurkan bantuan kepada Pecalang.

“Belum ada sama sekali bantuan dari BUMN. Kalau ada itu dari masyarakat yang perduli berempati memberi nasi bungkus di pos jaga. Seperti sekarang, saya membawa bekal dari rumah,” ungkap Mudra di Denpasar, Jumat (22/5)

Mudra menekankan seluruh Bali tercatat 1.493 desa adat. Rata-rata dikatakan setiap desa adat ada Pecalang minimal 30 orang. “Saya berharap pemerintah mendengar keluhan hati ‘sameton’ pecalang se-Bali. Kalau tidak di dengar juga tidak apa namanya juga ‘ngayah’,” singgungnya.

Lebih lanjut, Manggala Agung Pasikian Pecalang Bali ini menegaskan, bahwa kerja Pecalang adalah pengabdian dan bukan pekerjaan pokok. Konsepnya ‘ngayah’ terhadap masyarakat desa adatnya, tunduk taat atas titah Jero Bendesa.

“Kita selalu memohon agar dikaruniai kesehatan oleh para leluhur agar tetap sehat. Harapan kami tidak berlebihan. Perhatikan warga dan para dokter, perawat itu didahulukan agar petugas medis betul-betul sehat. Semoga pacalang di tengah kekurangan terus sehat juga,” cibir Mudra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.