Banjir Di Desa Oan Mane, Jadi Perhatian Anggota Komisi III DPRD Malaka

- Tim

Selasa, 26 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malaka – Minimnya draenase mengakibatkan rumah warga desa Oan Mane saat hujan intensitas tinggi. Untuk mengurangi genangan air hujan, warga menjebol jalan aspal. Sekarang jadi perhatian DPRD Komisi III Kabupaten Malaka NTT.

Banjir di desa Oan Mane menjadi perhatian dan disikapi oleh anggota DPRD Komisi III. Salah satu anggota dewan dari Partai Parindo, Andreas Nahak, SH saat di temui di rumahnya, Selasa, (26/5) mengatakan tindakan yang dilakukan warga penduduk desa terhadap penjebolan jalan aspal itu, memang tidak Prosedural. Tetapi hanya karena dengan terpaksa dalam menyelamatkan rumah warga penduduk desa.

“Perencanaan pekerjaan jalan yang direncanakan oleh pihak PUPR pada tahun 2018 itu, tidak secara matang. Kenapa dikatakan tidak secara matang? Karena tidak adanya Saluran “deker”(gorong-gorong)” ujar Andreas Nahak, SH.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya, sudah dilihat secara kasat mata dengan fisik atau progres pekerjaan bahwa, tidak adanya draenase mengakibatkan air hujan mengenang rumah warga sampai-sampinya aspal jalan berupa hotmiks dijebol sama warga.

Masih menurutmya, terkait perkejaan jalan Aspal yang tidak ada draenase itu, kita akan membawanya ke rapat Dewan, untuk melihat kembali perencenaan pekerjaan jalan jalur Besikama Oan Mane. Apakah didalam RAPS, ada Item Untuk pekerjaan draenase atau tidak? Kalau ada, kenapa tidak dilakukan dalam pekerjaan?. Dan kalau tidak ada, akan menjadi prioritas pengerjaan dalam perencanan anggaran tahun 2021 mendatang.

Dia mengapresiasi pada pihak pemerintah Kabupaten Malaka, melalui PUPR, sudah datang melihat kejadian penjebolan jalan aspal. Selanjutnya memberikan nasehat kepada warga, disertai dengan tindakan mengeruk aspal yang dijebol, untuk meningkatkan menjadi deker sesuai hasil pantauan lapangan pada Senin 25/5 lalu, pungkasnya.

Tempat yang berbeda, anggota DPRD Komisi III, dari ketua Fraksi PDIP, Iknasius Fahik  A.Md mengatakan, pekerjaan jalan yang di areal daerah DAS (Daerah Aliran Sungai) itu, perencanaannya harus ada draenasenya. Sebab: daerah DAS akan bisa terjadi namanya banjir lokal bisa terjadi pada faktor alam, seperti guyuran curah hujan yang begitu tinggi, akan tergenang air hujan pada dataran tertu. Ungkap Iknasius Fahik A.Md, Selasa (26/5) dirumahnya.

“Perencenaan pekerjaan jalan di daerah DAS, khususnya dikecamtan Malaka Barat itu,  terlebih dahulu harus memikirkan dampak banjir dari sugai kali Beninai. Kemudian, menggariskan didaerah DAS itu, merupakan dataran rendah. Jadi pekerjaan Infratruktur jalan harus ada Draenase.” ujar Iknasius Fahik A.Md.

Lanjutnya, perencanaan jalan oleh PUPR Malaka pada daerah DAS, sesungguhnya melalui kajian yang secara matang, terkait lokasih yang ditentukan atas jalan yang dibuat. Telebih pada daerah desa Lasaen, Fafoe, Sikun, Oan Mane, karena ke 4 desa tersebut terletak pada pesisir Kali.

Masih menurutnya, fungsi dari pada draenase itu, demi menyalamatkan jalan dari tergenangnya air, kemudian pengaliran air secara leluasa, dan menghindari dari Rumah warga supaya tidak digenangi air hujan.

Untuk pekerjaan ruas jalan aspal  Besikama Oan Mane, yang tidak ada draenase, hingga terdampak pada warga tergenang air, sampai jalan aspal dijebol warga menjadi perhatian Kami sebagai Dewan, untuk ditindak lanjuti melalui persidang Dewan kehormatan, pungkasnya.

Di tempat berbeda Kepala Bidang Bina Marga, Lorens Haba saat di temui deliknews di kantornya, Selasa 26/5, mengatakan pekerjaan ruas jalan Besikama Sukabilulik, pada tahun 2018 lalu, sepanjang 3,6.km bersumber dari dana DAU.

“Perencanaan secara manusia, tidak ada namanya sempurna. Jadi pekerjaan pada tahun 2018 dan tahun 2019, tidak apa-apa. Maka terjadi banjir ditahun 2020, artinya curah hujan tinggi saja. Oleh karena perencanan bisah dapat dibenahi, sebab: didalam Ilmu manejeman, ada namanya proses dan evaluasi. Bila didalam evalusi itu ada kurangnya bisa dapat melakukan pembenahan ulang” ujar Lorens Haba.

Lanjutnya, sudah buat deker pada titik yang tergenang air hujan lalu, kalau dilihat masih ada yang taruhkan deker, nanti kita buatkan lagi, pungkasnya. (Dami Atok)

Berita Terkait

SAT SAMAPTA POLRES NISEL PATROLI DI TEMPAT WISATA
PDIP Klungkung Ngegas Dukung Koster-Ace, Karangasem Siap Konsolidasi
Pentingnya Rekonsiliasi Politik Jaga Situasi Nasional Tetap Stabil
Mengapresiasi Upaya Pemerintah Selenggarakan Mudik Lebaran 2024
Wujudkan Hilirisasi Produk Lokal Aceh, Program AMANAH Mampu Atasi Resesi Ekonomi
Apresiasi Peran Tokoh Agama Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Pasca Pemilu
Bupati Simon Membawa Kabar Gembira
Berapa Banyak Kuota CPNS dan PPPK 2024, Diperjuangkan Bupati Malaka Dipusat

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 11:40 WIB

SAT SAMAPTA POLRES NISEL PATROLI DI TEMPAT WISATA

Jumat, 12 April 2024 - 11:46 WIB

PDIP Klungkung Ngegas Dukung Koster-Ace, Karangasem Siap Konsolidasi

Kamis, 11 April 2024 - 22:31 WIB

Pentingnya Rekonsiliasi Politik Jaga Situasi Nasional Tetap Stabil

Kamis, 11 April 2024 - 22:10 WIB

Mengapresiasi Upaya Pemerintah Selenggarakan Mudik Lebaran 2024

Kamis, 11 April 2024 - 21:47 WIB

Apresiasi Peran Tokoh Agama Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Pasca Pemilu

Kamis, 11 April 2024 - 19:18 WIB

Bupati Simon Membawa Kabar Gembira

Kamis, 11 April 2024 - 11:46 WIB

Berapa Banyak Kuota CPNS dan PPPK 2024, Diperjuangkan Bupati Malaka Dipusat

Rabu, 10 April 2024 - 23:33 WIB

Mengapresiasi Apkam Antisipasi Manuver KST Papua Saat Idul Fitri 1445 H

Berita Terbaru

Regional

SAT SAMAPTA POLRES NISEL PATROLI DI TEMPAT WISATA

Sabtu, 13 Apr 2024 - 11:40 WIB