Rabu, 27 Mei 2020 - 20:39 WIB

Prosesi upacara Ngaben. (Foto: istimewa)

Prosesi upacara Ngaben. (Foto: istimewa)

Berkas Dipelajari Jaksa, Kasus Sudaji Berpeluang di SP3

Buleleng – Pasca penyerahan berkas dari Polres Buleleng terkait kasus Ngaben Sudaji, Kejaksaan Singaraja mengaku akan berpegang pada dalil objektifitas. Dimana diketahui pada saat kegiatan berlangsung status Desa Sudaji tidak ditetapkan sebagai wilayah karantina atau isolasi. Saat itu faktanya yang ada hanya himbauan dari pemerintah daerah terkait tata cara pencegahan penyebaran Covid-19.

Kejaksaan menjelaskan dalam kasus ini, tim jaksa mempunyai waktu selama 14 hari mempelajari seluruh aspek hukum sebelum diambil kesimpulan. Melihat responsif kejaksaan seperti ini tentu masih ada peluang kasus Ngaben Sudaji untuk bisa dihentikan penyidikannya alias di SP3.

“Kami sudah terima berkasnya dan kami masih punya waktu untuk mempelajarinya. Kalau sudah beres atau ada yang kurang, tentu kami akan berkoordiansi lagi dengan penyidik kepolisian,” terang Kasi Intel Kejari Singaraja, Anak Agung Ngurah Jayalantara, Rabu (27/5)

Lebih lanjut dikatakan, bahwa tim akan mempelajari kasus untuk ditentukan posisinya.”Tunggu beberapa waktu kalau sudah selesai akan kami informasikan hasilnya,” tambah Ngurah Jayalantara.

Sisi lain, Tim Hukum Berdikari Law Office, selama ini mendampingi tersangka beranggapan, penetapan kliennya sebagai tersangka, yang bertanggung jawab terhadap keramaian saat upacara Ngaben tidak tepat.

Nyoman Agung Sariawan, selaku salah satu kuasa hukum dari tersangka mengatakan permohonan penerbitan SP3 yang dilakukan kepada pihak kepolisian lantaran prosesi Ngaben Dadia di Desa Sudaji tidak dalam status PSBB atau karantina wilayah.

“Bahkan panitia telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sehingga tidak ada niat jahat dalam pelaksanaan ngaben tersebut,” ungkap Sariawan.

Perlu diketahui sebelumnya tersangka didampingi Kuasa Nonlitigasi dari Waketum DPP Persadha Nusantara, Gede Suardana dan Kadek Cita Ardana Yudi, telah menyerhakan surat permohonan penerbitan SP3 kepada Polres Buleleng. Permohonan ini ditanda tangani langsung, Gede Pasek Suardika, Nyoman Agung Sariawan, Made Kariada, Gede Suryadilaga dan Made Arnawa.

Artikel ini telah dibaca 6492 kali

loading...
Baca Lainnya

Masyarakat Harus Patuhi Protokol Kesehatan di Era New Normal

Oleh : Dodik Prasetyo Era new normal membuat kehidupan masyarakat seolah-olah bangkit kembali. Banyak tempat...

5 Juli 2020, 22:07 WIB

Mewaspadai Provokasi Tolak RUU HIP

Oleh : Reza Pahlevi Rancangan undang-undang haluan ideologi pancasila masih menjadi isu panas di masyarakat...

5 Juli 2020, 19:21 WIB

Sambangi Petugas Parkir, Personel Polsek Rajeg Sampaikan Kamtibmas

TANGERANG – Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Rajeg Polresta Tangerang Polda Banten...

5 Juli 2020, 16:59 WIB

Polsek Balaraja Gencarkan Sosialisasi Protokol Kesehatan

TANGERANG – Bhabinkamtibmas Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang...

5 Juli 2020, 16:51 WIB

Difitnah, Mbah Mar Ancam Laporkan Oknum LSM Bondowoso ke Bareskrim Polri

Jakarta – Maryadi atau Mbah Mar mengancam akan mempidanakan salah satu oknum LSM Bondowoso dan...

4 Juli 2020, 10:43 WIB

Pilkada Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Oleh : Alfisyah Dianasari Pandemi Covid-19 memang belum sepenuhnya berakhir, protokol kesehatan harus tetap diterapkan...

3 Juli 2020, 22:55 WIB

loading...