Kamis, 28 Mei 2020 - 18:53 WIB

Aktivis LSM Manikaya Kauci, I Nyoman Mardika. (Foto: istimewa)

Aktivis LSM Manikaya Kauci, I Nyoman Mardika. (Foto: istimewa)

Terlalu Boros, Badung Minim Ongkos Hadapi Corona

Badung – Kebijakan selama ini dilakukan Giri Prasta sebagai Bupati Kabupaten Badung, Bali dianggap terlalu boros oleh aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari Manikaya Kauci. Sebagai aktivis I Nyoman Mardika mengatakan, minimnya anggaran Badung dalam penanganan pandemi Covid-19 merupakan efek dari kebijakan eksekutif dilakukan tahun sebelumnya.

“Bahkan sebelum ada pandemi Badung sudah mengalami defisit. Bayangkan, kabupaten memiliki pendapatan daerah tertinggi kedua di Indonesia dan pertama di Bali kini gagap terhadap ongkos guna tangani Corona. Ini kan memprihatinkan dan tentu ada kesalahan. ‘Bares’ tapi tidak beres,” singgung Mardika, Kamis (28/5)

Hegemoni dikatakan aktivis ini begitu kuat dari eksekutif, membuat anggota dewan Badung pun minim yang bersuara kritis (jika tidak bisa disebut tidak ada). Keadaan yang kesannya kondusif ini bukan berarti tidak ada pewacanaan kritik dari masyarakat dan juga legislatif.

“Kalau fraksi PDI Perjuangan diam kita bisa maklumi karena yang berkuasa. Tapi kalau fraksi-fraksi yang lain ikut diam ini menjadi pertanyaan besar. Dalam demokrasi check and balance itu merupakan suatu keharusan agar masyarakat bisa terdidik secara politik. Bisa memahami tentang akuntabilitas dan pola penganggaran. Bukan berarti sebatas mau menerima begitu saja,” tuturnya.

“Sebenarnya bagus untuk pembangunan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Tapi kalau itu digunakan sebagai pencitraan politik dengan gaya jor-joran menguras anggaran tentu tidak baik. Misalnya pura yang masih bagus atau situs situs peninggalan sejarah punya legenda dan sejarah dibongkar. Sedangkan hal penting justru diabaikan,” cetus Mardika.

Sementara Wakil Ketua 1, DPRD Badung I Wayan Suyasa dari fraksi Partai Golkar mengatakan bahwa selama ini pemerintah eksekutif Badung dinilai terlena dengan pendapatan daerah yang besar. “Kemarin-kemarinnya terlalu terlena dengan pendapatan yang begitu besar. Pariwisata itu sangat riskan dengan masalah-masalah keamanan dan kesehatan, seperti kondisi saat ini (Covid-19, red),” terang Suyasa.

 

Artikel ini telah dibaca 150 kali

loading...
Baca Lainnya

Polsek Sikakap Tekan Kekerasan Terhadap Anak

Kepulauan Mentawai, – Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, SH bersama jajaran terus bersinergi dalam mewujudkan...

5 Juli 2020, 21:00 WIB

Satlantas Polres Pasaman Buka Call Center Pengaduan Penerbitan SIM

Pasaman, – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasaman secara resmi telah membuka Call Center pengaduan...

5 Juli 2020, 20:30 WIB

Jual ‘Canang’ ! Wanita Dianiaya Bos Villa Kubu Dituduh Gelapkan Rp 7,1 M

Denpasar – Dikatakan telah dilaporkan menggelapkan uang perusahaan mencapai Rp 7,1 miliar dalam pemberitaan, seorang...

Made Widyastuti Pramesti saat membuat canang. (Deliknews.com)

4 Juli 2020, 21:09 WIB

Ormas Islam dan LKAAM Pasaman Tolak RUU HIP

Pasaman, – Pimpinan Ormas lslam dan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Pasaman Provinsi...

 Pimpinan Ormas Islam dan LKAAM Pasaman sampaikan pernyataan penolakan terhadap RUU HIP di halaman Masjid Raya Pauh, Lubuk Sikaping, Jum'at 3 Juli 2020.

4 Juli 2020, 20:00 WIB

Sembako PDAM Badung untuk Warga Terdampak Banjir Akhirnya Terealisasi

Denpasar – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangutama, Kabupaten Badung (PDAM Badung) akhirnya merealisasikan bantuan...

Penyerahan bantuan paket sembako PDAM Badung untuk warga. (Deliknews.com)

4 Juli 2020, 08:16 WIB

Ketua DPRD Nisel : 1 Bendera Dibakar, Sejuta Bendera Berkibar

Nias Selatan, Deliknews.com – Insiden Pembakaran bendera PDI Perjuangan beberapa waktu lalu, 1 (satu) bendera...

3 Juli 2020, 19:00 WIB

loading...