Terlalu Boros, Badung Minim Ongkos Hadapi Corona

- Tim

Kamis, 28 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis LSM Manikaya Kauci, I Nyoman Mardika. (Foto: istimewa)

Aktivis LSM Manikaya Kauci, I Nyoman Mardika. (Foto: istimewa)

Badung – Kebijakan selama ini dilakukan Giri Prasta sebagai Bupati Kabupaten Badung, Bali dianggap terlalu boros oleh aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari Manikaya Kauci. Sebagai aktivis I Nyoman Mardika mengatakan, minimnya anggaran Badung dalam penanganan pandemi Covid-19 merupakan efek dari kebijakan eksekutif dilakukan tahun sebelumnya.

“Bahkan sebelum ada pandemi Badung sudah mengalami defisit. Bayangkan, kabupaten memiliki pendapatan daerah tertinggi kedua di Indonesia dan pertama di Bali kini gagap terhadap ongkos guna tangani Corona. Ini kan memprihatinkan dan tentu ada kesalahan. ‘Bares’ tapi tidak beres,” singgung Mardika, Kamis (28/5)

Hegemoni dikatakan aktivis ini begitu kuat dari eksekutif, membuat anggota dewan Badung pun minim yang bersuara kritis (jika tidak bisa disebut tidak ada). Keadaan yang kesannya kondusif ini bukan berarti tidak ada pewacanaan kritik dari masyarakat dan juga legislatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau fraksi PDI Perjuangan diam kita bisa maklumi karena yang berkuasa. Tapi kalau fraksi-fraksi yang lain ikut diam ini menjadi pertanyaan besar. Dalam demokrasi check and balance itu merupakan suatu keharusan agar masyarakat bisa terdidik secara politik. Bisa memahami tentang akuntabilitas dan pola penganggaran. Bukan berarti sebatas mau menerima begitu saja,” tuturnya.

“Sebenarnya bagus untuk pembangunan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Tapi kalau itu digunakan sebagai pencitraan politik dengan gaya jor-joran menguras anggaran tentu tidak baik. Misalnya pura yang masih bagus atau situs situs peninggalan sejarah punya legenda dan sejarah dibongkar. Sedangkan hal penting justru diabaikan,” cetus Mardika.

Sementara Wakil Ketua 1, DPRD Badung I Wayan Suyasa dari fraksi Partai Golkar mengatakan bahwa selama ini pemerintah eksekutif Badung dinilai terlena dengan pendapatan daerah yang besar. “Kemarin-kemarinnya terlalu terlena dengan pendapatan yang begitu besar. Pariwisata itu sangat riskan dengan masalah-masalah keamanan dan kesehatan, seperti kondisi saat ini (Covid-19, red),” terang Suyasa.

 

Berita Terkait

Wabup Nisel Bersama Danlanal Nias Hadiri Prosesi Pemakaman Alm. IST
Jangan Lagi Pertanyakan Siapa Pasangan Wakil Bupati Dr. Simon Nahak
Forkada Se-Kepulauan Nias Hasilkan Beberapa Keputusan
Wabup Nisel Bersama Danlanal Nias Melayat Dirumah Casis TNI ALPembunuhan Dan Penipuan
DPD PSI Malaka Resmi Buka Pendaftaran Bagi Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka
Kapolda Menerima Ka BNNP Sumsel Beserta Staff
WABUP NISEL FIRMAN GIAWA BUKA MUSRENBANG RPJPD KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2025-2045
BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024

Berita Terkait

Senin, 22 April 2024 - 16:56 WIB

Wabup Nisel Bersama Danlanal Nias Hadiri Prosesi Pemakaman Alm. IST

Minggu, 21 April 2024 - 10:02 WIB

Jangan Lagi Pertanyakan Siapa Pasangan Wakil Bupati Dr. Simon Nahak

Sabtu, 20 April 2024 - 08:59 WIB

Forkada Se-Kepulauan Nias Hasilkan Beberapa Keputusan

Jumat, 19 April 2024 - 17:16 WIB

DPD PSI Malaka Resmi Buka Pendaftaran Bagi Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka

Jumat, 19 April 2024 - 11:58 WIB

Kapolda Menerima Ka BNNP Sumsel Beserta Staff

Kamis, 18 April 2024 - 22:30 WIB

WABUP NISEL FIRMAN GIAWA BUKA MUSRENBANG RPJPD KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2025-2045

Kamis, 18 April 2024 - 22:26 WIB

BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024

Kamis, 18 April 2024 - 21:05 WIB

Kapolda berikan Apresiasi dan PIN Emas Buat Polisi, Sukses Ungkap Pembunuhan Sadis Dalam Waktu 1 X 24 Jam

Berita Terbaru

Regional

Forkada Se-Kepulauan Nias Hasilkan Beberapa Keputusan

Sabtu, 20 Apr 2024 - 08:59 WIB