Ketum MAWU Kupang Minta Polisi Usut Sampai Tuntas Dugaan Penyebaran Faham Khilafah

- Tim

Minggu, 31 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang – viralnya selebaran dan vidio dugaan penyebaran faham khilafah di kota Kupang sempat meresahkan warga kota Kupang. Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Uyelewun (MAWU) Kupang meminta aparat Kepolisian mengusut tuntas pelakunya sampai keakarnya.

Masyarakat kota Kupang akir-akir ini di bikin heboh dengan 2 kejadian melalui selebaran dan vidio dugaan penyebaran faham Khilafah.

Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Uyelewun (MAWU), Adrianus S. Laba saat di hubungi via ponselnya, Sabtu, (30/5). “Masalah ini, telah terjadi sebelumnya, kemudian terjadi kembali. Seolah-olah, upaya yang dilakukan aparat terkait tidak berbuah maksimal. Penyebaran Paham radikal oleh ormas Hisbut Tahrir (HTI) semakin mewabah dan sepertinya telah melahirkan kader-kader muda yang siap mengikuti doktrin khilafah tersebut” ujar Adrianus S. Laba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Kupang adalah beragam. Baik Suku, Ras, dan Agama. Kita sudah lama hidup berdampingan dengan damai. Jangan berulah untuk memecah belah keragaman kita, lanjutnya.

Kami sangat mendukung bapak Kapolda NTT dan Polresta Kupang untuk segera menertibkan gerakan Khilafah di kota Kupang secara tegas dan semaksimal mungkin. Meminta semua elemen masyarakat untuk tidak terpengaruhi oleh gerakan Khilafah.

Masih menurutnya, sangat mendukung aparat Kepolisian untuk mengusut sampai tuntas pelaku yang berupaya penyebaran paham Khilafah dengan selebaran yang diselipkan di koran maupun Vidio yg beredar.

Pihak keamanan harus sedini mungkin untuk mencegah problem yang tengah terjadi. Setelah melihat kedua pelaku ditangkap, maka yang perlu ditindaklanjuti adalah mengusut siapa saja pelaku yang memberikan selebaran tersebut kepada penjual koran atau yang membagikan juga harus di usut, pungkasnya. (Ramadhan)

Berita Terkait

Sekda Malaka Launching Integrasi Layanan Primer di PKM Betun
Bobol Gudang Barang Bukti Kejari Perak, Satpam Pergudangan PT Interpot Surabaya Curi 24 Botol Pil Koplo
Bayar Rp.700 Juta, Terdakwa Wang Suwandi Sudah Berdamai Dengan Harijana
Kabag Ren Polres Nisel Dan Kapolsek Sertijab
Firman Giawa Hadiri Perayaan HUT BKPN Ke – 30 Tahun
Rumah Sakit Pratama Wewiku Siap PHO: Tahapan Finishing dan Pembersihan Lokasi
FKPPI Kota Semarang Menggelar Live Music Setiap Malam Minggu di Pujasera Hayam
Proyek Rumah sakit Pratama Wewiku Tahapan Finishing

Berita Terkait

Selasa, 21 Mei 2024 - 14:05 WIB

Sekda Malaka Launching Integrasi Layanan Primer di PKM Betun

Selasa, 21 Mei 2024 - 02:59 WIB

Bobol Gudang Barang Bukti Kejari Perak, Satpam Pergudangan PT Interpot Surabaya Curi 24 Botol Pil Koplo

Senin, 20 Mei 2024 - 23:13 WIB

Bayar Rp.700 Juta, Terdakwa Wang Suwandi Sudah Berdamai Dengan Harijana

Senin, 20 Mei 2024 - 13:53 WIB

Kabag Ren Polres Nisel Dan Kapolsek Sertijab

Minggu, 19 Mei 2024 - 21:26 WIB

Rumah Sakit Pratama Wewiku Siap PHO: Tahapan Finishing dan Pembersihan Lokasi

Minggu, 19 Mei 2024 - 20:02 WIB

FKPPI Kota Semarang Menggelar Live Music Setiap Malam Minggu di Pujasera Hayam

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:27 WIB

Proyek Rumah sakit Pratama Wewiku Tahapan Finishing

Sabtu, 18 Mei 2024 - 09:11 WIB

Yayasan Luruhmutin Malaka: Siap Menerima Pendaftaran Warga Belajar Paket, A, B dan C

Berita Terbaru

Regional

Kabag Ren Polres Nisel Dan Kapolsek Sertijab

Senin, 20 Mei 2024 - 13:53 WIB