Minggu, 31 Mei 2020 - 05:44 WIB

New Normal untuk Perbaikan Ekonomi

Oleh : Raavi Ramadhan

Saat masa pendemi Covid-19, maka yang paling terpukul adalah bidang ekonomi, karena kebijakan untuk berdiam diri di rumah membuat produksi dan distribusi produk terganggu.

Sekarang ada perencanaan fase the new normal dan pelan-pelan semua orang boleh beraktivitas di luar walau dengan peraturan kesehatan yang ketat. Kita memang harus memasuki era ini, karena mau tak mau pasar harus dibuka dan roda ekonomi digulirkan kembali.

Era new normal yang dicanangkan oleh pemerintah membuat banyak orang lega karena bisa beraktivitas di luar rumah. Para pegawai bisa bekerja lagi di kantor walau tidak selama biasanya, karena bergantian dengan rekan.

Sekolah dan tempat umum lain juga dibuka lagi, terutama pasar yang jadi jujukan orang untuk berbelanja. Transaksi yang sebelumnya sepi diharapkan bisa ramai kembali.

Mengapa harus ada fase the new normal? Karena kita tidak hanya bisa berdiam diri di rumah hingga vaksin corona ditemukan. Pandemi ini diprediksi bisa berlangsung selama 2 tahun. Jadi mau tak mau manusia harus beradaptasi dengan keadaan dan beraktivitas walau harus memakai masker dan membawa hand sanitizer.

Salah satu bidikan ketika era new normal dijalankan adalah bidang ekonomi. Ketika manusia sudah boleh keluar rumah, maka para pedagang kecil lega karena bisa berjualan lagi.

Konsumen lama akan kembali dan mereka bisa tersenyum karena jualannya tak lagi sepi. Pasar yang dibuka kembali juga membuat penjual ikan, sayuran, dan lain-lain lega karena bisa memperoleh pendapatan seperti biasanya, sebelum pandemi melanda.
Hal ini sesuai dengan penilaian dari M Nafan Aji Gusta Utama, seorang analis ekonomi.

Menurutnya, era new normal akan memperbaiki kinerja perekonomian. Dari yang sebelumnya lesu jadi bergairah kembali. Diharapkan semua orang, terutama para pedagang, bisa bernapas lega karena ketika ekonomi naik maka daya beli akan kembali tinggi.

Bagaimanapun, kita tidak bisa hanya pasrah dn menyerah terhadap corona. Orang boleh berada di rumah saja dan bisa work from home. Namun bagaimana dengan nelayan atau petani? Para pedagang kaki lima juga hanya bisa gigit jari ketika akan bekerja tapi malah dihalau oleh petugas.

Ketika keadaan aman, mereka menggelar dagangan tapi pembelinya menurun drastis. Jika terus seperti ini, maka ekonomi bisa ambruk. Tak heran bahwa rencana untuk membuka mall dan pasar adalah strategi yang logis, dan masih tetap aman karena sesuai dengan protokol kesehatan.

Ketika pasar dan tempat belanja lain boleh dibuka, maka akan memberikan efek domino yang positif. Di tempat parkir akan berjejer sepeda motor dan mobil lagi, sebelum era corona.

Tukang parkir akan bisa bekerja kembali. Sopir yang membawa barang dari pabrik ke distributor dan disalurkan ke Mall, akan bahagia karena dipanggil lagi oleh sang atasan untuk bertugas. Para SPG dan kasir akan senang karena tak lagi dirumahkan dan bisa membawa gaji lagi untuk keluarga yang menunggu di rumah.

Gairah ekonomi akibat adanya fase the new normal akan juga merambah ke pasar saham. Ketika sebelumnya nilai saham banyak yang anjlok, maka nanti prediksinya akan naik lagi dengan perlahan. Para broker akan bahagia karena pasar saham hidup kembali. Mereka bisa bekerja tanpa takut akan terbayang-bayang oleh kerugian.

Kondisi ekonomi di Indonesia diperkirakan bisa normal lagi ketika ada fase the new normal. Ketika pasar dan pusat perbelanjaan dibuka, maka kita tidak usah panik karena takut akan tertular virus Covid-19.

Jika kita pakai masker dan selalu menjaga kesehatan, maka tidak akan mudah kena penyakit corona. Pasar justru wajib dibuka lagi agar para pedagang bisa berjualan dengan normal dan roda ekonomi berputar kembali.

Penulis adalah mahasiswa Universitas Pakuan Bogor

Artikel ini telah dibaca 193 kali

loading...
Baca Lainnya

Rizieq Shihab Harus Ikuti Protokol Kesehatan

Oleh : Zakaria Rizieq Shihab dikabarkan pernah dirawat di sebuah RS swasta di Bogor. Desas-desus...

1 Desember 2020, 00:58 WIB

Aksi Keji KKB Papua Jelang 1 Desember Melanggar HAM

Oleh : Sabby Kosay Terjadi lagi peristiwa berdarah yang membawa korban di Papua. Sebanyak 3...

1 Desember 2020, 00:38 WIB

SIG dan KAI Jalin Kerja Sama Optimalisasi Angkutan Semen

Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Kereta...

30 November 2020, 19:33 WIB

UU Cipta Kerja Atasi Masalah Sektor Pertambangan

Oleh : Lisa Pamungkas Omnibus law UU Cipta Kerja tak hanya mengubah iklim ketenagakerjaan dan...

30 November 2020, 16:41 WIB

Bansos Terdampak Corona Berlanjut Hingga 2021

Oleh : Alfisyah Kumalasari Banyak masyarakat yang tertolong oleh bansos pemerintah, karena mendapatkan uang tunai...

30 November 2020, 14:26 WIB

UU Cipta Kerja Mendorong Kesejahteraan Rakyat

Oleh : Lisa Pamungkas Pemerintah berusaha membangkitkan kembali ekonomi Indonesia, dengan meresmikan UU Cipta Kerja....

29 November 2020, 17:21 WIB

loading...