Jumat, 5 Juni 2020 - 18:43 WIB

Polresta Tangerang Paksa Putar Balik 28 Kendaraan di Hari Ke-42 Ops Ketupat

TANGERANG – Hari ke-42 Operasi Ketupat Kalimaya 2020, Kamis (4/6/2020), Polresta Tangerang Polda Banten memaksa putar balik 36 kendaraan yang diduga akan mudik.

Kegiatan yang merupakan bagian dari pelaksanaan larangan mudik itu digelar di beberapa lokasi penyekatan Polresta Tangerang yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Kendaraan yang kami minta putar arah didominasi kendaraan pribadi roda empat dan roda dua yang sengaja memilih jalur non–tol untuk menghindari penjagaan petugas,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Jumat (5/6/2020).

Ade menambahkan, jalur tol sudah dijaga ketat petugas sehingga kendaraan dari arah Jakarta atau sebaliknya sudah sangat dibatasi aksesnya.

Oleh karenanya, banyak pengendara terutama kendaraan pribadi mengambil inisiatif jalur non–tol. Namun, lanjut Ade, penjagaan di jalur non–tol pun turut diperketat.

Adapun perincian kendaraan yang dipaksa putar balik terdiri dari bus umum 4 unit, kendaraan roda empat 12 unit dan sepeda motor 12 unit.

Ditambahkan Ade, kendaraan pribadi yang diberhentikan petugas rata–rata berisi lebih dari 4 penumpang. Tujuan para pengendara adalah Pelabuhan Merak atau akan menyeberang menuju wilayah Sumatera.

“Kami minta putar arah secara persuasif dan sekaligus memberi informasi bahwa kalau pun lolos dari penjagaan kami, tetap akan menemui penjagaan di jalur berikutnya. Sehingga ada risiko memutar lebih jauh,” terangnya.

Menurutnya, larangan mudik sudah tertuang dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID–19.

Larangan mudik mulai berlaku sejak 24 April hingga 31 Mei 2020 untuk sektor darat dan penyeberangan. Sedangkan untuk kereta api, larangan mudik berlaku hingga 15 Juni 2020. Untuk sektor kapal laut, larangan mudik berlaku hingga 8 Juni 2020 dan untuk sektor angkutan udara, larangan mudik diberlakukan hingga 1 Juni 2020.

Dengan adanya aturan itu, lanjutnya, masyarakat diimbau untuk menunda kegiatan mudik, setidaknya sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan.

 

Artikel ini telah dibaca 21900 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Untungkan Pekerja dengan Pengaturan Upah Minimum yang Layak

Oleh : Ade Kurniawan Para pekerja deg-degan menunggu peresmian omnibus law RUU Cipta Kerja, karena...

30 September 2020, 05:35 WIB

Masyarakat Harus Disiplin Laksanakan 3 M

Oleh : Zulfikar Penambahan pasien Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk...

30 September 2020, 05:23 WIB

Waspada Manuver KAMI Politisasi Isu PKI

Oleh : Edi Jatmiko Jelang peringatan peristiwa gerakan 30 september, selalu ada isu kebangkitan PKI...

30 September 2020, 05:17 WIB

Menengok Harta Kekayaan Cabup Sidoarjo, Ternyata Cabup Ini Paling Terkaya

Sidoarjo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah umumkan laporan harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para...

29 September 2020, 21:33 WIB

Mewaspadai Manuver KAMI Bermuatan Politis

Oleh : Ahmad Bustomi Masyarakat dipusingkan dengan ulah anggota KAMI yang mejeng di berita TV...

29 September 2020, 03:55 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus

Oleh : Abner Wanggai Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan Otsus Papua. Otsus tersebut dianggap membawa...

29 September 2020, 03:48 WIB

loading...