Minggu, 7 Juni 2020 - 19:50 WIB

Patut Diduga ada Permainan Anggaran, PKN Pusat Sorot Penetapan Zona Merah Gayo Lues

Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh sebagai zona merah Covid-19 semakin seru. Pasalnya, penetapan sesui surat edaran Plt Gubernur Aceh beberapa waktu lalu menui banyak tanggapan dari berbagi kalangan. Hal ini, dikarenakan penetapan ini dinilai tanpa kajian yang  rasional, hingga menimbulkan tanggapan yang beragam, mulai adanya dugaan permainan anggaran hingga kepentingan politik.

Salah satunya Ketua PKN Pusat, Patar Sitohang, SH.MH. patar menilai penetapan ini sangat pantas untuk menimbulkan berbagai dugaan. Sesuai dengan Sura Edaran Mendagi Tentang Pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid 19, dengan Nomor :  440/2622/SJ, bahwa setiap daerah diwajibkan membentuk gugus tugas disemua tingkata, bahkan sampai ke Tingkat RT, Serta Surat Edaran (SE) Kemendes Nomor 8 Tahun 2020,tentang desa tanggap Covid -19. Setiap tingkatan dipimpin langsung oleh pemimpin tertinggi mulai dari tingkat Gubernur hingga sampai ke tingkat Desa, dan RT.

“Pantauan kita, utuk Provensi Aceh yang selama  Covid 19, menjadi ancaman keselamatan, namun Aceh pada umumnya dan Gayo Lues pada khususnya, tampak aman dan terkendali meski ada beberapa pasien terserang dan terindikasi   covid, tetapi masih bisa ditangani,” kata Patar.

Lebih lanjut, kata Ketua PKN Pusat tersebut, nulai dari OTG, ODP bahkan  PDP dapat dituntaskan dengan baik sesuai Protap yang sudah ditetapkan Gugus Tugas, Apalagi  rutinitas masyarakat Aceh tetap dilaksanakan paling utama kegiatan agama,  ekonomi, pertanian  juga pemerintahan.

“Hanya kegiatan seremonial (pesta pernikahan) berkumpul dikeramayan. Bahkan Provinsi Aceh di sebut sebagai contoh penanganan Covid-19 yang paling berhasil,” ucapnya.

Penetapan zona merah di beberapa daerah juga di Aceh menimbulkan dari DPRK mereka.

Sementara, penanganan dalam memutus peredaran Covid-19 di Gayo Lues dinilai Patar, sangat aktif, mulai dari pemda, paramedis, aparat hukum hingga jajaran aparatur desa dengan anggaran yang terserap lumayan siknifikan.

Patar Sitohang juga menyorot soal pemotongan anggaran, sesui dengan KMK Nomor:6/PMK/07/2020 serta PMK Nomor: 19/PMK/07/2020, peraturan Menteri Keuangan yang angka minimal pemotongan 35%.

“Jika benar anggaran dipotong, minimal 35% kira-kira berapa totalnya, dan dipergunakan untuk apa saja. Apakah nanti akan habis?” tanya Patar.

Patar menilai penetapan Zona Merah untuk beberapa Kabupaten ini sangatlah tidak berdasar, dan patut diduga ada permainan kepentingan politik atau permainan anggaran dalam penanganan dan penetapan zona merah ini.

Patar berharap kepada Plt Gubernur agar segera mencabut Surat Edaran Penetapan Zona ini agar tidak berdampak lebih buruk, terhasap kehidupan masyarakat, bidang pendidikan sosial, ekonomi dan tatanan kehidupan masyarakat Aceh yang saat ini baik.

Dirinya juga meminta kepada aparat hukum, dapat melakukan lidik tentang persoalan penetapan zona ini, apa yang sedang terjadi?

Sementara, Suhaidi, S.Pd, M.Si, gugus tugas Gayo Lues saat dikomfirmasi  Minggu 07/06/2020 pukul 14 :08 Wib Melalui Pesan Watshap, memyamoaikan Pihak Gugus tugas Provinsi mungkin sudah menentukan kriteria walaupun blm disampaikan kepada mereka.

“Kita yakin bahwa pihak provinsi dalam menetapkan zona ini berdasarkan data yang kita kirim setiap hari ke Gugus tugas,” ucapnya.

Karena situasi di lapangan terus berubah tentunya zona ini juga sewaktu-waktu akan bisa berubah sesuai dengan situasi di lapangan.

Saat ditanya tentang data, berapa jumlah OTG, ODP, TERPAPAR, PDP, serta rincian anggaran yang sudah terserap, Suhaidi tidak menghapal, dan meminta untuk dikonfirmasi ke kantor.(Ali Sadikin).

 

Artikel ini telah dibaca 667 kali

loading...
Baca Lainnya

Teknisi Telkom Malaka Bantah Persoalan Jaringan Terganggu di Disdukcapil

Malaka, NTT, deliknews – Teknisi Telkom Malaka membantah, tidak benar yang dipersoalkan oleh Dinas Kependudukan...

21 Januari 2021, 17:23 WIB

Sasaran Sekolah, Brimob dan TNI Laksanakan Penyemprotan Disinfektan

Satbrimob Polda Aceh, Kamis(21/01/2021) Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh yang dipimpin oleh...

21 Januari 2021, 13:29 WIB

NGO Metamorfosa : Teknis Pelepas Liar Lobster Dilakukan Pak Menteri Tepat dan Efesien

Buleleng – Ketua NGO Metamorfosa I Ketut Santika akrab disapa Ketut Totok menilai, pelepasliaran lobster (restocking)...

Foto: proses restocking (Pelepasliaran) Lobster hasil panen anggota GPLI oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi Ketua GPLI Gunawan Suherman (kiri) dan Ketua Metamorfosa Ketut Totok (kanan).

21 Januari 2021, 12:06 WIB

Ini Kata GPLI Perhitungan Budidaya Lobster Capai 24 Ton Setahun

BULELENG – Gunawan selaku ketua dari asosiasi Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) merasa perlu menularkan...

Foto: proses Panen Lobster GPLI disaksikan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.

21 Januari 2021, 11:11 WIB

Sudah 2 Hari Terjadi Kelangkaan BBM di Bartim

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Masyarakat di kota Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan...

21 Januari 2021, 10:50 WIB

Pembangunan Perumahan Transmigrasi Lokal di Malaka

Malaka, NTT, deliknews – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Malaka NTT di tahun...

21 Januari 2021, 00:05 WIB

loading...