Duh ! Badung Sampai Molor Kasi Insentif Bendesa Adat

- Tim

Senin, 8 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendesa Desa Adat Tuban Badung, I Wayan Mandra (tengah) didampingi Waka Satgas GR Desa Adat Tuban, I Made Mustika (kanan). (Foto: deliknews.com)

Bendesa Desa Adat Tuban Badung, I Wayan Mandra (tengah) didampingi Waka Satgas GR Desa Adat Tuban, I Made Mustika (kanan). (Foto: deliknews.com)

Badung – Nampaknya pemerintah kabupaten (Pemkab) Badung di tengah pandemi Covid 19 benar mengalami kesulitan. Sebagai kabupaten memiliki Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) tertinggi ke dua di Indonesia terhuyung kena pukulan Corona.

Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mandra mengungkap fakta cukup miris. Selain kemampuan Desa Adat membiayai operasional Pecalang dan Satgas Gotong Royong (GR) akan memasuki nafas akhir dikatakan juga insentif dirinya selaku Bendesa Adat sudah lebih seminggu belum terbayarkan Pemkab Badung.

“Bantuan dari Pemkab khususnya untuk kami Satgas Desa Adat dan Pecalang belum ada. Bahkan insentif saya selaku Bendesa Adat hanya Rp 2,5 juta tiap bulan saja sampai molor. Kalau bantuan diberikan warga ada terdengar, cuman kayak hujan kesanga, jarang-jarang,” ungkap Mandra, Minggu (7/6)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bendesa Adat ini mengatakan bahwa Desa Adat Tuban terdapat 140 personil, baik Prajuru dan Pecalang dilibatkan dalam Satgas GR penanggulangan penyebaran pandemi Covid-19. Dengan 100 personil Pecalang dibagi menjadi tiga shift penjagaan selama 24 jam.

“Sementara kami ini di Desa Adat diberikan beban tanggung jawab tapi tidak diberikan perhatian memadai. Hanya dikuatkan dengan kata ngayah. Sementara terlepas dari tugas agama dan adat Covid-19 merupakan wabah nasional dan bencana negara. Bagaimana kami dapat menginstruksikan prajuru dan pecalang untuk berjaga, jika tidak ada untuk operasionalnya,” singgungnya

Tingginya tingkat heterogenitas masyarakat ditambah arus balik Lebaran dinilai Mandra menjadi beban extra bagi Satgas GR Desa Adat Tuban. Ia pun berharap agar pemerintah dapat menyeimbangkan antara tugas yang diberikan kepada Desa Adat dengan perhatian yang memadai. “Harapan saya, Pemerintah ini jangan Desa Adat hanya ditumpuk dengan tugas saja, tapi juga perlu diimbangi dengan perhatian,” tandas Mandra.

Sisi sama juga diungkap Ketua Pecalang Desa Adat Dalung, Kabupaten Badung, I Kadek Agus Kusuma Negara mengaku sudah ‘ngayah’ 3 bulan sementara dikatakan kondisi sekarang sudah serba kekurangan. Belum lagi disampaikan, sebagian personil Pecalang yang ada tidak bekerja saat pandemi Covid-19.

“Kami bukan meminta-minta namun kami juga punya keluarga. Arahan ngayah memang ditekankan sebagai Krama Desa Adat. Dalam hal ini selebihnya adalah kepekaan, kepedulian dan perhatian dari pemimpin yang kami harapkan, terutama pemerintah kabupaten,” kata Agus.

Berita Terkait

Bulan Bung Karno Juni 2024, Kenalkan Haluan Bali 100 Tahun ke Milenial
Sindikat, 2 Terdakwa Founder PT DOK Kembali akan Dilaporkan Polisi
Dana Besar? 5 Founder PT DOK Diseret ke Meja Hijau
Dilaporkan Polisi! Akte Diduga Palsu Hambat Hak Tanah di Badak Agung
Polemik Tanah Badak Agung, AJB Diduga Cacat Hukum
Polisi Dalami Ribut-Ribut Penembokan Tanah di Badak Agung
Kejam, Tak Pakai Uang Negara JPU Tuntut Prof Antara 6 Tahun Penjara
Penembokan Tanah Badak Agung Berpotensi Terjadi Gesekan

Berita Terkait

Selasa, 21 Mei 2024 - 21:18 WIB

Bulan Bung Karno Juni 2024, Kenalkan Haluan Bali 100 Tahun ke Milenial

Jumat, 3 Mei 2024 - 16:34 WIB

Sindikat, 2 Terdakwa Founder PT DOK Kembali akan Dilaporkan Polisi

Jumat, 15 Maret 2024 - 15:52 WIB

Dana Besar? 5 Founder PT DOK Diseret ke Meja Hijau

Selasa, 5 Maret 2024 - 19:43 WIB

Dilaporkan Polisi! Akte Diduga Palsu Hambat Hak Tanah di Badak Agung

Senin, 29 Januari 2024 - 09:32 WIB

Polemik Tanah Badak Agung, AJB Diduga Cacat Hukum

Rabu, 24 Januari 2024 - 18:32 WIB

Polisi Dalami Ribut-Ribut Penembokan Tanah di Badak Agung

Rabu, 24 Januari 2024 - 08:33 WIB

Kejam, Tak Pakai Uang Negara JPU Tuntut Prof Antara 6 Tahun Penjara

Kamis, 18 Januari 2024 - 06:57 WIB

Penembokan Tanah Badak Agung Berpotensi Terjadi Gesekan

Berita Terbaru