Senin, 8 Juni 2020 - 07:18 WIB

Bendesa Desa Adat Tuban Badung, I Wayan Mandra (tengah) didampingi Waka Satgas GR Desa Adat Tuban, I Made Mustika (kanan). (Foto: deliknews.com)

Bendesa Desa Adat Tuban Badung, I Wayan Mandra (tengah) didampingi Waka Satgas GR Desa Adat Tuban, I Made Mustika (kanan). (Foto: deliknews.com)

Duh ! Badung Sampai Molor Kasi Insentif Bendesa Adat

Badung – Nampaknya pemerintah kabupaten (Pemkab) Badung di tengah pandemi Covid 19 benar mengalami kesulitan. Sebagai kabupaten memiliki Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) tertinggi ke dua di Indonesia terhuyung kena pukulan Corona.

Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mandra mengungkap fakta cukup miris. Selain kemampuan Desa Adat membiayai operasional Pecalang dan Satgas Gotong Royong (GR) akan memasuki nafas akhir dikatakan juga insentif dirinya selaku Bendesa Adat sudah lebih seminggu belum terbayarkan Pemkab Badung.

“Bantuan dari Pemkab khususnya untuk kami Satgas Desa Adat dan Pecalang belum ada. Bahkan insentif saya selaku Bendesa Adat hanya Rp 2,5 juta tiap bulan saja sampai molor. Kalau bantuan diberikan warga ada terdengar, cuman kayak hujan kesanga, jarang-jarang,” ungkap Mandra, Minggu (7/6)

Bendesa Adat ini mengatakan bahwa Desa Adat Tuban terdapat 140 personil, baik Prajuru dan Pecalang dilibatkan dalam Satgas GR penanggulangan penyebaran pandemi Covid-19. Dengan 100 personil Pecalang dibagi menjadi tiga shift penjagaan selama 24 jam.

“Sementara kami ini di Desa Adat diberikan beban tanggung jawab tapi tidak diberikan perhatian memadai. Hanya dikuatkan dengan kata ngayah. Sementara terlepas dari tugas agama dan adat Covid-19 merupakan wabah nasional dan bencana negara. Bagaimana kami dapat menginstruksikan prajuru dan pecalang untuk berjaga, jika tidak ada untuk operasionalnya,” singgungnya

Tingginya tingkat heterogenitas masyarakat ditambah arus balik Lebaran dinilai Mandra menjadi beban extra bagi Satgas GR Desa Adat Tuban. Ia pun berharap agar pemerintah dapat menyeimbangkan antara tugas yang diberikan kepada Desa Adat dengan perhatian yang memadai. “Harapan saya, Pemerintah ini jangan Desa Adat hanya ditumpuk dengan tugas saja, tapi juga perlu diimbangi dengan perhatian,” tandas Mandra.

Sisi sama juga diungkap Ketua Pecalang Desa Adat Dalung, Kabupaten Badung, I Kadek Agus Kusuma Negara mengaku sudah ‘ngayah’ 3 bulan sementara dikatakan kondisi sekarang sudah serba kekurangan. Belum lagi disampaikan, sebagian personil Pecalang yang ada tidak bekerja saat pandemi Covid-19.

“Kami bukan meminta-minta namun kami juga punya keluarga. Arahan ngayah memang ditekankan sebagai Krama Desa Adat. Dalam hal ini selebihnya adalah kepekaan, kepedulian dan perhatian dari pemimpin yang kami harapkan, terutama pemerintah kabupaten,” kata Agus.

Artikel ini telah dibaca 267 kali

loading...
Baca Lainnya

Bau Tak Sedap Tanah Diklaim BPD Bali di Jalan Gadung Menguat

Denpasar – Patut diduga ada tidak beres dalam penguasaan tanah warga seluas 3,85 are dilakukan...

Plang BPD di atas sebidang tanah di Jalan Gadung, Denpasar.

25 September 2020, 19:12 WIB

Sertifikat Ganda ! BPD Bali Bantah Serobot Tanah Tapi Tidak Tahu Muasal

Denpasar – Sebidang tanah luas 3,85 are di Jalan Gadung, Desa Dangin Puri Kangin, Kec....

Kepala Divisi Umum dan Kesekretariatan BPD Bali, IB Gede Ary Wijaya Guntur.

21 September 2020, 21:05 WIB

114 Tahun Pekik Semangat Perang Puputan Badung

Denpasar – ┬áKidung atau ‘kakawin babad’ cikal bakal pekik semangat perang ‘puputan’ diperdengarkan, bersaut dalam...

Ilustrasi

21 September 2020, 13:16 WIB

Terima Mandat Ketua Umum, Pengacara Wayan “Tang” Adimawan Nahkodai HAPI Bali

Denpasar – Pengacara millennial Bali, I Wayan Adimawan, SH., MH., mendapat mandat dari Ketua Umum...

I Wayan Adimawan, SH., MH.

15 September 2020, 17:41 WIB

Tolak Bali Jadi Surga yang Hilang, BIN Kawal Wujudkan Wisata Aman Berdasarkan Protokol Kesehatan

Bali merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak ekonomi paling parah di Indonesia akibat Pandemi...

10 September 2020, 13:16 WIB

Wujud Edukasi Prokes, Forkom Antar Media Bali Bangkit Bagikan 5000 Masker

Forum Komunikasi (Forkom) Antar Media Bali Bangkit bagikan 5000 masker di Bali secara gratis. Pembagian...

9 September 2020, 13:39 WIB

loading...