Ditinjau Jokowi, Proyek ini Diduga Sebabkan Banjir Pemogan

- Tim

Rabu, 10 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek penataan Waduk Muara Nusa Dua, Juni 2019 lalu. (Sumber Foto: Tempo)

Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek penataan Waduk Muara Nusa Dua, Juni 2019 lalu. (Sumber Foto: Tempo)

Denpasar – “Ini menjadi sumber air baku untuk Denpasar, Benoa, Nusa Dua, sama sekitar airport. Ini sangat penting sekali, tapi ini belum selesai baru 80 persen akan diselesaikan nanti akhir tahun ini, Desember. Saya melihat dari sisi pengerjaan kelihatan rapi,” ujar presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau proyek penataan Waduk Muara Nusa Dua, pada Jumat (14/6) tahun 2019 lalu.

Namun sayang baru-baru ini, tepatnya di hari minggu (31/6) pukul 02.00 Wita dinihari, warga Desa Pemogan sekitaran Waduk Muara Nusa Dua mengaku terkejut. Warga Pemogan berdampingan dengan proyek yang sempat ditinjau Jokowi ini harus terbangun dengan kedatangan air meluap dari hilir sungai Tukad Badung.

Dari informasi dapat digali ada 5 Banjar terkena banjir. Banjar Gelogor Carik, Banjar Sakah, Banjar Kajeng, Banjar Rangkan, termasuk Banjar Teruna Bhineka dan Banjar Mekar, Desa Pemogan Denpasar Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat itu saya terbangun, langsung lari ke arah sungai dekat waduk. Sekat pertama dipasang jaring sudah penuh sampah. Begitu juga sekat jaring kedua. Sementara pintu penyangga bagian selatan mau dibuka katanya rusak. Sedangkan air semakin besar masuk ke pemukiman,” ungkap I Ketut Budiarta selaku Kelian Dusun (Kadus) Banjar Gelogor Carik, Desa Pemogan, Selasa (9/6)

Menurut Kadus Gelogor Carik yang akrab disapa Jarot ini mengatakan, selain pembangunan waduk Muara Nusa Dua disinyalir kurang baik, pemasangan jaring penahan sampah pada hilir sungai Tukad Badung disebut-sebut juga jadi pemicu air meluap masuk ke pemukiman warga. Saringan ini dipasang diperkirakan Jarot agar tidak mengotori air waduk yang dikelola  PDAM Badung.

“Sekarang sudah 10 harian bagaimana perasaan warga di tengah ekonomi sulit mengalami musibah corona ditambah lagi dengan beban banjir. Sudah jatuh malah lagi tertimpa tangga. Dan faktanya sampai detik hari ini pemerintah dan anggota dewan tidak ada yang turun,” singgung Jarot.

Sebelumnya menurut Kelian Adat Banjar Sakah Pemogan A.A. Gede Agung Aryawan mengungkap, bahwa banjir seperti ini sudah sering kali terjadi. Dimana, dikatakan pintu air dan beton dudukan saringan terlalu tinggi dari muka air.

“Sehingga terjadi beda elevasi muka air di hilir dan hulu selisih sekira 70 cm. Mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga Pemogan lantaran dekat dengan Waduk Muara Nusa Dua,” terang Kelian Sakah Pemogan akrab disapa Gung De.

Kelian Banjar Sakah ini berharap agar pemerintah memberikan respon cepat sehingga tidak memicu kemarahan dan polemik warga. Gung De menyinggung bahwa warga mengeluhkan keberadaan Muara Waduk Nusa Dua hanya dinikmati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui PDAM.

Sementara Prebekel Desa Pemogan I Made Suwirya mengatakan, bahwa sebelum banjir terakhir kemarin, ada rencana bersama perwakilan 17 Banjar bertandang ke BWS dan PDAM Badung. Pihaknya mengaku lantaran terbentur ada pandemi Covid 19 niat tersebut menjadi tertunda.

“Kalau tidak ada Covid -19 kami dari 17 Banjar mungkin sudah melakukan silaturahmi bertanya ke BWS dan PDAM Badung. Hal itu kami lakukan lantaran masukan dari berapa tokoh dan aparatur desa bersama warga. Kalau ini dibiarkan takutnya ke depan terjadi pergolakan di masyarakat. Semoga ada solusi dari pemerintah agar warga kami tidak terus terkena banjir,” tegas Made Suwirya.

Berita Terkait

SAT SAMAPTA POLRES NISEL PATROLI DI TEMPAT WISATA
PDIP Klungkung Ngegas Dukung Koster-Ace, Karangasem Siap Konsolidasi
Pentingnya Rekonsiliasi Politik Jaga Situasi Nasional Tetap Stabil
Mengapresiasi Upaya Pemerintah Selenggarakan Mudik Lebaran 2024
Wujudkan Hilirisasi Produk Lokal Aceh, Program AMANAH Mampu Atasi Resesi Ekonomi
Apresiasi Peran Tokoh Agama Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Pasca Pemilu
Bupati Simon Membawa Kabar Gembira
Berapa Banyak Kuota CPNS dan PPPK 2024, Diperjuangkan Bupati Malaka Dipusat

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 11:40 WIB

SAT SAMAPTA POLRES NISEL PATROLI DI TEMPAT WISATA

Jumat, 12 April 2024 - 11:46 WIB

PDIP Klungkung Ngegas Dukung Koster-Ace, Karangasem Siap Konsolidasi

Kamis, 11 April 2024 - 22:31 WIB

Pentingnya Rekonsiliasi Politik Jaga Situasi Nasional Tetap Stabil

Kamis, 11 April 2024 - 22:10 WIB

Mengapresiasi Upaya Pemerintah Selenggarakan Mudik Lebaran 2024

Kamis, 11 April 2024 - 21:47 WIB

Apresiasi Peran Tokoh Agama Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Pasca Pemilu

Kamis, 11 April 2024 - 19:18 WIB

Bupati Simon Membawa Kabar Gembira

Kamis, 11 April 2024 - 11:46 WIB

Berapa Banyak Kuota CPNS dan PPPK 2024, Diperjuangkan Bupati Malaka Dipusat

Rabu, 10 April 2024 - 23:33 WIB

Mengapresiasi Apkam Antisipasi Manuver KST Papua Saat Idul Fitri 1445 H

Berita Terbaru

Regional

SAT SAMAPTA POLRES NISEL PATROLI DI TEMPAT WISATA

Sabtu, 13 Apr 2024 - 11:40 WIB