Minggu, 14 Juni 2020 - 20:28 WIB

Begini Kronologi Gadis 16 Tahun Tewas Dicekoki Obat dan Diperkosa

TANGERANG – Seorang remaja 16 tahun di Kota Tangerang Selatan, Banten, meninggal setelah dicecoki obat dan diperkosa oleh sejumlah remaja.

Gadis remaja, OR, mengembuskan napas terakhir pada Kamis (11/6) sekitar pukul 01.45 WIB, di kediamannya Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Peristiwa biadab yang dilakukan sejumlah remaja itu terjadi di Kabupaten Tangerang. Paman OR mengungkapkan, sebelum meninggal, OR sering tak sadarkan diri.

“Habis kejadian itu (dicekoki pil dan diperkosa), almarhumah kondisi fisiknya drop, sesak dadanya, susah napas, badannya panas,” kata sang paman, Jumat (11/6).

  1. Peristiwa terjadi sebelum lebaran

Paman OR menceritakan, peristiwa itu terjadi sebelum lebaran. OR ditemukan dalam kondisi tak sadar di suatu tempat di wilayah Cihuni, Kabupaten Tangerang.

Kala itu, kondisi OR sudah drop dan kerap muntah serta kejang–kejang. “Sampai kontrakan di sini, memang kelihatannya syok banget, badannya lemes. Kita sempat rawat ke rumah sakit rehabilitasi, tapi begitu pulang kambuh lagi. Jalan aja gak bisa. Sebelumnya mah dia sehat–sehat aja, gak pernah begitu,” kata sang paman.

  1. OR diduga diperkosa pacarnya dan lima remaja lainnya

Menurut nenek OR, sebelum meninggal cucunya mengaku diperkosa oleh lebih dari lima orang remaja di wilayah Cihuni. Salah satu pelakunya adalah pacar OR sendiri.

Pihak keluarga memutuskan tak melapor ke polisi lantaran keluarga pacarnya datang ke rumah dan berjanji akan bertanggung jawab.

“Waktu itu datang ke rumah dari keluarga pacarnya, katanya mau tanggung jawab. Jadi kalau udah sembuh, mau dinikahin. Terus tanggung jawab juga mau bantu biaya berobat ke rumah sakit,” ungkapnya.

OR sendiri hidup dalam keprihatinan. Selama ini dia tinggal menumpang di kontrakan petak yang ditempati oleh nenek, paman, dan bibinya. Ibunya telah lama meninggal dunia. Sedangkan sang ayah telah menikah lagi dan tinggal tak jauh dari kontrakan OR.

  1. Sahabat sebut korban sering dijemput pacarnya di pinggir jalan

Salah satu sahabat OR yang ditemui di lokasi, DF (21), mengungkap lebih jauh soal hubungan antara OR dan pacarnya. Menurut DF, keduanya cukup lama berpacaran. Namun dia tak menyangka jika OR diperlakukan keji seperti itu.

“Saya kaget juga, dia (OR) kondisinya kasihan banget. Kata dia, habis dipaksa minum pil excimer dua butir lebih, mungkin karena dia gak tahu ya diminum aja,” kata DF.

DF mengaku tidak mengenal dekat pacar OR. “Kalau (pacarnya) jemput ke sini, gak pernah ke rumah, cuma jemput di pinggir jalan,” terangnya.

  1. Polisi usut kasus kematian OR

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Selatan Ajun Komisaris Pol Muharam Wibisono Adipradono menerangkan, pihaknya masih menyelidiki kasus kematian OR.

Senada dengan Muharam, Kapolsek Pagedangan AKP Efri meminta waktu untuk melakukan penyelidikan.

“Betul memang terjadi dan sedang kita selidiki kasusnya agar informasinya tidak bias. Mohon bersabar dulu, kita sedang bekerja nanti hasilnya akan kita infokan,” kata Efri.

Artikel ini telah dibaca 169 kali

loading...
Baca Lainnya

KAMI Ancam Persatuan Bangsa

Oleh : Ahmad Kurniawan Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditolak mentah-mentah oleh masyarakat, karena dianggap...

19 September 2020, 21:41 WIB

Restoratif Justice Rezka Oktoberia Di Setujui Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat, Tokoh Luak 50 Kota: Alhamdulillah

Keluarnya Peraturan Kejagung RI nomor 15 tahun 2020 di sambut baik oleh masyarakat. Apresiasi untuk...

19 September 2020, 15:29 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan Para Pencari Kerja

Oleh : Adiarso Wibowo Peresmian omnibus law Cipta Kerja dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia, terutama para...

18 September 2020, 22:22 WIB

PERAN TOKOH MASYARAKAT DAN MEDIA PENTING DALAM UPAYA MENANGGULANGI PANDEMI COVID-19

Oleh : Alfisyah Kumalasari Wabah pandemi Covid 19 di Indonesia tidak terasa telah memasuki bulan...

18 September 2020, 21:48 WIB

Menarik, Alumni AKABRI 89 Bagikan 2.500 Paket Sembako dan 35.000 Masker di Kaltim

KALTIM  – Personel TNI-Polri alumni AKABRI tahun 1989, yang menamakan diri Altar 89, kembali menggelar...

18 September 2020, 10:40 WIB

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan saat Pilkada

Oleh : Danila Triwahyuni Pemilihan kepala daerah langsung akan diadakan akhir tahun ini. Kali ini,...

17 September 2020, 17:11 WIB

loading...