Minggu, 14 Juni 2020 - 13:13 WIB

PERJUANGAN NADHIRA AFIFA MENJADI MUSLIMAH DAN MINORITAS DI KAMPUS HARVARD – AMERIKA SERIKAT

Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar melakukan wawancara ekslusif bersama Alumnus Harvard University, Nadhira Nurani Afifa lewat fitur live instagram. Nadhira berbagi pengalamannya kepada Billy Mambrasar, serta bertukar pikiran, tentang berbagai hal, topik dan isu.

Nadhira adalah seorang dokter muda asal Indonesia, yang berhasil kuliah, dan lulus dari Harvard University dengan Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebuah program beasiswa untuk melajutkan studi di tingkat Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi di dalam maupun di luar negeri, dengan biaya yang ditanggung penuh.

Bukan hanya lulus dengan nilai terbaik, Perempuan Minang berhijab ini juga menjadi perwakilan angkatannya untuk membawakan Pidato kelulusan, dan ini untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang dari Indonesia, di fakultasnya: Harvard T.H. Chan School of Public Health pada tanggal 28 Mei 2020 lalu , berhasil membawakan pidato kelulusan.

Nadhira dan Billy Mambrasar berdiskusi tentang berbagai topik. Salah satu pertanyaan yang kemudian muncul dari Billy kepada Nadhira adalah: “Bagaimana rasanya, menjadi seorang minoritas muslim dan perempuan di kampus terbaik Amerika Serikat ini?”
Nadhira memberikan respons yang cukup tenang, bahwa memang pandangan stereotype dari berbagai pihak, khususnya karena dia seorang perempuan berkerudung, terjadi. Ada banyak pertanyaan yang muncul dari rekannya, ketika Nadhira harus menjalankan Ibadah solat misalnya, tidak ikut pesta, dan menolak minum.

Akan tetapi bagi Nadhira, beberapa pertanyaan dan pandangan tersebut, malah merupakan kesempatan baginya, untuk memberikan penjelasan dan sebuah kesan yang baik tentang Islam di Indonesia, yang penuh dengan perdamaian dan persaudaraan. Nadhira juga akhirnya bertemu dengan banyak teman-teman Muslim dan Muslimah lainnya dari negara-negara lain di dunia, dan membentuk sebuah komunitas untuk berbagi pengetahuan, dan pengalaman dan saling mendukung.

“Saya bertemu mereka setiap kali saya Shalat Ke Mushola, dan akhirnya kami berteman dan membentuk sebuah ikatan Komunitas untuk saling Mendukung”, Ujar Nadhira dalam wawancara daring lewat akun Instagram @kitongbisa_id tersebut.

Diskusi lengkap Nadhira dan Billy dapat dilihat di tautan berikut ini:

Artikel ini telah dibaca 236 kali

loading...
Baca Lainnya

Waspada KAMI Goyang Kursi Presiden

Oleh : Haris Muwahid Masyarakat makin antipati terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), karena mereka...

28 September 2020, 00:16 WIB

Banyak Pihak Dukung Penanganan Covid-19

Oleh : Reza Pahlevi Pandemi belum berakhir dan pemerintah berusaha keras mengatasi efek negatifnya. Caranya...

28 September 2020, 00:07 WIB

RUU Cipta Kerja Mengatur Pengupahan Agar Pekerja Lebih Sejahtera

Oleh : Edi Jatmiko RUU Cipta Kerja merupakan salah satu terobosan untuk meringkas hiper regulasi....

27 September 2020, 09:27 WIB

Mempertanyakan Klaim Gatot Nurmantyo Tentang Kebangkitan PKI

Oleh : Zakaria Di tengah pandemi Covid-19, Mantan Panglima TNI Gatot Nurmatyo kembali ke publik...

27 September 2020, 00:28 WIB

Banyak Pihak Menikmati Manfaat Program PEN

Oleh : Rizal Ramadhanu Ada banyak strategi yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi dampak Covid-19 bagi...

26 September 2020, 22:15 WIB

Pemerintah Berupaya Maksimal Tangani Covid-19

Oleh : Made Raditya Pandemi corona memang belum berakhir namun pemerintah terus berjuang agar penyakt...

26 September 2020, 21:53 WIB

loading...