Jumat, 19 Juni 2020 - 11:23 WIB

Dr. Ahmad Atang: NTT Sedang Membangun Politik Akomodatif

Kupang – Pengamat politik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Ahmad Atang mengatakan bahwa kita hari ini sedang melakukan poligami ideologi. Sementara di NTT Sedang Membangun Politik Akomodatif.

Ideologi adalah soal pilihan. Suka tidak suka, kita sedang melakukan poligami ideologi. Mengapa demikian karena di satu sisi kita memperkuat ideologi Pancasila dan di satu sisi kita juga mengadopsi ideologi lain yang masuk dalam kehidupan demokrasi kita.

Pantauan deliknews di acara Virtual Public Discussion oleh Garda Pemuda NKRI bertempat di Hotel New Aston, Kamis (18/06) malam yang bertema “Membangun Nasionalisme dalam Kerangka NKRI” yang diikuti sekitar 300-an peserta yang aktif pada diskusi tersebut.

Ada 3 Narasumber yang dimoderatori oleh Dr. Laurensius P. Sayrani, S.Sos., MPA yakni Prof. Dr. Aloysius Liliweri, MS, Dr. Ahmad Atang, dan Pdt. Thomas Ateta, M. Th

Dr. Ahmad Atang yang memantik diskusi tersebut, sesuai topik yang disodorkan pihak pelaksana adalah Kebangkitan Politik Identitas.

Indonesia memiliki kekayaan identitas. Maka tumbuhlah kesadaran etik yang kita sebut dengan Bhinneka Tunggal Ika yang sebagai kekuatan mempersatukan kohesi anak bangsa melalui falsafah bangsa kita yakni Pancasila.

Nampak jelas politik identitas mengakar pada peristiwa Pilkada DKI Jakarta serta Pemilu 2019 dengan dua kekuatan besar yakni politik sara dan politik hoax.

Jika kita bicara politik identitas maka saya membagi menjadi 3 pokok bahasan yaitu Politik Perbedaan, Politik Ketegasan dan Politik Kebangkitan.

Di Nusa Tenggara Timur, kita tidak sedang membangun politik identitas melainkan kita sedang membangun politik akomodatif. Karena memang NTT dibangun atas aliansi tradisional budaya masyarakat.

Untuk membendung Kebangkitan Politik Identitas, maka negara harus hadir menciptakan keadilan dan kesejahteraan. Hal ini, Politik Identitas akan dapat dieliminir dalam kehidupan politik dan demokrasi kita. Juga kita harus menjadi warga negara yang pancasilais dan warga negara nasionalis, tutup Atang.(Ramadhan)

Artikel ini telah dibaca 201 kali

loading...
Baca Lainnya

Jajaran Polri Siap Dukung Simulasi Protokol Keamanan dan Keselamatan

JAKARTA  – Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan siap mendukung pelaksanaan simulasi protokol kesehatan...

28 Oktober 2020, 01:18 WIB

Polresta Palangkaraya Berhasil Mengungkap Jaringan Narkoba Lapas Palangkaraya

Palangka Raya – Polresta Palangka Raya berhasil pengungkapan kasus narkotika dengan 8 tersangka dari jaringan...

26 Oktober 2020, 19:46 WIB

Tim Futsal Binaan Bhabinkantibmas Desa Sikakap Terima Bantuan dari Kapolsek

Kepulauan Mentawai, – Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, SH memberikan bantuan bola untuk anak-anak Tim...

Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, SH memberikan bantuan bola kepada anak-anak Tim Futsal Desa Sikakap.

26 Oktober 2020, 16:05 WIB

Laksanakan Operasi Yustisi, Polsek Balaraja dan Tiga Pilar Tegur 45 Pelanggar

TANGERANG – Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten bersama unsur Muspika Kecamatan Balaraja dan Kecamatan...

26 Oktober 2020, 13:47 WIB

Peringati Hari Santri, Polsek Cisoka Gagas Polisi Sahabat Santri

TANGERANG – Jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten menggelar silaturahmi ke Pondok Pesantren Daar...

26 Oktober 2020, 13:40 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW, Jajaran Polres Majalengka Gelar Baksos

MAJALENGKA – Jajaran Polres Majalengka membagikan sembako ke masyarakat terdampak Covid-19 beserta kaum dhuafa di...

26 Oktober 2020, 13:24 WIB

loading...