Dr. Ahmad Atang: NTT Sedang Membangun Politik Akomodatif

- Tim

Jumat, 19 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang – Pengamat politik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Ahmad Atang mengatakan bahwa kita hari ini sedang melakukan poligami ideologi. Sementara di NTT Sedang Membangun Politik Akomodatif.

Ideologi adalah soal pilihan. Suka tidak suka, kita sedang melakukan poligami ideologi. Mengapa demikian karena di satu sisi kita memperkuat ideologi Pancasila dan di satu sisi kita juga mengadopsi ideologi lain yang masuk dalam kehidupan demokrasi kita.

Pantauan deliknews di acara Virtual Public Discussion oleh Garda Pemuda NKRI bertempat di Hotel New Aston, Kamis (18/06) malam yang bertema “Membangun Nasionalisme dalam Kerangka NKRI” yang diikuti sekitar 300-an peserta yang aktif pada diskusi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada 3 Narasumber yang dimoderatori oleh Dr. Laurensius P. Sayrani, S.Sos., MPA yakni Prof. Dr. Aloysius Liliweri, MS, Dr. Ahmad Atang, dan Pdt. Thomas Ateta, M. Th

Dr. Ahmad Atang yang memantik diskusi tersebut, sesuai topik yang disodorkan pihak pelaksana adalah Kebangkitan Politik Identitas.

Indonesia memiliki kekayaan identitas. Maka tumbuhlah kesadaran etik yang kita sebut dengan Bhinneka Tunggal Ika yang sebagai kekuatan mempersatukan kohesi anak bangsa melalui falsafah bangsa kita yakni Pancasila.

Nampak jelas politik identitas mengakar pada peristiwa Pilkada DKI Jakarta serta Pemilu 2019 dengan dua kekuatan besar yakni politik sara dan politik hoax.

Jika kita bicara politik identitas maka saya membagi menjadi 3 pokok bahasan yaitu Politik Perbedaan, Politik Ketegasan dan Politik Kebangkitan.

Di Nusa Tenggara Timur, kita tidak sedang membangun politik identitas melainkan kita sedang membangun politik akomodatif. Karena memang NTT dibangun atas aliansi tradisional budaya masyarakat.

Untuk membendung Kebangkitan Politik Identitas, maka negara harus hadir menciptakan keadilan dan kesejahteraan. Hal ini, Politik Identitas akan dapat dieliminir dalam kehidupan politik dan demokrasi kita. Juga kita harus menjadi warga negara yang pancasilais dan warga negara nasionalis, tutup Atang.(Ramadhan)

Berita Terkait

Wabup Nisel Bersama Danlanal Nias Hadiri Prosesi Pemakaman Alm. IST
Jangan Lagi Pertanyakan Siapa Pasangan Wakil Bupati Dr. Simon Nahak
Forkada Se-Kepulauan Nias Hasilkan Beberapa Keputusan
Wabup Nisel Bersama Danlanal Nias Melayat Dirumah Casis TNI ALPembunuhan Dan Penipuan
DPD PSI Malaka Resmi Buka Pendaftaran Bagi Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka
Kapolda Menerima Ka BNNP Sumsel Beserta Staff
WABUP NISEL FIRMAN GIAWA BUKA MUSRENBANG RPJPD KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2025-2045
BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024

Berita Terkait

Senin, 22 April 2024 - 16:56 WIB

Wabup Nisel Bersama Danlanal Nias Hadiri Prosesi Pemakaman Alm. IST

Minggu, 21 April 2024 - 10:02 WIB

Jangan Lagi Pertanyakan Siapa Pasangan Wakil Bupati Dr. Simon Nahak

Sabtu, 20 April 2024 - 08:59 WIB

Forkada Se-Kepulauan Nias Hasilkan Beberapa Keputusan

Jumat, 19 April 2024 - 17:16 WIB

DPD PSI Malaka Resmi Buka Pendaftaran Bagi Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka

Jumat, 19 April 2024 - 11:58 WIB

Kapolda Menerima Ka BNNP Sumsel Beserta Staff

Kamis, 18 April 2024 - 22:30 WIB

WABUP NISEL FIRMAN GIAWA BUKA MUSRENBANG RPJPD KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2025-2045

Kamis, 18 April 2024 - 22:26 WIB

BUPATI NISEL HILARIUS DUHA BUKA GEBYAR PAUD TAHUN 2024

Kamis, 18 April 2024 - 21:05 WIB

Kapolda berikan Apresiasi dan PIN Emas Buat Polisi, Sukses Ungkap Pembunuhan Sadis Dalam Waktu 1 X 24 Jam

Berita Terbaru

Regional

Forkada Se-Kepulauan Nias Hasilkan Beberapa Keputusan

Sabtu, 20 Apr 2024 - 08:59 WIB