Jumat, 19 Juni 2020 - 23:15 WIB

Ilustrasi perempuan Bali korban penganiayaan WNA. (Foto: deliknews.com)

Ilustrasi perempuan Bali korban penganiayaan WNA. (Foto: deliknews.com)

Surat Luka Wanita Bali Minta Keadilan Dianiaya WNA di Tanah Sendiri

Denpasar – Nampaknya penanganan kasus penganiayaan dilakukan warga negara asing (WNA), seorang pria kebangsaan Irlandia kepada wanita warga Bali menjadi sorotan publik. Pasalnya, pelaku Ciaran Francis Caulfield disebut-sebut sebagai komisaris dari Villa Kubu ini, hingga surat dakwaan dilimpahkan kejaksaan tinggi (Kejati) Bali kepada pengadilan negeri (PN) Denpasar, terdakwa hanya diberikan tahanan rumah.

Melihat keadaan ini, Ni Made Widyastuti Pramesti selaku korban akhirnya melayangkan surat permohonan perlindungan hukum dan keadilan. Surat ini dikabarkan dilayangkan korban kepada Ketua PN casu quo atau dalam hal ini Ketua Majelis Hakim. Sementara tembusannya diarahkan ke Aspidum Kejati Bali, Kapolda Bali dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali.

I Wayan Mudita, S.H, M.Kn, didampingi I Gusti Ngurah Artana, S.H, selaku kuasa hukum korban mengatakan, sejak awal kliennya sudah mengambil langkah hukum sehingga berproses. Baik dari tingkat lidik, sidik sampai pada pra penuntutan hingga diterima kejaksaan alias sudah tahap P-21. Diharapkan nanti menjadi kewajiban jaksa di depan sidang mempertahankan apa sudah dinyatakan terbukti.

“Ya, sesuai proses hukum yang berlaku. Cuma kita menyesalkan ini WNA tidak ditahan badan, cuma alasan Covid. Kalau alasan Covid banyak ada para tersangka itu ditahan. Kami punya dua klien pasca Covid ditahan. Alasannya kan tidak blance, tidak seimbang. Dengan tidak ditahannya pelaku ini pada akhirnya terjadi intervensi terhadap saksi. Semoga saja ada kebijakan atau pertimbangan majelis hakim ketika didisposisikan pada pengadilan. Tolonglah biar ada penahanan terhadap tersangka ,” kata Wayan Mudita, Jumat (19/6)

Hal lain juga diungkap Gusti Ngurah Artana, selama ini juga ikut mendampingi korban mengaku mendapat informasi mengejutkan. Dikatakan Artana bahwa ada upaya pengacara tersangka (Ciaran Francis Caulfield-red) menggiring saksi. Bahkan pihaknya mengaku sampai mengecek nama pengacara bersangkutan pada Organisasi Advokat PERADI.

“Kita punya bukti kuat yang memberi informasi seorang lawyer senior dan tidak perlu kami sebut namanya. Agar saksi Anom membela Ciaran. Supaya semua tuduhan klain kita ini dimentahkan Pak Anom. Tapi Pak Anom tidak mau. Semua saksi dicari sama pengacara Ciaran tetapi baru menyampaikan Pak Anom,” ungkap Ngurah Artana.

Sementara dihubungi terpisah Jupiter G Lalwani, S.H selaku pengacara atau kuasa hukum dari terdakwa Ciaran Francis Caulfield membantah dan menanggapi dengan nada santai.

“Gak lah (menggiring saksi korban agar membela tersangka, red), biarkan proses berjalan, nanti kita lihat di persidangan. Saya tidak mau bicara materi persidangan, biarkan nanti dibuka di persidangan saja. Kalau berkeberatan tidak ditahan (tahanan badan, red) benar jalurnya mengirimkan surat ke Kejati atau ke Pengadilan, itu sudah benar. Karena itu, seratus persen kewenangan Kejaksaan, bukan wewenang kami sebagai PH (Penasihat Hukum),” terangnya

“Kami sebagai PH kan juga punya upaya-upaya untuk membela klien kami. Saya yakin pihak korban paham hal itu. Tapi kami tidak dapat berkomentar lebih atau kurang di sini. Biarlah nanti itu berproses di persidangan. Kami sebagai PH sama-sama memiliki hak untuk melindungi hak-hak klien kami. Kami hanya bisa meminta, tapi kan kewenangan Kejaksaan untuk menentukan,” imbuh Jupiter di akhiri percakapan via telepon.

Artikel ini telah dibaca 486 kali

loading...
Baca Lainnya

Teknisi Telkom Malaka Bantah Persoalan Jaringan Terganggu di Disdukcapil

Malaka, NTT, deliknews – Teknisi Telkom Malaka membantah, tidak benar yang dipersoalkan oleh Dinas Kependudukan...

21 Januari 2021, 17:23 WIB

Sasaran Sekolah, Brimob dan TNI Laksanakan Penyemprotan Disinfektan

Satbrimob Polda Aceh, Kamis(21/01/2021) Kompi 4 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh yang dipimpin oleh...

21 Januari 2021, 13:29 WIB

NGO Metamorfosa : Teknis Pelepas Liar Lobster Dilakukan Pak Menteri Tepat dan Efesien

Buleleng РKetua NGO Metamorfosa I Ketut Santika akrab disapa Ketut Totok menilai, pelepasliaran lobster (restocking)...

Foto: proses restocking (Pelepasliaran) Lobster hasil panen anggota GPLI oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (tengah) didampingi Ketua GPLI Gunawan Suherman (kiri) dan Ketua Metamorfosa Ketut Totok (kanan).

21 Januari 2021, 12:06 WIB

Ini Kata GPLI Perhitungan Budidaya Lobster Capai 24 Ton Setahun

BULELENG – Gunawan selaku ketua dari asosiasi Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) merasa perlu menularkan...

Foto: proses Panen Lobster GPLI disaksikan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.

21 Januari 2021, 11:11 WIB

Sudah 2 Hari Terjadi Kelangkaan BBM di Bartim

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Masyarakat di kota Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan...

21 Januari 2021, 10:50 WIB

Pembangunan Perumahan Transmigrasi Lokal di Malaka

Malaka, NTT, deliknews – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Malaka NTT di tahun...

21 Januari 2021, 00:05 WIB

loading...